Banyak yang Menganggap Bakal Pensiun dari MotoGP, Marc Marquez Justru Terlecut untuk Membuktikan Diri

Masa depan jangka panjang Marc Marquez di ajang MotoGP menjadi tidak pasti. Tapi eks pembalap yang kini menjadi penulis Mat Oxley berpikir bahwa pembicaraan soal Marc Marquez lebih baik pensiun akan menginspirasi pembalap Ducati itu untuk membuktikan keraguan orang lain salah.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 24 April 2026, 11:15 WIB
Marc Marquez saat naik podium kedua pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan jangka panjang Marc Marquez di ajang MotoGP menjadi tidak pasti. Tapi eks pembalap yang kini menjadi penulis Mat Oxley berpikir bahwa pembicaraan soal Marc Marquez lebih baik pensiun akan menginspirasi pembalap Ducati itu untuk membuktikan keraguan orang lain salah.

Kontrak Marc Marquez bersama Ducati akan berakhir pada pengujung MotoGP 2026, tetapi secara luas diyakini bahwa kakak Alex Marquez itu sejatinya telah memperpanjang kontraknya dengan Ducati selama dua tahun lagi.

Advertisement

Namun, durasi kontrak tersebut masih diperdebatkan dan belum ada pengumuman resmi. Ducati ingin sang juara bertahan berkomitmen pada kontrak dua tahun hingga 2028.

Tapi Marc Marquez ragu-ragu karena kondisi fisiknya. Marquez mengalami kerusakan signifikan pada bahu kanannya usai crash pada balapan MotoGP Mandalika 2025. Dia masih berjuang dengan masalah tersebut hingga sekarang.

Tanpa podium pada balapan hari Minggu pada MotoGP 2026 hingga saat ini, Marquez mengakui bahwa masalahnya adalah dirinya sendiri, bukan motor Desmosedici GP26, karena ia tidak dalam kondisi fisik 100 persen.

Hal ini, ditambah dengan ambiguitas situasi kontraknya, telah membuka kemungkinan untuk pensiun dari MotoGP.

 

 

 


Tidak Akan Pengaruhi Marc Marquez

Marc Marquez terjatuh di MotoGP Mandalika 2025, Minggu (5-10-2025). (Dok. motogp.com)

Ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo berpendapat Marc Marquez mungkin terpaksa pensiun karena cedera yang dialaminya.

Pembalap Spanyol itu telah mengalami beberapa cedera serius dalam kariernya, dan dia pasti akan berhati-hati setelah insiden terbarunya.

Marquez telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menghindari dirinya tidak lagi kompetitif. Oleh karena itu ia ingin menandatangani kontrak 1+1 tahun dengan Ducati dan melihat bagaimana perkembangannya di tahun 2027.

Marquez jelas mempertimbangkan masa depannya di MotoGP, tetapi Oxley tidak berpikir pembicaraan tentang pensiun akan memengaruhinya.


Marquez Justru Terinspirasi

Dalam kolomnya untuk MotorSport Magazine, Oxley percaya bahwa isu soal pensiun hanya akan menginspirasi Marc Marquez setiap kali ia memiliki momen keraguan.

Oxley memperkirakan juara dunia sembilan kali di semua kelas itu justru memiliki keinginan untuk membuktikan orang-orang salah.

"Inilah semangat pantang menyerah yang menjadi inti dari semua pembalap motor hebat, kekeraskepalaan yang membara yang membuat mereka ingin membuat para peragu menelan ludah sendiri," Oxley menuturkan. 

"Selalu seperti itu: John Surtees, satu-satunya pembalap yang memenangkan gelar MotoGP dan Formula 1, mengaitkan kesuksesannya – dan kesuksesan ayahnya yang juga pembalap – dengan kekeraskepalaan yang melekat dalam keluarga Surtees," tambahnya. 

 


Marquez Tidak Punya Ambisi Kejar Rekor Agostini

Marc Marquez pastikan titel juara dunia MotoGP 2025 di Sirkuit Motegi. (Toshifumi KITAMURA / AFP)

Seperti yang dicatat Oxley, Marquez mengatakan bahwa dia ingin balapan di era 850cc, yang dimulai pada MotoGP 2027. Pembalap Ducati ini percaya bahwa motor baru akan lebih menghargai bakat pembalap daripada motor generasi saat ini.

Namun, dia menyadari bahwa suatu hari nanti dia akan digantikan. Bahkan, Fermin Aldeguer sedang dipersiapkan oleh Ducati untuk menggantikan Marquez jika dia pensiun, meski kapan hari itu akan tiba saat ini belum diketahui.

Namun, satu hal yang jelas adalah Marquez tidak akan bertahan di MotoGP ini hanya untuk memenangkan lebih banyak gelar.

Dia hanya berjarak satu titel juara dunia lagi untuk meninggalkan rekor Valentino Rossi dan dua lagi dari rekor Giacomo Agostini, tetapi dia tidak terganggu oleh pencapaian tersebut.

"Saya rasa tidak baik untuk memiliki obsesi. Jika Anda terobsesi dengan sesuatu, Anda tidak akan mengelola segala sesuatunya dengan benar dan Anda tidak akan mencapai apa yang ingin Anda capai," Marquez menuturkan. 

"Jika Anda selalu memikirkan sesuatu, itu akan menjadi gangguan, gangguan negatif, dan Anda akan membuat keputusan yang salah," lanjutnya. 

Sumber: Motogpnews 

Berita Terkait