Xabi Alonso Menyesali Keputusan Melatih Real Madrid

Xabi Alonso dikabarkan menyesal menerima tawaran melatih Real Madrid.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Mei 2026, 09:15 WIB
Pelatih Real Madrid yang baru saja ditunjuk, Xabi Alonso, memberikan keterangan dalam presentasi resminya di Real Madrid Sports City di Valdebebas, dekat Madrid, pada 26 Mei 2025. (Thomas COEX/AFP)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Xabi Alonso menerima tawaran melatih Real Madrid kini disebut-sebut menjadi penyesalan besar dalam kariernya.

Situasi di Santiago Bernabeu yang terus memburuk sepanjang musim membuat pelatih asal Spanyol itu diyakini mulai mempertanyakan langkah yang ia ambil tahun lalu.

Advertisement

Musim Real Madrid berjalan jauh dari harapan. Kondisi tim makin panas setelah insiden antara Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde awal pekan ini. Bentrokan keduanya bahkan membuat Valverde harus dilarikan ke rumah sakit.

Padahal, saat Alonso datang menggantikan Carlo Ancelotti pada musim panas tahun lalu, ekspektasi terhadap Madrid begitu tinggi.

Manajemen klub berharap mantan pelatih Bayer Leverkusen itu mampu menghentikan dominasi Barcelona di La Liga sekaligus membawa Los Blancos memburu gelar ke-16 Liga Champions.


Alonso Sesali Keputusan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampak kecewa setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi tuan rumah Girona pada laga lanjutan La Liga 2025/2026 di Montilivi, Senin (1/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Alonso sempat memberi harapan ketika memenangkan El Clasico pertamanya dengan skor 2-1 di Santiago Bernabeu. Namun, kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol menjadi titik balik yang menghancurkan posisinya.

Beberapa hari setelah laga itu, Alonso sepakat berpisah dengan Real Madrid melalui keputusan bersama.

Menurut Cadena SER, Alonso kini menyesali keputusan menerima pekerjaan di Real Madrid, tahun lalu. Sebelum menuju Bernabeu, ia sebenarnya sempat menolak tawaran dari Liverpool dan Bayern Munchen.

Dalam penilaiannya sekarang, Alonso merasa kepulangannya ke Real Madrid terjadi terlalu cepat. Ia menganggap situasi yang berkembang musim ini menjadi bukti bahwa waktu itu belum tepat baginya kembali sebagai pelatih kepala klub.


Awal Keretakan Tim

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berjalan bersama para pemainnya saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Estadio de Vallecas, Spanyol, Minggu (9/11/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Kepergian Alonso juga disebut menjadi awal retaknya hubungan di ruang ganti Real Madrid. Ketegangan internal yang memuncak lewat insiden Tchouameni dan Valverde disebut mulai muncul sejak Alonso meninggalkan klub, Januari lalu.

Sejumlah pemain dikabarkan kecewa dengan keputusan klub melepas pelatih berusia 44 tahun tersebut. Namun, ada pula pemain yang justru senang melihat Alonso pergi dari Bernabeu.

Kendati peluang kembali ke Real Madrid masih mungkin terbuka pada masa depan, untuk saat ini Alonso diyakini sudah menutup lembaran itu. Ia mulai memikirkan pekerjaan berikutnya, yang bisa datang secepat musim panas ini.

Satu di antara kemungkinan berasal dari mantan klubnya, Liverpool. Alonso disebut berpeluang kembali ke Anfield apabila manajemen The Reds memutuskan berpisah dengan Arne Slot.

 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait