Bola.com, Jakarta - Musim panas 2026 diperkirakan menjadi satu di antara periode paling sibuk di sepak bola Eropa. Bursa transfer pemain, pergantian pelatih, hingga konflik internal klub-klub besar membuat banyak keputusan penting masih menggantung.
Satu di antara sorotan datang dari Real Madrid. Situasi klub raksasa Spanyol itu disebut memanas setelah muncul kabar bentrokan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde dalam sesi latihan tim.
Laporan yang beredar menyebut Valverde mengalami "cedera otak serius", sementara Madrid sudah mengonfirmasi adanya penyelidikan internal terkait insiden tersebut.
Kasus itu diyakini bisa berdampak langsung pada aktivitas transfer musim panas nanti.
Satu di antara pemain yang terlibat disebut berpeluang dilepas, situasi yang dianggap menguntungkan bagi Manchester United. Setan Merah belakangan dikabarkan tertarik merekrut Tchouameni.
Penilaian ke Alonso Dipertanyakan
MU memang sedang bersiap merombak lini tengah. Casemiro akan hengkang pada akhir musim, sementara Manuel Ugarte juga mulai dikaitkan dengan pintu keluar Old Trafford, meski baru dua tahun memperkuat Setan Merah.
Keberhasilan MU mengamankan tiket Liga Champions musim depan membuat kondisi finansial klub diperkirakan lebih longgar untuk belanja pemain.
Namun, polemik Valverde juga dinilai bisa memengaruhi keputusan Liverpool terkait masa depan kursi pelatih.
Nama Xabi Alonso kembali masuk pembahasan. Alonso sempat mendapat banyak kritik setelah masa singkatnya menangani Madrid.
Pelatih asal Spanyol itu direkrut seusai membawa Bayer Leverkusen tampil impresif, tetapi hanya bertahan sampai Januari, sebelum diberhentikan oleh raksasa Spnyol tersebut.
Banyak pihak sebelumnya menganggap kegagalan itu membuktikan Alonso belum siap menangani klub sebesar Madrid. Namun, munculnya kabar konflik di ruang ganti membuat penilaian tersebut mulai dipertanyakan.
Peringatan untuk Liverpool
Hubungan antarpemain di skuad Madrid disebut tidak harmonis sepanjang musim sehingga masalah utama dinilai bukan berada pada Alonso seorang.
Alonso juga dianggap berada dalam situasi sulit sejak awal karena harus menangani skuad yang dipenuhi ego besar dan gagal menunjukkan kebersamaan di lapangan.
Itulah mengapa, enam bulan kariernya di Madrid dinilai tidak layak dijadikan tolok ukur untuk meremehkan pekerjaannya bersama Leverkusen.
Di Jerman, Alonso justru membangun reputasi sebagai satu di antara pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Kendati Arne Slot sukses mempersembahkan gelar liga musim lalu, Alonso disebut memiliki kapasitas untuk menjadi sosok penting dalam perkembangan kepelatihan sepak bola Eropa dalam satu dekade ke depan.
Liverpool pun dinilai tak boleh membiarkan klub lain lebih dulu memanfaatkan potensinya.
Sumber: Express