Tottenham Masih Hidup! Persaingan Hindari Degradasi Premier League Memanas hingga Pekan Terakhir

Tottenham Hotspur belum menyerah. Meski kembali terpeleset usai ditahan Brighton, Spurs setidaknya mendapat sedikit napas tambahan setelah West Ham United gagal memaksimalkan peluang dan hanya bermain imbang melawan Crystal Palace.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 April 2026, 22:30 WIB
De Zerbi menekankan bahwa aspek mental menjadi fokus utama dalam pendekatan kepelatihannya. Ia berupaya mengembalikan kepercayaan diri pemain di tengah tekanan yang meningkat. (AFP/Andy Buchanan)

Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur belum menyerah. Meski kembali terpeleset usai ditahan Brighton, Spurs setidaknya mendapat sedikit napas tambahan setelah West Ham United gagal memaksimalkan peluang dan hanya bermain imbang melawan Crystal Palace.

Hasil itu membuat situasi di papan bawah belum berubah drastis. Tottenham masih tertahan dua poin dari zona aman dan terus berjuang menghindari degradasi pertama mereka dari kasta tertinggi sejak 1977.

Advertisement

Dengan lima pertandingan tersisa, persaingan bertahan di Premier League justru semakin panas. Leeds United dan Nottingham Forest sedikit menjauh setelah meraih kemenangan penting, sementara Tottenham, West Ham, dan Forest masih harus bertarung keras dalam sprint terakhir musim ini.

Manajer West Ham, Nuno Espirito Santo, bahkan menilai drama di papan bawah akan berjalan sampai garis finis.

“Ini akan berlangsung sampai akhir, pasti. Bukan hanya di papan bawah, tapi juga di papan atas,” ujar Nuno kepada BBC Match of the Day.

 


Tottenham Tertekan, tapi Jadwal Bisa Jadi Penyelamat

Gelandang Tottenham Hotspur asal Swedia #15, Lucas Bergvall (2L), merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan babak penyisihan Liga Champions UEFA antara Tottenham Hotspur dan Villarreal di Stadion Tottenham Hotspur, London, Rabu (17-9-2025) dini hari WIB. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Roberto De Zerbi masih menunjukkan optimisme, meski performa Tottenham musim ini jauh dari meyakinkan.

“Kami mampu memenangkan lima pertandingan beruntun,” kata De Zerbi penuh keyakinan.

Namun, statistik justru berkata sebaliknya. Spurs tak pernah menang dalam 15 laga liga terakhir. Mereka bahkan belum meraih satu kemenangan pun di Premier League sepanjang 2026.

Jika gagal mengalahkan Wolverhampton Wanderers akhir pekan ini, Tottenham akan menyamai rekor terburuk klub tanpa kemenangan di liga, yang terakhir terjadi 91 tahun lalu, antara 1934 hingga 1935.

Meski begitu, Spurs masih bisa berharap pada jadwal yang secara teori cukup bersahabat.

Setelah melawan Wolves yang sudah dipastikan terdegradasi, Tottenham akan menghadapi Leeds United, Aston Villa, Chelsea, dan Everton.

Laga kontra Leeds dipandang krusial, sementara duel melawan Aston Villa datang di tengah jadwal padat lawan yang masih berlaga di semifinal Liga Europa.

Di atas kertas, itulah jalur yang bisa menjadi penyelamat Tottenham.

 


Rival Degradasi Justru Sedang Menguat

Pelatih kepala Tottenham, Igor Tudor, kedua dari kanan, berbicara kepada para pemainnya selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di London, Minggu, 22 Februari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Masalah bagi Spurs, para pesaing justru menunjukkan tren lebih baik.

Leeds memenangi dua laga beruntun dan kini delapan poin di atas zona merah. Nottingham Forest juga membaik, dengan dua kemenangan dari tiga laga terakhir dan tak terkalahkan dalam lima pertandingan.

West Ham pun perlahan mengumpulkan poin penting.

Dalam 12 laga terakhir, West Ham mengoleksi 19 poin. Forest meraih 18 poin dari 13 laga, sedangkan Leeds mengumpulkan 18 poin dari 14 pertandingan.

Bandingkan dengan Tottenham, yang hanya meraih enam poin dari 15 laga sejak mengalahkan Crystal Palace pada 28 Desember.

Itulah yang membuat tekanan kini lebih besar berada di kubu Spurs.

“Kami punya misi di depan dan harus terus berjalan,” tegas Nuno.

 


Lima Laga Terakhir Bisa Menentukan Segalanya

Bukan hanya performa, jadwal sisa juga berpotensi menjadi penentu.

West Ham masih harus menghadapi Everton, Brentford, Arsenal, Newcastle United, dan Leeds United.

Nottingham Forest bahkan dinilai punya jadwal paling berat, termasuk duel melawan Chelsea dan Manchester United, ditambah laga penting kontra Newcastle dan Bournemouth.

Sementara Tottenham, meski dihadapkan laga sulit melawan Chelsea dan Everton, dinilai punya peluang lebih besar memaksimalkan sisa pertandingan.

Justru karena itulah duel melawan Wolves akhir pekan ini dipandang seperti final. Jika gagal menang, tekanan bisa berubah menjadi kepanikan. Jika menang, Tottenham bisa mengubah arah cerita.

Dan seperti kata Nuno, pertempuran ini tampaknya memang akan berjalan sampai pekan terakhir.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait