Sudah Merasa Seperti di Rumah, Eks Mesin Gol PSS Sleman Ingin Jadi WNI

Yevhen Bokhashvili terbilang sudah lama berada di Indonesia, meski sempat juga berkarier sebentar di Malaysia dan Vietnam.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 03 Mei 2026, 09:45 WIB
Yevhen Bokhashvili mencetak 1 gol untuk PSS Sleman saat melumat RANS Nusantara FC 2-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (21/1/2023) malam. (Dok PSS)  

Bola.com, Jakarta - Mantan penyerang PSS Sleman asal Ukraina, Yevhen Bokhashvili, memendam hasrat yang sudah lama terpendam: Ingin menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Yevhen Bokhashvili terbilang sudah lama berada di Indonesia, meski sempat juga berkarier sebentar di Malaysia dan Vietnam.

Advertisement

Tiba di Indonesia pada 2019, Yevhen Bokhashvili kemudian bergabung dengan PSS Sleman. Ia menjadi pemain yang menonjol sebelum memutuskan terbang ke Malaysia, bergabung dengan Pahang, pada 2020.

Selama memperkuat Super Elang Jawa, Yevhen Bokhashvili hadir dalam 48 duel dengan torehan 13 gol.

Namanya cukup beken di Liga Indonesia. Soalnya, selain memperkuat PSS Sleman, kelahiran 5 Januari 1993 pernah juga berkostum Persipura Jayapura, Srwijaya FC, dan Persikas Subang.

Lewat kanal YouTube Bicara Bola belum lama ini, tukang gedor berusia 33 tahun blak-blakan ihwal alasannya ingin menjadi WNI.

"Ya, saya ingin. Saya sangat menginginkan banyak hal sebenarnya. Bermain sepak bola tentu saja salah satunya. Alasan lainnya, saya ingin tinggal di sini. Saya ingin menjadi warga negara Indonesia," kata Yevhen Bokhashvili.

"Karena jika saya orang Indonesia, maka saya punya lebih banyak kesempatan memberikan yang terbaik bagi Indonesia dan Indonesia dapat membantu saya mewujudkan mimpi saya," imbuh Yevhen Bokhashvili.


Mendapat Dukungan dari Keluarga

Pemain Persipura Jayapura, Yevhen Bokhashvili berusaha mengontrol bola saat laga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/2022 antara Persipura Jayapura melawan PS Barito Putera di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (23/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Menurut Yevhen Bokhashvili, keluarga besarnya juga mendukung keputusannya dan mengharapkan yang terbaik bagi eks pemain Timnas Ukraina U-21.

"Ya, keluarga sudah tahu kalau saya ingin stay di Indonesia. Keluarga saya sudah tahu rencana saya ini. Kerja di sini, main bola di sini. Keluarga juga tahu saya tidak bisa kembali ke Ukraina karena di sana ada perang," ujar Yevhen Bokhashvili.

Perang yang masih berkecamuk membuat keluarga Yevhen Bokhashvili eksodus ke Jerman.

"Keluarga saya ada di Jerman. Sudah empat tahun mereka di sana. Ayah saya sudah tua, umurnya di atas 60 tahun. Saudara saya yang lain, masih berusia 18 tahun," ungkapnya.

"Jerman sangat mendukung orang Ukraina, tapi orang Ukraina harus kerja atau melakukan sesuatu. Jadi di sana lebih aman," lanjutnya.


Rumah Kedua

Stiker anyar Persikas Subang untuk Liga 2 2024/2025, Yevhen Bokhasvili (Dok. Persikas Subang)

Indonesia, lebih jauh menurut Yevhen Bokhashvili, bukan sekadar tempat berkarier di lapangan hijau, melainkan juga sudah menjadi rumah kedua.

"Indonesia itu rumah kedua bagi saya. Pertama saya datang ke sini 2019 dan itu sudah enam tahun. Saya juga pernah stay di negara Eropa lainnya, tapi hanya satu tahun," tukasnya.

"Ukraina masih berperang. Tidak tahu kapan selesai. Saya harus memikirkan masa depan, tidak bisa menunggu dan menunggu. Itu mengapa harus ada opsi kedua, Indonesia sudah menjadi rumah kedua, saya suka di sini", pungkas Yevhen.

Berita Terkait