Liberty Media Ungkap Lonjakan Pendapatan MotoGP di Kuartal Pertama 2026

Liberty Media merilis laporan keuangan MotoGP 2026, pendapatan naik tajam.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Mei 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi MotoGP 2026. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Pendapatan MotoGP mengalami kenaikan signifikan pada kuartal pertama 2026. Laporan keuangan terbaru Liberty Media menunjukkan pemasukan kejuaraan balap motor paling bergengsi itu naik 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan hingga 31 Maret 2026, pendapatan MotoGP tercatat mencapai 94 juta dolar AS. Angka tersebut meningkat dari 75 juta dolar AS pada kuartal pertama 2025.

Advertisement

Liberty Media resmi mengakuisisi MotoGP Sports Entertainment, sebelumnya bernama Dorna Sports, beserta seluruh asetnya, termasuk MotoGP dan World Superbike, dengan nilai 4,2 miliar euro pada 2024.

Pengaruh Liberty Media di paddock MotoGP makin terlihat sepanjang musim 2026. Satu di antara perubahan mencolok adalah pengambilalihan tim Tech3 oleh mantan bos Haas Formula 1, Guenther Steiner.

Selain itu, kerja sama baru dengan Quint turut memperluas layanan premium hospitality di MotoGP.


Kerugian Operasional Tetap Besar

Marc Marquez jadi pembalap tercepat yang melintasi garis finis dengan catatan waktu 19 menit 41,982 detik. Tampak dalam foto, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team asal Italia, Fabio Di Giannantonio (depan) saat Sprint Race MotoGP Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Sabtu 21 Maret 2026 waktu setempat atau Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. (EVARISTO SA/AFP)

Kendati pemasukan meningkat, biaya operasional MotoGP juga ikut melonjak.

Laporan Liberty Media menunjukkan biaya operasional naik dari 10 juta dolar AS menjadi 16 juta dolar AS. Sementara kerugian operasional tetap berada di angka 24 juta dolar AS.

Dalam laporan tersebut, Liberty Media menjelaskan kenaikan pendapatan terutama dipicu oleh meningkatnya biaya promotor balapan karena komposisi seri MotoGP yang berbeda dibanding musim lalu.

Pendapatan sponsor juga bertambah, terutama dari iklan di area lintasan dan masuknya sponsor baru. Namun, kondisi itu sebagian diimbangi penurunan pemasukan dari hak siar media.

Dari total pendapatan sebesar 94 juta dolar AS, sebanyak 83 juta dolar AS berasal langsung dari MotoGP.

Sisanya, 11 juta dolar AS, diperoleh dari World Superbike, layanan hospitality MotoGP, program pengalaman penggemar, dan peluang lisensi lainnya.

Namun, kategori pendapatan tambahan MotoGP itu justru mengalami penurunan selama tiga bulan pertama 2026.

Liberty Media juga menyebut meningkatnya kerugian operasional dipengaruhi naiknya biaya logistik dan bahan bakar akibat susunan kalender balap musim ini.


Bidik Ekspansi MotoGP

Derek Chang, Presiden dan CEO Liberty Media sebelum Grand Prix F1 Miami di Miami International Autodrome pada 4 Mei 2025 di Miami, Florida. (Rudy Carezzevoli/Getty Images via AFP)

CEO sekaligus Presiden Liberty Media, Derek Chang, menilai perusahaan memulai 2026 dengan tren positif, baik di Formula 1 maupun MotoGP.

"Liberty Media memulai 2026 dengan kuat, dengan momentum yang terus terjaga di Formula 1 serta implementasi strategi jangka panjang kami untuk MotoGP," kata Chang.

Menurut Chang, F1 1 masih menunjukkan kekuatan besar sebagai platform global dengan pertumbuhan audiens dan keterlibatan penggemar yang terus meningkat.

"Formula 1 terus menunjukkan kekuatan platform globalnya, dengan pertumbuhan audiens dan keterlibatan penggemar yang semakin dalam sehingga mendorong permintaan yang kuat di seluruh elemen komersial," ujarnya.

Chang juga melihat MotoGP memiliki ruang besar untuk terus berkembang secara bisnis.

"Kami antusias terhadap peluang besar untuk memperluas jangkauan komersial MotoGP dalam jangka panjang," katanya.

"Kami tetap fokus menjalankan strategi secara disiplin, berinvestasi pada brand kelas dunia kami, serta mengevaluasi berbagai peluang pengembangan modal demi memberikan nilai jangka panjang kepada para pemegang saham," lanjut Chang.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait