Marc Marquez Ungkap Momen Paling Gugup Sepanjang Karier di MotoGP

Pengakuan Marc Marquez tentang momen paling menegangkan di MotoGP.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 April 2026, 11:45 WIB
Marc Marquez saat naik podium kedua pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mengungkapkan momen paling menegangkan sepanjang kariernya di MotoGP. Tujuh kali juara dunia itu menyebut, perasaan paling gugup justru datang saat pertama kali menjajal motor Ducati pada 2023.

Pembalap berusia 33 tahun tersebut menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Honda sejak debut pada 2013.

Advertisement

Bersama motor RC213V, ia meraih enam gelar juara dunia dan menjadi satu di antara dominator di lintasan.

Namun, segalanya berubah setelah cedera lengan serius yang dialaminya pada 2020. Performa Honda yang terus menurun membuat Marquez mulai mencari opsi lain.

Ia kemudian menandatangani kontrak dengan Gresini Racing untuk musim 2024, dengan mengendarai Ducati spesifikasi tahun sebelumnya.


Gugup karena Tekanan

Momen Marc Marquez menangis saat bertemu kru tim Repsol Honda usai finis ketiga Sprint Race MotoGP Valencia 2023 hari Sabtu (26/11/2023). (Twitter/Repsol Honda)

Debutnya bersama motor baru terjadi dalam sesi uji coba pascamusim di Valencia pada akhir 2023. Dalam podcast "Imagin", Marquez mengakui momen itulah yang membuatnya paling tertekan.

"Hari ketika saya paling gugup adalah saat menguji Ducati di Valencia; itu lebih karena tekanan," ungkapnya.

"Orang-orang sudah tahu siapa Marc Marquez. Lebih dari sekadar gugup, itu tekanan karena saya tidak tahu apakah saya akan cepat dengan motor itu atau tidak."

"Saya terus bertanya apakah saya bisa mengendarai Ducati, dan para teknisi mengatakan saya bodoh," ujarnya.

Keputusan besar itu pada akhirnya berbuah manis. Marquez meraih tiga kemenangan grand prix pada 2024, yang menjadi kemenangan pertamanya sejak 2021,sekaligus mengamankan tempat di tim pabrikan Ducati untuk musim 2025.

Pada musim 2025, ia tampil dominan dengan 11 kemenangan dan memastikan gelar juara dunia MotoGP ketujuh dalam kariernya.


Sorotan Besar

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez (tengah) mendapatkan bantuan tim medis setelah bersenggolan dengan pembalap Pramac Racing, Jorge Martin dalam MotoGP Valencia yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol Minggu (26/11/2023). (AFP/Javier Soriano)

Sorotan terhadap uji coba Valencia 2023 begitu besar, bahkan hampir menenggelamkan duel perebutan gelar antara Francesco Bagnaia dan Jorge Martin yang berlangsung pada akhir pekan grand prix tersebut.

Keputusan mengejutkan Marquez meninggalkan Honda, bahkan disebut rela "balapan tanpa bayaran" demi mengendarai Ducati satelit lama, menjadi satu di antara momen paling monumental dalam sejarah modern MotoGP.

Saat itu, Honda sedang berada di titik terendah, dan musim 2023 menjadi periode sulit bagi Marquez.

Kendati banyak yang menganggap pindah ke Ducati, bahkan dengan motor lama, sebagai jalan pasti kembali ke puncak, kenyataannya jauh dari jaminan.

Jika langkah itu gagal, karier Marquez bisa saja berakhir.


Momen Penting dalam MotoGP Modern

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez saat menunggu start MotoGP Indonesia 2023 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Minggu (15/10/2023). Marquez lagi-lagi gagal finis pada kesempatan keduanya tampil di Indonesia. Ia terjatuh di tikungan ke-13 saat lap kedelapan. Sementara itu, The Baby Alien mengalami highside saat sesi kualifikasi pada tahun lalu. (AFP/Sonny Tumbaleka)

Pagi di Sirkuit Ricardo Tormo terasa dingin, tetapi tidak menyurutkan antusiasme media yang bertahan untuk menyaksikan uji coba tersebut.

Para jurnalis berdesakan mencari posisi terbaik demi mendapatkan gambar pertama Marquez dengan motor barunya.

Momen itu menjadi satu di antara titik penting dalam sejarah MotoGP modern: Marc Marquez tidak lagi mengendarai Honda.

Pada satu titik, Marquez sempat mencatat waktu tercepat. Sorak sorai di media centre bahkan bisa membuat siapa pun mengira ia baru saja menjadi juara dunia.

Ia akhirnya menutup hari itu di posisi keempat. Marquez dijauhkan dari media, sementara bos Gresini, Michele Masini, juga terbatas dalam memberikan komentar.

Meski begitu, jelas bahwa hari tersebut menjadi kesuksesan besar, baik bagi Marquez maupun timnya.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait