Kylian Mbappe Dihujat Setelah Real Madrid Kandas di Liga Champions, Alvaro Arbeloa Pasang Badan: Dia Sudah Berikan Segalanya

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, dihujani kritikan karena dinilai kurang berkontribusi dalam bertahan saat timnya tersingkir dari Liga Champions.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 21 April 2026, 07:45 WIB
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Bola.com, Madrid - Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, dihujani kritikan karena dinilai kurang berkontribusi dalam bertahan saat timnya tersingkir dari Liga Champions. Namun, pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, membela penampilan Mbappe.

Los Blancos bertandang ke markas Bayern Munchen, Allianz Arena, pada laga leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April lalu. Real Madrid membutuhkan kemenangan dengan selisih tiga gol atas Die Bayern, demi bisa lolos ke semifinal.

Advertisement

Sebab pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, 8 April 2026, Los Blancos menyerah dengan skor 1-2. Namun, Real Madrid tak mampu mewujudkan target tersebut, dan justru menelan kekalahan 3-4.

Madrid pun gagal lolos ke semifinal karena kalah agregat 4-6 dari Bayern Munchen.

 


Membela Kylian Mbappe

Gelandang Inggris Real Madrid #05, Jude Bellingham (2R), dan penyerang Prancis Real Madrid #10, Kylian Mbappe, bereaksi setelah melewatkan peluang mencetak gol selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 April 2026. (Thomas COEX/AFP)

Tersingkir dari Liga Champions membuat pemain Real Madrid dihujani kritikan, satu di antaranya adalah Kylian Mbappe. Penyerang Timnas Prancis tersebut dianggap tak berkontribusi dalam membantu pertahanan pada laga leg kedua perempat final.

Padahal saat itu, Real Madrid bermain dengan 10 orang setelah Eduardo Camavinga di kartu merah pada menit ke-86. Namun alih-alih menyalahkan, Alvaro Arbeloa justru memberikan pembelaan tegas.

"Tidak ada yang perlu disesali dari Kylian. Dia tampil luar biasa, mencetak gol di kedua leg, dan menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan," tegas Arbeloa.

"Dia sudah memberikan segalanya dalam bertahan. Kerjanya sangat keras. Saya sangat puas dengan performanya pada pertandingan itu," lanjut pelatih berusia 43 tahun tersebut.

 


Musim Tertajam Kylian Mbappe

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe merayakan gol keduanya ke gawang Valencia CF di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada tanggal 1 November 2025. (AFP/Oscar Del Pozo)

Secara individu, Mbappe tetap tampil impresif bersama Real Madrid. Pada musim keduanya bersama Los Blancos, dia telah mengoleksi 40 gol di semua kompetisi.

Namun, ambisinya untuk menjuarai Liga Champions harus kembali tertunda. Trofi Si Kuping Besar memang menjadi salah satu alasan utama Mbappe meninggalkan Paris Saint-Germain dan bergabung dengan Madrid.

Ironisnya, mantan klubnya tersebut justru berhasil meraih gelar juara pada musim lalu.

Sumber: Tribalfootball

Berita Terkait