Akhir Sebuah Era, Mo Salah dan 6 Bintang Liverpool Berpotensi Pergi

Liverpool dikabarkan akan melakukan perombakan besar-besaran pada musim panas 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 09 Mei 2026, 21:30 WIB
Pemain Liverpool, Mohamed Salah melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Bournemouth dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Vitality Stadium, Bournemouth, Inggris, Sabtu (02/02/2025). (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Liverpool dikabarkan akan melakukan perombakan besar-besaran pada musim panas 2026. Manajer Arne Slot disebut siap membangun wajah baru The Reds setelah musim yang penuh perubahan.

Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan Premier League musim ini, Liverpool masih fokus mengamankan posisi Liga Champions. Namun di balik itu, rumor kepergian sejumlah pemain senior mulai semakin kuat.

Advertisement

Nama terbesar tentu saja Mohamed Salah dan Andrew Robertson. Keduanya sudah mengumumkan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim. Salah kini sedang mengalami cedera otot ringan, sementara Robertson mulai kehilangan tempat utama setelah kemunculan Milos Kerkez di sisi kiri pertahanan.

Situasi tersebut membuat kemungkinan laga terakhir mereka bersama Liverpool sudah terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan. Publik Anfield pun bersiap menghadapi perpisahan emosional dengan dua sosok penting era modern klub.


Siapa Lagi yang Hengkang?

Gelandang Jepang, Wataru Endo menjadi pemain Asia teranyar alias kelima yang mampu menjuarai Piala Liga Inggris. Ia menjadi suksesor Takumi Minamino di Liverpool setelah turut membawa Liverpool menjuarai Piala Liga Inggris 2023/2024 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di laga final lewat perpanjangan waktu. (AFP/Adrian Dennis)

Selain itu, Wataru Endo juga disebut berpotensi hengkang. Gelandang asal Jepang itu terakhir tampil pada Februari lalu dan Arne Slot mengungkapkan bahwa Endo akan absen cukup lama hingga akhir musim.

Nasib serupa juga mengarah kepada Harvey Elliott dan Kostas Tsimikas. Keduanya disebut tidak masuk dalam rencana Slot untuk musim depan dan diprediksi akan dijual demi mendanai transfer pemain baru.

Sementara itu, Federico Chiesa kesulitan mendapat tempat di skuad utama. Meski sudah tampil dalam 24 pertandingan, total menit bermainnya hanya mencapai 281 menit karena lebih sering duduk di bangku cadangan. Chiesa juga dikabarkan ingin kembali ke Serie A setelah gagal mendapatkan peran penting di bawah Slot.

Satu nama lain yang mengejutkan adalah Alisson Becker. Kiper utama Liverpool itu terus dikaitkan dengan raksasa Italia, Juventus. Cedera yang dialami Giorgi Mamardashvili membuat Freddie Woodman beberapa kali tampil menggantikan Alisson dalam laga terakhir Liverpool.


Legenda Soroti Kesalahan Transfer

Aksi Alexander Isak dalam laga Liverpool vs Atletico Madrid di Liga Champions 2025/2026, Kamis (18/9/2025). (AP Photo/Jon Super)

Mantan pemain Liverpool, Jason McAteer, menilai keputusan transfer The Reds musim panas lalu telah merusak kultur ruang ganti yang sebelumnya dibangun bertahun-tahun oleh Jurgen Klopp.

Setelah menjuarai Premier League, Liverpool melakukan perombakan besar skuad dengan mendatangkan delapan pemain baru dan melepas sejumlah nama penting. Trent Alexander-Arnold, Luis Diaz, dan Darwin Nunez menjadi beberapa pemain utama yang hengkang.

Sebagai gantinya, Liverpool merekrut pemain seperti Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, hingga Alexander Isak. Namun perubahan besar tersebut dinilai belum berjalan mulus di bawah pelatih Arne Slot.


Pemain Akademi Dilepas

McAteer menyoroti keputusan klub yang juga membiarkan beberapa pemain pelapis dan jebolan akademi pergi di saat skuad sedang mengalami transisi besar. Menurutnya, pemain seperti Jarell Quansah, Conor Bradley, Tyler Morton, dan Harvey Elliott punya peran penting dalam menjaga identitas ruang ganti Liverpool.

Ia menilai keberadaan pemain-pemain yang sudah memahami budaya klub sangat penting, terutama ketika banyak wajah baru datang dalam waktu bersamaan. Menurut McAteer, hilangnya keseimbangan tersebut menjadi salah satu alasan performa Liverpool musim ini tidak sekuat era Klopp.

Berita Terkait