Bola.com, Jakarta - Kabar buruk menghantam Tottenham Hotspur setelah gelandang andalan mereka, Xavi Simons, mengalami cedera serius. Pemain asal Belanda itu didiagnosis mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) saat menghadapi Wolverhampton Wanderers.
Cedera tersebut memaksa Simons mengakhiri musim lebih cepat dari yang diharapkan. Tidak hanya itu, ia juga dipastikan absen panjang dan harus mengubur impiannya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Belanda.
Kehilangan ini menjadi pukulan telak, baik bagi Tottenham maupun bagi Simons secara pribadi. Perannya di lini tengah cukup vital dalam skema permainan tim, terlebih di fase krusial musim.
Bagi sang pemain, situasi ini terasa sangat berat. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya melalui pernyataan emosional yang menggambarkan kondisi mentalnya saat ini.
Patah Hati dan Kehilangan Mimpi Piala Dunia
Simons tidak bisa menyembunyikan rasa terpukul setelah mengetahui cedera yang dialaminya. Ia mengaku kesulitan menerima kenyataan pahit tersebut.
“Mereka bilang hidup bisa kejam dan hari ini rasanya seperti itu. Musim saya berakhir secara tiba-tiba dan saya masih mencoba memprosesnya. Sejujurnya, saya patah hati. Semua ini tidak masuk akal.”
Absennya di Piala Dunia 2026 menjadi bagian tersulit yang harus ia terima. Kesempatan membela negaranya di panggung terbesar sepak bola dunia harus hilang begitu saja.
“Yang saya inginkan hanyalah berjuang untuk tim saya dan sekarang kemampuan itu direnggut dari saya... bersama dengan Piala Dunia. Mewakili negara saya musim panas ini... hilang begitu saja.”
Bangkit dengan Keyakinan dan Mental Baja
Meski dilanda kekecewaan, Simons berusaha tetap menunjukkan mentalitas kuat. Ia menegaskan akan tetap memberikan kontribusi bagi tim meski dari luar lapangan.
“Ini akan butuh waktu untuk berdamai dengan keadaan ini, tapi saya akan tetap menjadi rekan setim terbaik yang saya bisa. Saya tidak ragu bahwa bersama-sama kami akan memenangkan pertarungan ini.”
Ia juga menyatakan siap menjalani proses pemulihan dengan penuh keyakinan dan keteguhan hati.
“Saya akan menjalani jalan ini sekarang, dengan dipandu oleh keyakinan, dengan kekuatan, dengan ketangguhan, dengan kepercayaan, sambil menghitung hari untuk kembali ke lapangan.”