Gol West Ham ke Gawang Arsenal yang Dianulir Picu Seruan Perubahan Aturan di Premier League

Gol West Ham dianulir pada laga kontra Arsenal, mantan wasit desak Premier League mengubah aturan sepak pojok.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Mei 2026, 17:20 WIB
Callum Wilson dari West Ham, tengah, mencetak gol yang kemudian dibatalkan setelah peninjauan video selama pertandingan Liga Inggris antara West Ham dan Arsenal di London, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto AP/Ian Walton)

Bola.com, Jakarta - Mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, meminta perubahan aturan sepak pojok setelah drama gol dianulir mewarnai kekalahan West Ham United dari Arsenal di Stadion London, Minggu (10-5-2026) malam WIB.

West Ham yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi sempat mengira berhasil merebut satu poin penting pada detik-detik akhir pertandingan.

Advertisement

Callum Wilson mencetak gol penyama kedudukan usai situasi sepak pojok.

Namun, setelah pemeriksaan VAR berlangsung cukup lama, gol tersebut akhirnya dianulir karena wasit menilai Pablo melakukan pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya.

Keputusan itu langsung memicu perdebatan luas. Bahkan, sejumlah pihak menyebutnya sebagai keputusan VAR paling kontroversial sejak teknologi tersebut mulai digunakan di sepak bola Inggris pada musim 2019/2020.

 


Penjelasan Premier League

Kiper Arsenal, David Raya, berusaha menjangkau bola di depan gawang dalam pertandingan Liga Inggris antara West Ham United FC melawan Arsenal FC di Stadion London Stadium, London timur, pada 10 Mei 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Premier League kemudian menjelaskan alasan pembatalan gol tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial.

"Setelah peninjauan VAR, wasit membatalkan keputusan awal gol untuk West Ham United," tulis Premier League.

"Pengumuman wasit: Setelah peninjauan, pemain nomor 19 West Ham melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang. Keputusan akhir adalah tendangan bebas langsung."

Cann, yang pernah bertugas pada final Piala Dunia 2010 dan final Liga Champions bersama mantan wasit Howard Webb, menilai keputusan tersebut sudah tepat.

"Itu pelanggaran dari Pablo yang memegang lengan David Raya dan jelas menghalangi pergerakannya," kata Cann kepada BBC Radio 5 Live.

"Selain itu, bajunya juga ditarik oleh Jean-Clair Todibo."

"Sayangnya memang terasa menyakitkan bagi West Ham karena terjadi di akhir pertandingan, tetapi itu tetap pelanggaran. Itu intinya."

 


Aturan Sepak Pojok Diubah

Para pemain mengajukan banding kepada wasit Chris Kavanagh setelah ia membatalkan gol Callum Wilson dari West Ham selama pertandingan Liga Inggris antara West Ham dan Arsenal di London, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto AP/Ian Walton)

Cann menjelaskan Raya sebenarnya berusaha menangkap bola, bukan meninju bola keluar. Namun, kontak fisik dari Pablo membuat sang kiper tidak bisa bergerak bebas.

"Lengannya berada di depan Raya, tetapi yang paling penting dia memegang lengan Raya. Raya tidak bisa menangkap bola karena pergerakannya benar-benar terhalang," jelas Cann.

Belakangan, Cann kembali membahas insiden tersebut saat tampil di program "Match of the Day". Ia menilai sudah waktunya aturan sepak pojok diubah setelah musim ini dipenuhi banyak keputusan kontroversial.

"Saya merasa waktunya sudah tiba untuk mengubah aturan, yakni tidak boleh ada pemain menyerang di area enam yard sebelum sepak pojok diambil," usulnya.

Ia membandingkan aturan itu dengan situasi tendangan gawang, ketika penyerang tidak diizinkan masuk kotak penalti sebelum bola dimainkan.

"Pada situasi sepak pojok, pemain menyerang seharusnya juga tidak boleh berada di area enam yard sebelum bola aktif," ujar Cann.

"Hal itu akan menciptakan jarak alami dan memberi ruang bagi penjaga gawang sehingga kita tidak terus-menerus memperdebatkan situasi seperti ini."

 


Duel Fisik

Sebuah layar LED menampilkan pesan VAR selama pertandingan sepak bola English Premier League antara West Ham United dan Arsenal di Stadion London, London Timur pada 10 Mei 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Cann juga menyoroti banyaknya duel fisik saat sepak pojok, bahkan sebelum bola dimainkan.

"Banyak tim saling tarik dan bergulat sebelum bola aktif. Wasit juga tidak bisa memberikan penalti atau tendangan bebas tidak langsung jika bola belum dimainkan," katanya.

"Kalau aturan itu diterapkan, situasi seperti ini bisa dihilangkan," katanya lagi.

Pembatalan gol Wilson membuat posisi West Ham makin terancam dengan hanya menyisakan dua pertandingan musim ini.

Tottenham Hotspur yang berada di peringkat ke-17 berpeluang memperlebar jarak menjadi empat poin apabila mengalahkan Leeds United, Selasa (12-5-2026) dini hari WIB.

Di sisi lain, Arsenal kini tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengamankan gelar Premier League pertama sejak 2004. Manchester City memang masih memiliki satu pertandingan lebih banyak, tetapi saat ini tertinggal lima poin dari Meriam London.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait