Donald Trump Ikut Kaget dengan Harga Tiket Piala Dunia 2026: Saya Juga Tak Mau Bayar

Harga tiket Piala Dunia 2026 jadi kontroversi, Presiden AS, Donald Trump, ikut mengkritik.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Mei 2026, 14:15 WIB
Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Harga tiket Piala Dunia 2026 kembali menuai sorotan di Amerika Serikat. Kali ini, Presiden AS, Donald Trump, ikut angkat bicara dan secara terbuka mengkritik mahalnya harga untuk menyaksikan laga pembuka Timnas Amerika Serikat.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu dimulai 11 Juni mendatang. Alih-alih membahas persaingan di lapangan, perhatian publik justru tertuju pada harga tiket yang dinilai terlalu mahal.

Advertisement

Dalam wawancara eksklusif bersama New York Post, Trump ditanya mengenai harga tiket pertandingan pertama Amerika Serikat melawan Paraguay di Stadion SoFi, Los Angeles.

Saat penjualan dibuka, tiket termurah dalam tiga kategori utama dipatok mulai 1.120 dolar AS (sekitar Rp19,4 juta).

Trump mengaku terkejut mendengar angka tersebut.

"Saya tidak tahu angkanya sebesar itu. Saya tentu ingin hadir di sana, tetapi jujur saja, saya juga tidak akan membayarnya," kata Trump.

Pernyataan itu cukup mengejutkan karena datang dari presiden negara tuan rumah turnamen.

Komentar Trump juga berpotensi menambah tekanan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Trump.


FIFA Bela Harga Tiket

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Infantino sebelumnya sudah berusaha mempertahankan kebijakan harga tiket FIFA.

Berbicara di acara Milken Institute Global Conference di Beverly Hills pekan ini, Infantino menilai harga tiket masih masuk akal jika dibandingkan dengan pasar hiburan di Amerika Serikat.

"Faktanya, 25 persen tiket fase grup tersedia dengan harga di bawah 300 dolar AS," kata Infantino.

"Di Amerika Serikat, Anda bahkan tidak bisa datang ke pertandingan kampus, apalagi acara olahraga profesional papan atas, dengan harga di bawah 300 dolar AS, dan ini adalah Piala Dunia," imbuhnya.

Infantino juga menyinggung pasar resale tiket.

Menurutnya, jika harga awal dibuat terlalu murah, tiket hanya akan dibeli kembali dan dijual dengan harga jauh lebih tinggi di pasar sekunder.


Keraguan Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara di Raymond F. Kravis Center for the Performing Arts di West Palm Beach, Florida, Jumat, 1 Mei 2026. (AP Photo/Matt Rourke)

FIFA bulan lalu mengonfirmasi sekitar lima juta tiket sudah terjual. Trump mengakui angka tersebut sangat sukses dan bahkan menyebutnya "memecahkan semua rekor".

Namun, Trump tetap mempertanyakan apakah masyarakat biasa benar-benar mampu membeli tiket tersebut.

"Kalau orang-orang dari Queens, Brooklyn, dan semua orang yang mencintai Donald Trump tidak bisa datang, saya akan kecewa," ujarnya.

"Saya ingin orang-orang yang memilih saya, bisa datang menonton," lanjut Trump.


Kongres AS Ikut Soroti FIFA

Tahap kedua dan ketiga penjualan tiket Piala Dunia 2026 juga akan mengikuti sistem undian yang dijadwalkan pada 27-31 Oktober dan setelah pengundian akhir pada 5 Desember 2025. (ULISES RUIZ/AFP)

Kritik terhadap FIFA ternyata tidak hanya datang dari Gedung Putih.

Anggota Kongres AS, Frank Pallone dan Nellie Pou, juga mengirim surat langsung kepada Infantino terkait kebijakan harga tiket.

Dalam surat tersebut, keduanya menilai FIFA mempertahankan harga tiket pada level tinggi secara artifisial, meski permintaan pasar untuk beberapa pertandingan mulai menurun.

"Harga dipertahankan tetap tinggi secara artifisial bahkan ketika pasar menunjukkan hal berbeda sehingga penggemar tidak mendapatkan manfaat penyesuaian harga ketika permintaan turun," isi surat tersebut.

Mereka juga mempertanyakan transparansi penjualan tiket FIFA.

"Pola harga tiket yang dipertanyakan ini memunculkan kekhawatiran serius mengenai keadilan, transparansi, dan potensi praktik penjualan yang menyesatkan."

Dengan turnamen yang makin dekat dan penjualan tiket beberapa pertandingan, termasuk laga pembuka Amerika Serikat, masih tertinggal dibanding pertandingan lain, tekanan terhadap FIFA diperkirakan akan terus meningkat.

Meski begitu, hingga kini Infantino belum menunjukkan tanda-tanda akan mengubah kebijakan harga tiket tersebut.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait