Lagi Menganggur, Claudio Ranieri Lempar Kode Siap Menangani Timnas Italia

Claudio Ranieri berbicara mengenai masa depan ketika menghadiri acara Gianni Di Marzio Awards dan memberikan sinyal dirinya siap kembali menerima tantangan baru.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 12 Mei 2026, 10:30 WIB
Claudio Ranieri tak bisa menghindari pemecatan Inter (c) AFP

Bola.com, Jakarta - Claudio Ranieri membuka peluang untuk bergabung dengan Timnas Italia, baik sebagai pelatih maupun direktur. Pelatih asal Italia itu mengaku kini berada dalam posisi bebas setelah sempat menolak tawaran untuk itu saat bekerja di AS Roma.

Claudio Ranieri berbicara mengenai masa depan ketika menghadiri acara Gianni Di Marzio Awards dan memberikan sinyal dirinya siap kembali menerima tantangan baru.

Advertisement

Claudio Ranieri menjelaskan sebelumnya pernah menolak kesempatan bergabung dengan Timnas Italia karena masih memiliki pekerjaan di AS Roma.

"Saya pernah mengatakan tidak kepada Italia karena saya masih punya pekerjaan di Roma dan tidak mungkin menjalani dua pekerjaan sekaligus," ujar Ranieri kepada Sky Sport Italia.

"Pada saat ini saya bebas, jadi jika ada yang menelepon, kenapa tidak? Jangan pernah bilang tidak mungkin," lanjut pelatih asal Italia itu.

Ketika ditanya apakah dirinya bersedia menjadi pelatih kepala dan hanya direktur tim nasional, Claudio Ranieri memberikan jawaban tegas. "Saya tidak tahu, ketika negara memanggil Anda, maka Anda menjawab ya, itu saja," ujarnya.

 
 

Italia Cari Sosok Kebangkitan Setelah Gagal di Piala Dunia

Pemain Timnas Italia tertunduk lesu setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena kekalahan ini. (AP Photo/Armin Durgut)

Beberapa laporan menyebut Claudio Ranieri menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan membantu membangkitkan Italia setelah kegagalan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Gli Azzurri diketahui gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, situasi yang memicu banyak kritik terhadap federasi dan sistem sepak bola Italia.

Cladio Ranieri dianggap memiliki pengalaman dan karakter yang tepat untuk membangun kembali mentalitas tim nasional. Meski sudah beberapa kali menyatakan pensiun, ia tetap menjadi sosok yang dihormati di dunia sepak bola Eropa.

Sebelumnya, Ranieri juga sempat menjabat sebagai direktur di AS Roma hingga akhirnya berpisah akibat perbedaan pandangan dengan pelatih Gian Piero Gasperini.


Leicester City Tetap Jadi Bagian Penting Karier Ranieri

Claudio Ranieri. Pelatih asal Italia yang kini berusia 70 tahun ini merebut gelar Manager of The Season di Liga Inggris musim 2015/2016 bersama Leicester City yang dibesutnya Juli 2015 hingga Februari 2017. Seperti dongeng, The Foxes dibawanya juara Liga Inggris musim tersebut. (AFP/Adrian Dennis)

Nama Claudio Ranieri akan selalu dikenang oleh Leicester City setelah membawa klub itu menjuarai Premier League secara sensasional satu dekade lalu.

Namun, kini situasi Leicester berubah drastis setelah klub tersebut terdegradasi ke divisi ketiga sepak bola Inggris.

“Di Inggris, Leicester dianggap sebagai klub yo-yo, naik dan turun di antara dua divisi teratas,” kata Ranieri.

“Sangat disayangkan mereka kini turun ke divisi ketiga. Saya akan segera pergi ke Leicester untuk perayaan 10 tahun gelar Premier League, dan para fans sangat peduli untuk menghidupkan kembali atmosfer itu,” lanjutnya.


Ranieri Puji Enzo Maresca

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage di London pada tanggal 20 April 2025. (Glyn KIRK/AFP)

 

Dalam kesempatan yang sama, Claudio Ranieri juga berbicara mengenai Enzo Maresca. Ia mengungkapkan Enzo Maresca beberapa kali meminta saran kepadanya sebelum menerima pekerjaan di Leicester maupun Chelsea.

Ranieri pun memuji perkembangan karier pelatih muda asal Italia tersebut.

“Maresca adalah salah satu pelatih muda paling menjanjikan yang kami miliki dan saya berharap dia tetap bertahan di Inggris,” ujar Ranieri.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait