Luis Suarez Siap Comeback ke Timnas Uruguay demi Piala Dunia 2026: Saya Sudah Minta Maaf

Luis Suarez membatalkan pengunduran diri dari Timnas Uruguay menjelang Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Mei 2026, 17:30 WIB
Pemain Uruguay, Luis Suarez (tengah) bersama ketiga anaknya melambaikan tangan kepada para penonton saat acara perpisahannya dengan Timnas Uruguay sebelum laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Paraguay yang berlangsung di Stadion Centenario, Montevideo, Uruguay, Sabtu (07/09/2024) WIB. (AFP/Dante Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Penyerang veteran, Luis Suarez, membuka peluang kembali memperkuat Timnas Uruguay menjelang Piala Dunia 2026, meski sebelumnya telah menyatakan pensiun dari sepak bola internasional lebih dari 18 bulan lalu.

Striker berusia 39 tahun itu terakhir kali membela Uruguay pada September 2024. Saat itu, Suarez merasa sudah waktunya mengakhiri perjalanan panjang selama 17 tahun bersama timnas.

Advertisement

Suarez meninggalkan Uruguay dengan status pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negaranya setelah mengoleksi 69 gol dari 143 pertandingan.

Namun, situasi berubah beberapa bulan setelah pengumuman pensiunnya. Pada Oktober 2024, penyerang Inter Miami itu sempat mengkritik atmosfer di timnas di bawah arahan pelatih Marcelo Bielsa.

Ketika itu, Suarez mengaku terluka dengan budaya yang dibangun Bielsa dan memperingatkan bahwa para pemain bisa mencapai titik jenuh.


Siap Kembali

Striker Uruguay Luis Suarez bereaksi selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Amerika Selatan di Stadion Centenario, Montevideo, pada Sabtu (7/9/2024) pagi WIB. (Eitan ABRAMOVICH / AFP)

Kini, Suarez mengisyaratkan dirinya siap kembali jika Uruguay membutuhkan tenaganya di Piala Dunia 2026.

"Saya tidak akan pernah mengatakan tidak kepada tim nasional jika mereka membutuhkan saya, apalagi dengan Piala Dunia yang sudah dekat," kata Suarez kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita EFE.

"Pada saat itu saya mundur untuk memberi jalan kepada generasi muda. Saya mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak saya katakan. Saya sudah meminta maaf kepada pihak-pihak yang memang harus saya mintai maaf," ungkapnya.

Suarez juga menegaskan dirinya masih memiliki semangat untuk terus bermain di level tertinggi.

"Saya masih punya adrenalin itu, masih punya keinginan untuk terus bermain," ujar mantan striker Liverpool, Barcelona, dan Atletico Madrid tersebut.

"Anda akan sadar kalau masih ada sedikit tenaga tersisa dalam diri Anda. Masih ada dorongan untuk terus bersaing."

"Anda bisa melihatnya di lapangan ketika saya masih marah setelah kalah atau ketika operan tidak berjalan baik. Dan saya juga masih menikmati momen saat mencetak gol," ujar Suarez yang saat ini bermain di MLS bersama Inter Miami itu.


Karier Suarez

Selebrasi striker Timnas Uruguay, Luis Suarez mecetak gol penyeimbang 2-2 ke gawang Timnas Kanada pada laga perebutan tempat ketiga Copa America 2024 di Bank of America Stadium, Charlotte, Amerika Serikat, Minggu (14/7/2024) pagi WIB. (AP Photo/Jacob Kupferman)

Suarez memperpanjang kontraknya bersama Inter Miami pada Desember lalu untuk satu musim tambahan. Pada musim ini, dia telah mencetak dua gol dari delapan penampilan.

Keputusan Suarez pensiun dari timnas pada 2024 mengikuti langkah Edinson Cavani yang lebih dulu mengakhiri karier internasionalnya dua tahun sebelumnya.

Saat ini, Darwin Nunez menjadi pencetak gol aktif terbanyak Uruguay dengan koleksi 13 gol.

Karier Suarez bersama Uruguay dipenuhi berbagai momen besar sekaligus kontroversi. Dia tampil di sembilan turnamen mayor dan menjadi bagian penting saat Uruguay menjuarai Copa America 2011.

Pada turnamen itu, Suarez mencetak empat gol, termasuk dua gol di semifinal dan satu gol di final. Penampilannya membuat dia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen ketika Uruguay meraih gelar Copa America ke-15 mereka.


Insiden Kontroversial

Giorgio Chiellini (kiri) mengklaim bahwa ia digigit oleh Luis Suarez (kanan) dalam pertandingan babak penyisihan antara Italia dan Uruguay Piala Dunia FIFA 2014 grup D di Estadio Arena das Dunas di Natal, Brasil, 24 Juni 2014. EPA / Emilio Lavandeira JR

Di Piala Dunia 2010, Suarez mencetak tiga gol dan membawa Uruguay melaju hingga semifinal untuk pertama kalinya sejak 1970.

Satu di antara momen paling kontroversial terjadi saat perempat final melawan Ghana. Suarez mendapat kartu merah setelah menepis bola menggunakan tangan untuk menggagalkan peluang gol di menit akhir babak tambahan waktu.

Eksekusi penalti Asamoah Gyan kemudian gagal, dan Uruguay akhirnya lolos lewat adu penalti.

Kontroversi lain muncul di Piala Dunia 2014 ketika Suarez menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, pada fase grup.

Insiden itu membuat Suarez dijatuhi larangan tampil dalam sembilan pertandingan internasional dan harus melewatkan sisa Piala Dunia 2014 serta Copa America 2015.


Menggigit Lagi

Striker Liverpool asal Uruguay, Luis Suarez (kanan), bentrok dengan bek Chelsea asal Serbia, Branislav Ivanovic (kiri) setelah terlihat menggigit pemain Chelsea tersebut dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Liverpool dan Chelsea di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 21 April 2013. (FOTO AFP/ANDREW YATES)

Itu menjadi kasus gigitan ketiga dalam karier Suarez, sebelumnya dia juga pernah dihukum akibat menggigit Otman Bakkal saat membela Ajax dan Branislav Ivanovic ketika bermain untuk Liverpool.

Suarez kemudian kembali membantu Uruguay lolos ke Piala Dunia 2018 dan mencetak dua gol di turnamen tersebut saat negaranya mencapai babak perempat final.

Setelah itu, dia masih tampil di empat turnamen besar lain bersama Uruguay, yakni Piala Dunia 2022 serta Copa America 2019, 2021, dan 2024.

Pada Copa America 2024, Suarez lebih sering tampil sebagai pemain pengganti di bawah Marcelo Bielsa. Dia tampil empat kali dari bangku cadangan dan mencetak satu gol pada laga perebutan tempat ketiga.

 

Sumber: The Athletic

Berita Terkait