562 Atlet Muda Panahan Adu Kemampuan di MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026: Bersaing Kompetitif sejak Usia Dini

Final perebutan gelar juara MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026 berlangsung dalam tensi tinggi dan atmosfer yang sarat persaingan.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 02 Mei 2026, 22:45 WIB
MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026) hingga Sabtu (2/5/2026). (Bola.com/Dok. MilkLife)

Bola.com, Kudus - Ribuan anak panah melesat di ajang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah mulai Kamis (30/4/2026) hingga Sabtu (2/5/2026).

Ada 562 pemanah muda berbakat dari 120 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dar berbagai wilayah di Jawa Tengah yang bersaing kompetitif membidik sasaran demi mencuri poin tertinggi dan membawa pulang titel kampiun.

Advertisement

Pada edisi kali ini peserta turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife itu terbagi dalam lima kategori, di antaranya Nasional U-10, Nasional U-13, Nasional U-15, PVC U-10 dan PVC U-13. Anak-anak berkompetisi secara individu dan beregu untuk mengharumkan nama sekolah masing-masing di podium tertinggi.

“Kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan proses pembinaan atlet usia dini. Kami ingin memastikan atlet mendapatkan kesempatan bertanding secara konsisten sehingga aspek teknik, mental bertanding, dan rasa percaya diri dapat tumbuh secara optimal," ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

"MilkLife Archery Challenge tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi atlet muda untuk berkembang. Harapannya, dari turnamen ini lahir lebih banyak pemanah muda yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia,” lanjutnya.

Sementara  Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026, Vera Eka Wardani, menyebut cakupan usia peserta yang kian meluas semakin memperkuat ekosistem olahraga panahan di level grassroot.

“Pada seri ini kami telah melakukan penyesuaian dengan peraturan PB Perpani, yakni menggunakan kategori umur ‘Under’ sehingga lebih banyak atlet usia dini yang berpartisipasi. Harapannya agar semakin menumbuhkan kecintaan siswa pada olahraga panahan yang nantinya akan memperkuat keberlangsungan ekosistem olahraga panahan," ujar Vera.

"Dengan demikian, ke depan tercipta regenerasi atlet panahan yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi prestasi Indonesia, karena ditempa dengan turnamen yang kompetitif seperti MilkLife Archery Challenge sejak dini,” lanjutnya.


Ketenangan dan Spirit Kompetitif Kunci Naik Podium Tertinggi

Atlet Peraih Gold Medal MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026 di kategori Nasional U-10 Putri, Latisya Innara Surya Putri, dari SD Negeri 7 Wonogiri tengah membidik sasaran ketika tampil di pertandingan final. (Bola.com/Dok. MilkLife

Final perebutan gelar juara MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026 berlangsung dalam tensi tinggi dan atmosfer yang sarat persaingan.

Para finalis di kategori individu tampil penuh fokus, saling beradu presisi dan konsistensi dalam setiap bidikan demi mengumpulkan poin maksimal di tiap set.

Ketatnya perolehan angka membuat jalannya pertandingan semakin dramatis, setiap anak panah yang dilepaskan menjadi penentu penting menuju kemenangan.

Seperti yang dialami Ahmad Umar Al Fatih dari MIM Al Tanbih di kategori PVC U-13 Putra. Fatih, sapaannya, berhadapan dengan Muhammad Rajib Mahasin dari MIN Kudus dan meraih kemenangan dengan set poin 7-1 (118-109)

Kesabaran dan fokus yang ditampilkan Fatih saat di arena panahan menjadi modal utama kemenangannya pada seri ini. Fatih sudah tiga kali tampil dalam MilkLife Archery Challenge.

"Tahun ini lawannya luar biasa, semua pemainnya andal dan tepat sasaran. Namun, di final saya tetap tenang dan membidik dengan kesabaran. Saya ingin terus jadi juara, jadi latihan teknik dan mental itu perlu," kata Fatih.

Ketenangan juga diperlihatkan oleh Latisya Innara Surya Putri dari SD Negeri 7 Wonogiri yang menjadi pemenang di kategori Nasional U-10 Putri.

"Tadi sebelum bertanding, pelatih berpesan agar saya bisa rileks, jadi itu yang membuat saya lebih fokus saat final tadi. Meskipun baru kali ini masuk final, saya percaya diri buat bidik sasaran. Senang rasanya kali ini bisa membawa pulang medali emas," cerita pemanah cilik berusia 9 tahun itu.

 
 

Daftar pemenang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1

Dari kategori U-10 hingga U-15, baik nomor nasional maupun PVC, setiap peserta MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 menunjukkan fokus, ketekunan, dan keberanian untuk membidik prestasi tertinggi. (Bola.com/Dok.MilkLife)

 

Nasional U-15 Putri

  • Gold - Nadia Salsabila - SMP Islam Diponegoro Surakarta
  • Silver - Putri Gaby Denillo Julianto - SMP Negeri 1 Kebumen

Nasional U-15 Putra

  • Gold - Fathir Athailla Afandi - SMP Insan Gemilang
  • Silver - Althaf Rafi Syarif - SMP Muhammadiyah Plus Salatiga

Nasional U-13 Putri

  • Gold - Aisyah Aulia Syifaunnisa - MIN 2 Wonogiri
  • Silver - Naura Ulya Nur Asriati - MIN 2 Sukoharjo

Nasional U-13 Putra

  • Gold - Judistira Putra Wiarta - SD Umar Bin Khatab Juwana
  • Silver - Array Adhyasta Pranaja - SD Negeri Pati Kidul 01

Nasional U-10 Putri

  • Gold - Latisya Innara Surya Putri - SD Negeri 7 Wonogiri 
  • Silver - Azka Aulia Nurinnajwa - SD Islam Al Furqon

Nasional U-10 Putra

  • Gold - Ardifa Oceano Mahasin - SD Muhammadiyah 02 Bendan
  • Silver - Nurulli Hidayatulloh - SD Umar Bin Khatab Juwana

PVC U-13 Putri

  • Gold - Annahiza Qiana Syakira - SD Islam Terpadu Al Ihsan
  • Silver - Naura Ulya Nur Asriati - MIN 2 Sukoharjo

PVC U-13 Putra

  • Gold - Ahmad Umar Al Fatih - MIM Al Tanbih
  • Silver - Muhammad Rajib Mahasin - MIN Kudus

PVC U-10 Putri

  • Gold - Anindhita Keysia Sukmawardhana - MI NU Banat Kudus
  • Silver - Alesha Makaila Kheiran - SD Al Islam Pengkol

PVC U-10 Putri

  • Gold - Louis Kafabillah Hasan - SDUT Bumi Kartini Jepara
  • Silver - Ahmad Sholahuddin Yusuf Al Ayy - MIM Al Tanbih

Berita Terkait