Tekanan Fans Meningkat, FIFA Akan Kaji Ulang Harga Tiket Piala Dunia

FIFA akan melakukan evaluasi terhadap strategi penjualan tiket untuk Piala Dunia 2030

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 01 Mei 2026, 11:30 WIB
Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA akan melakukan evaluasi terhadap strategi penjualan tiket untuk Piala Dunia 2030 setelah menuai kritik tajam terkait lonjakan harga tiket pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Keputusan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal, Mattias Grafstrom usai Kongres FIFA di Vancouver. Ia mengakui bahwa tingginya harga tiket mencerminkan kondisi pasar di Amerika Utara, namun tetap membuka ruang evaluasi untuk turnamen berikutnya.

Advertisement

“Kami selalu memahami pendapat para penggemar. Ada berbagai kategori harga tiket, ada yang terjangkau, ada juga yang mahal. Namun tentu saja kami mendengarkan masukan dan akan meninjaunya untuk edisi berikutnya,” ujar Grafstrom.

Kritik keras datang dari organisasi suporter Football Supporters Europe yang menyebut struktur harga tiket sebagai pemerasan dan pengkhianatan besar terhadap fans.

Bahkan, FSE telah mengajukan gugatan ke Komisi Eropa terkait dugaan harga tiket yang berlebihan.


dynamic pricing

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan tersebut dengan menyebut tingginya harga sebagai dampak dari permintaan besar, terutama di Amerika Serikat. Ia juga menyinggung sistem dynamic pricing yang memungkinkan harga tiket naik atau turun tergantung pada pertandingan.

Sorotan terbesar tertuju pada harga tiket final yang akan digelar di MetLife Stadium. Dalam laporan terbaru, empat tiket untuk laga puncak tersebut sempat ditawarkan di platform penjualan ulang dengan harga mencapai 2 juta dolar AS per tiket, angka yang dinilai sangat tidak masuk akal oleh banyak pihak.

Selain itu, berbagai platform resale lainnya juga menunjukkan harga tiket final yang mencapai puluhan ribu dolar, semakin memperkuat kritik bahwa turnamen ini menjadi sulit dijangkau oleh penggemar biasa.

Menanggapi kekhawatiran bahwa harga tiket dapat merusak warisan turnamen, Grafstrom menegaskan bahwa pendapatan besar dari Piala Dunia yang diperkirakan mencapai 13 miliar dolar AS, akan dikembalikan untuk pengembangan sepak bola global melalui program FIFA Forward.

“Warisan sejati dari turnamen ini adalah bagaimana kami menggunakan pendapatan tersebut untuk mengembangkan sepak bola di seluruh dunia,” tambahnya.


Harga Tak Masuk Akal

Ilustrasi trofi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Fenomena harga tiket Piala Dunia 2026 kian memantik kontroversi. Di tengah antusiasme global menyambut turnamen akbar tersebut, sebuah fakta mencengangkan muncul terkait tiket laga final di MetLife Stadium.

Tiket partai puncak turnamen sepak bola terakbar tersebut dilaporkan dijual nyaris mencapai angka 2,3 juta dolar AS (sekitar Rp37 miliar) per lembar di platform resmi penjualan ulang FIFA.

Harga fantastis tersebut berlaku untuk empat kursi kategori reguler di tribune, tepatnya "Category One", area dengan posisi duduk paling dekat dengan lapangan di sisi kanan gawang.

Meski menawarkan sudut pandang yang sangat dekat dengan aksi pemain, kursi tersebut sejatinya tidak memberikan keunggulan signifikan dibanding ribuan kursi lain di stadion yang sama, terutama dalam melihat pertandingan secara menyeluruh.

Yang lebih mengejutkan, harga selangit tersebut tidak dibarengi fasilitas premium. Menurut laporan Sky News, tiket Category One itu tidak mendapatkan akses ke ruang VIP, layanan katering eksklusif, atau kesempatan bertemu pemain.

Nilai yang ditawarkan murni berasal dari lokasi duduk, sebuah gambaran ekstrem dari strategi komersialisasi yang kini diusung FIFA.

Sumber: CBS

 

Berita Terkait