Timnas Italia Tersinggung dengan Wacana Gantikan Iran di Piala Dunia 2026: Tidak Pantas!

Timnas Italia direkomendasikan untuk menggantikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 oleh Paolo Zampolli, utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 23 April 2026, 20:55 WIB
Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Bola.com, Roma - Timnas Italia direkomendasikan untuk menggantikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 oleh Paolo Zampolli, utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Zampolli menyodorkan Italia kepada Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang dimuat oleh Financial Times dan memicu pro kontra di Negeri Pizza.

Advertisement

"Saya lahir di Italia dan akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar juara dunia, mereka punya sejarah besar yang bisa menjadi alasan untuk diikutsertakan," ujar Zampolli.

Zampolli tidak memiliki hubungan resmi dengan FIFA sebagai penyelenggara Piala Dunia 2026 maupun Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Dia menjabat sebagai utusan Trump untuk urusan Global Partnership.


Respons Dingin Italia

Bek Italia #03, Federico Dimarco, merayakan gol pertama timnya bersama penyerang Italia #09, Mateo Retegui, bek Italia #05, Riccardo Calafiori, dan gelandang Italia #08 Sandro Tonali selama pertandingan Grup A2 UEFA Nations League antara Prancis dan Italia di Parc des Princes di Paris pada 6 September 2024. (FRANCK FIFE/AFP)

Namun, media-media olahraga utama di Italia tidak memberi perhatian besar terhadap isu tersebut. Sebagian besar hanya menyinggungnya sekilas tanpa pembahasan panjang.

Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menolak tegas kemungkinan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa tiket ke Piala Dunia hanya bisa diraih melalui jalur resmi.

"Pertama, itu tidak mungkin. Kedua, itu tidak pantas. Anda lolos lewat lapangan," ujar Abodi dinukil dari Reuters.

Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, bahkan menyebut ide tersebut memalukan. Pemerintah Italia menunjukkan ketidaktertarikan terhadap wacana yang berkembang.


Undang Komentar Pelatih Senior

Pelatih senior Italia, Gianni De Biasi, juga menilai skenario itu sulit terjadi. Menurutnya, jika Iran absen maka logikanya pengganti akan berasal dari jalur kualifikasi yang sama.

"Selain itu, saya rasa Italia tidak membutuhkan dukungan Trump untuk urusan seperti ini. Saya pikir kami bisa mengurus diri," imbuhnya.

Jika Iran sampai dicoret, FIFA memiliki kewenangan menentukan pengganti berdasarkan regulasi turnamen. Namun, AFC diperkirakan akan mendorong wakil Asia sebagai pengganti, dengan Timnas Uni Emirat Arab disebut sebagai kandidat paling masuk akal.

Sumber: Reuters

Berita Terkait