Bola.com, Jakarta - Kemenangan tipis diraih Chelsea saat menyingkirkan Leeds United dengan skor 1-0 pada semifinal yang digelar di Wembley, Minggu (26/4/2026). Hasil ini membawa The Blues melangkah ke partai puncak sekaligus menjaga asa meraih trofi musim ini.
Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Enzo Fernandez melalui sundulan di tiang jauh pada babak pertama. Aksi gelandang asal Argentina itu menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat.
Performa impresif tersebut sekaligus menjawab keraguan yang sempat mengiringi namanya sepanjang musim ini. Enzo sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah menerima sanksi larangan bermain akibat komentarnya terkait kemungkinan pindah ke Spanyol, di tengah rumor ketertarikan Real Madrid.
Namun, di tengah situasi tersebut, pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, justru menunjukkan kepercayaan penuh kepada Enzo dengan memberinya ban kapten.
Kepercayaan Penuh untuk Enzo Fernandez
McFarlane menegaskan bahwa keputusannya menjadikan Enzo sebagai kapten bukanlah hal yang sulit. Ia menilai sang gelandang memiliki kualitas kepemimpinan dan mentalitas pemenang.
“Saya tidak ragu menjadikannya kapten. Saya bahkan bilang kepadanya setelah pertandingan, ‘kamu memang suka mencetak gol di tiang jauh untuk saya’, dan dia hanya tertawa.”
“Dia melakukan itu dengan sangat baik, sudah sepanjang musim ini. Dia adalah pemenang, punya banyak talenta, punya daya juang besar, dan sangat penting bagi tim ini. Hal terbaik dari Enzo adalah dia bisa melakukan segalanya.”
“Ketika situasi sulit, Anda bisa melihat semangat juangnya. Dia mendorong tim, melakukan tekel, dan bertarung untuk setiap bola. Jadi hari ini dia luar biasa dan pantas menjadi pemain terbaik.”
Mentalitas Chelsea Kembali Terlihat
Kemenangan ini juga menjadi jawaban atas keraguan terhadap mentalitas skuad Chelsea. Sebelumnya, pergantian pelatih di tengah musim disebut terjadi karena ruang ganti kehilangan kepercayaan terhadap pelatih lama.
Namun, di laga ini, para pemain menunjukkan karakter dan determinasi yang diharapkan.
“Saya pikir karakter dan daya juang kami luar biasa. Taktik kadang bisa dikesampingkan, tapi semangat, situasi bola mati, dan karakter tim benar-benar menonjol.”
“Memang sempat dipertanyakan, mungkin ada benarnya. Tapi itulah versi terbaik kami dan kami harus menunjukkannya sesering mungkin. Ada banyak pemain dengan mental juara di ruang ganti dan saya senang kami menunjukkannya hari ini.”
Momen Spesial bagi Sang Pelatih
Bagi McFarlane, kemenangan di Wembley bukan hanya soal hasil, tetapi juga momen emosional dalam kariernya sebagai pelatih.
“Itu adalah hari terbaik dalam karier saya, sejauh ini. Keluarga saya ada di stadion dan mereka semua fans Chelsea sejak lama. Ini adalah hal yang selama ini hanya ada dalam mimpi.”
Dengan performa seperti ini, Chelsea menunjukkan bahwa mereka masih memiliki peluang besar untuk mengakhiri musim dengan catatan manis.