Rapor Maarten Paes yang Jadi Andalan Ajax di Eredivisie: Ketiban Berkah dari Badai Cedera, Bakal Tetap Jadi Pilihan Utama Musim Depan

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, mengukir performa yang gemilang sejak bergabung bersama Ajax Amsterdam.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 21 April 2026, 18:15 WIB
Aksi penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes sat memperkuat Ajax Amsterdam bertandang ke markas Feyenoord Rotterdam dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026, Minggu (22/3/2026) malam WIB. (Instagram Maarten Paes)

Bola.com, Jakarta - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, mengukir performa yang gemilang sejak bergabung bersama Ajax Amsterdam pada paruh musim Eredivisie 2025/2026. Bagaimana peluang kiper kelahiran Belanda ini untuk jadi andalan musim depan?

Yang terbaru, Maarten Paes berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan saat Ajax Amsterdam melumpuhkan Heracles Almelo pada pekan ke-30 dengan skor 3-0 yang berlangsung di Asito Stadion, Minggu (12/4/2026).

Advertisement

Dengan penampilan ini, kiper berusia 27 tahun itu sukses melengkapi koleksi cleansheet-nya untuk Ajax. Sejauh ini, Paes setidaknya sudah menghasilkan tiga kali nirbobol dan kemasukan tujuh gol dari tujuh pertandingan di Eredivisie.

Jika melihat komposisi penjaga gawang saat ini, bukan tidak mungkin kiper andalan Timnas Indonesia itu masih akan menjadi orang nomor satu di bawah mistar gawang Ajax pada musim depan. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.


Nasib Mujur Maarten Paes

Maarten Paes di Ajax Amsterdam. (Dok. ajax.nl)

Sebagai informasi, bergabungnya Maarten Paes menuju Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim dingin lalu sebetulnya bukan disiapkan untuk jadi kiper utama. Dia awalnya direkrut karena kiper cadangannya, Remko Pasveer, diminati oleh klub lain.

Alhasil, Ajax harus bergerak cepat untuk berburu penggantinya. Pilihan tersebut akhirnya jatuh kepada Maarten Paes. Pada mulanya, Paes direkrut untuk menjadi pelapis penjaga gawang utama, Vitezslav Jaros. 

Namun, Jaros justru tiba-tiba mengalami cedera parah di sesi latihan. Kiper yang dipinjam dari Liverpool itu dipastikan mengakhiri musim lebih cepat karena harus naik meja operasi. Situasi inilah yang membuat Paes langsung jadi andalan.

Padahal, setelah bergabung, Paes sempat menjadi penghangat bangku cadangan saat Ajax menggulung Fortuna Sittard dengan skor 4-1 pada pekan ke-23. Setelah itu, dia langsung mengukir debut pada pekan berikutnya menghadapi NEC Nijmegen.


Tak Punya Pesaing Berat

Aksi penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes sat memperkuat Ajax Amsterdam bertandang ke markas Feyenoord Rotterdam dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026, Minggu (22/3/2026) malam WIB. (Instagram Maarten Paes)

Yang membuat posisi Paes diselimuti optimisme untuk jadi andalan musim depan ialah minimnya persaingan di sektor penjaga gawang Ajax Amsterdam. Untuk sementara ini, dia hanyalah satu-satunya kiper berpengalaman yang tersedia.

Sebetulnya, ada satu penjaga gawang muda yang disiapkan untuk menjadi pelapisnya, yakni Joeri Heerkens. Namun, kiper berusia 19 tahun ini memang masih minim pengalaman, terutama di kompetisi level tertinggi.

Situasinya bertambah runyam karena Heerkens malah terkena cedera pada pergelangan kakinya saat memperkuat Ajax U-21. Situasi itu membuat Heerkens harus menyusul seniornya, Jaros, yang mengakhiri musim lebih cepat.

Dengan demikian, opsi kiper yang bisa menjadi pilihan Ajax hingga akhir musim ini hanya menyisakan Paes. Sedangkan kiper-kiper lainnya yang tersedia masih berusia sangat muda dan minim jam terbang.

 


Jadi Andalan Musim Depan?

Komposisi kiper Ajax pada laga terakhir ketika menumbangkan Heracles Almelo memang sangat menarik. Selain Maarten Paes yang jadi kiper utama, bangku cadangan dihadiri dua penjaga gawang muda yang menarik perhatian.

Keduanya ialah Paul Reverson dan Aymean El Hani yang sama-sama berasal dari Ajax U-21 yang berkompetisi di ajang Keuken Kampioen Divisie alias kasta kedua Liga Belanda. Bagi Paul, ini memang bukan kali pertama ia masuk daftar pemain tim utama Ajax.

Dia sudah beberapa kali dibawa oleh Ajax meski sampai saat ini tak pernah merasakan debut di tim utama. Sedangkan bagi El Hani yang baru berusia 18 tahun, ini merupakan kali pertama dia terdaftar dalam daftar pemain Ajax.

Jika komposisi semacam ini tak berubah, bukan tak mungkin Maarten Paes akan tetap menjadi kiper utama Ajax pada musim depan. Namun, nasibnya juga bisa tergantung dengan pergerakan Ajax di bursa transfer musim panas mendatang.

Berita Terkait