MU Disarankan Cantumkan Klausul Khusus untuk Michael Carrick: Liga Champions Jadi Parameter

Sejak mengambil alih posisi setelah pemecatan Ruben Amorim pada Januari 2026, Michael Carrick berhasil membawa tim tampil konsisten.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 April 2026, 17:30 WIB
Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick (kanan), bertepuk tangan dengan maskot Fred the Red menjelang dimulainya pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Brentford di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 28 April 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) dikabarkan semakin dekat menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala permanen. Performa impresif Carrick sejak ditunjuk sebagai pelatih interim menjadi alasan utama.

Sejak mengambil alih posisi setelah pemecatan Ruben Amorim pada Januari 2026, Michael Carrick berhasil membawa tim tampil konsisten.

Advertisement

Michael Carrick mencatatkan sembilan kemenangan dari 13 pertandingan, termasuk kemenangan penting atas Arsenal, Manchester City, dan Chelsea.

Kemenangan 2-1 atas Brentford juga memperkuat posisi MU di peringkat ketiga klasemen Premier League, semakin dekat ke tiket Liga Champions.


Saran Klausul Unik dari Agbonlahor

Gabriel Agbonlahor

Meski mendukung penunjukan Michael Carrick, mantan pemain Inggris, Gabby Agbonlahor, memberikan saran penting kepada manajemen MU.

Gabby Agbonlahor menyarankan agar klub menyertakan klausul khusus dalam kontrak Carrick, yang memungkinkan pemecatan jika gagal membawa tim lolos ke Liga Champions.

Dalam pernyataannya, Gabby Agbonlahor mengatakan: "Dia harus mendapatkan pekerjaan itu."

"Namun, mereka harus berhati-hati karena mereka sudah sering dirugikan, bukan? Apa yang sudah mereka bayarkan kepada para manajer baru-baru ini."

"Buat kontrak jangka pendek atau jika Anda memberinya kontrak 3-4 tahun, masukkan klausul di dalamnya. Jika Anda tidak mendapatkan Liga Champions, kami berhak memecat Anda. Saya pikir ini terjadi di banyak kontrak manajer," lanjutnya.


Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

MU memang mengalami kerugian besar akibat beberapa penunjukan pelatih sebelumnya. Salah satu contohnya adalah saat mereka harus membayar sisa kontrak Amorim senilai 10,05 juta pound setelah pemecatannya.

Gabby Agbonlahor menilai penting bagi klub untuk lebih berhati-hati dalam menyusun kontrak pelatih baru, termasuk Michael Carrick.

Meski demikian, Agbonlahor menilai klausul seperti itu kemungkinan tidak akan diterima oleh pelatih kelas dunia lainnya. Ia mencontohkan nama-nama seperti Luis Enrique, Carlo Ancelotti, hingga Pep Guardiola.

"Saya tidak berpikir Luis Enrique, jika dia akan mengambil kontrak dari Chelsea atau MU, akan mengizinkan klausul seperti itu," ujarnya.

"Bayangkan Pep Guardiola. Dia tidak akan menerima klausul seperti: 'Anda bisa memecat saya jika saya tidak lolos Liga Champions'," lanjutnya.

Menurutnya, pendekatan ini lebih masuk akal untuk pelatih seperti Michael Carrick, mengingat rekam jejaknya yang masih berkembang.

Agbonlahor menutup dengan mengatakan, "Kontrak jangka pendek, jika Anda tidak mendapatkan Liga Champions, mungkin kita berpisah."

Sumber: TalkSPORT


Persaingan di Premier League

Berita Terkait