Iran Balas Keras Usulan Utusan Trump yang Ingin Italia Gantikan Mereka di Piala Dunia 2026

Kedutaan Besar Iran di Italia melemparkan pernyataan menohok atas usulan Italia menggantikan mereka di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 April 2026, 15:30 WIB
Asisten pengundian, Tom Brady, Asisten pengundian, Shaquille O’Neal, Konduktor Samantha Johnson, Legenda FIFA, Rio Ferdinand, Asisten pengundian, Aaron Judge, dan Asisten pengundian, Wayne Gretzky berdiri di atas panggung saat Iran ditampilkan di layar selama Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Kevin Dietsch/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Ketegangan politik kembali menyeret sepak bola ke pusaran kontroversi. Kedutaan Besar Iran di Italia melontarkan respons keras setelah muncul usulan agar negaranya digantikan Italia di Piala Dunia 2026.

Gagasan itu datang dari utusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yakni Paolo Zampolli.

Advertisement

Zampolli menghubungi FIFA dan mengusulkan Italia diundang ke Piala Dunia 2026 sebagai pengganti Iran.

Padahal, Iran sudah lolos dan dijadwalkan tampil di fase grup. Mereka akan menjalani seluruh pertandingan Grup G di Amerika Serikat, menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Namun, Trump menyatakan tidak bisa menjamin keamanan pemain maupun suporter Iran selama berada di wilayah tuan rumah.


Usulan Kontroversial

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran membuat partisipasi Team Melli diselimuti ketidakpastian.

Kendati gencatan senjata sementara telah disepakati untuk meredam eskalasi militer, ketegangan di kawasan Selat Hormuz belum benar-benar mereda.

Situasi itu dinilai sulit selesai sebelum Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni.

Zampolli terang-terangan mendorong skenario penggantian. Ia menyebut telah menyampaikan usulan itu kepada Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

"Saya bisa mengonfirmasi telah menyarankan kepada Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Sebagai orang Italia, akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar, mereka punya sejarah dan reputasi untuk dibenarkan ikut," ujar Zampolli.


Pernyataan Balasan

Gelandang Iran #18 Amirhossein Hosseinzadeh merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2026 Grup A antara Iran dan Korea Utara di Kompleks Olahraga Azadi di Teheran pada 10 Juni 2025. (ATTA KENARE/AFP)

Pernyataan itu langsung mendapat penolakan keras dari Kedutaan Besar Iran di Italia. Melalui akun resmi mereka di platform X, diplomasi Iran menegaskan sepak bola tidak boleh dijadikan alat politik.

"Sepak bola milik rakyat, bukan milik politisi. Italia mencapai kejayaan di lapangan, bukan melalui keuntungan politik," tulis pernyataan tersebut.

Mereka juga menyebut upaya menyingkirkan Iran sebagai cerminan "kebangkrutan moral" Amerika Serikat.

"Upaya mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut pada kehadiran sebelas pemain muda Iran di lapangan."

Di tengah polemik itu, sinyal dari FIFA justru meredam spekulasi. FIFA dikabarkan tidak memiliki rencana mengganti peserta dengan Italia.

Meski belum mengeluarkan pernyataan resmi terbaru, pejabat FIFA merujuk pada komentar Presiden Gianni Infantino sebelumnya.

"Tim Iran pasti akan datang," kata Infantino.


Wacana Ganti Peserta

Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Selama konflik dengan Amerika Serikat belum mereda, spekulasi soal keikutsertaan Iran diperkirakan tetap berlanjut.

Namun, secara logika kompetisi, jika ada slot kosong, peluang lebih besar diberikan kepada negara Asia lain ketimbang Italia.

Beberapa laporan menyebut Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai kandidat pengganti yang lebih relevan secara regional. Bahkan di Italia sendiri, tidak semua pihak mendukung wacana tersebut.

Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menilai skenario itu sangat kecil kemungkinan terjadi. Ia bahkan mengaku tidak berharap opsi tersebut menjadi kenyataan.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait