5 Alasan Inggris Bisa Juara Piala Dunia 2026 Bersama Thomas Tuchel

Berikut lima alasan Timnas Inggris bisa meraih trofi Piala Dunia 2026 di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Mei 2026, 14:00 WIB
Ilustrasi Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 tinggal menghitung pekan. Menjelang laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni mendatang, perdebatan mengenai calon juara mulai memanas.

Satu di antara negara yang masuk daftar unggulan itu adalah Inggris. Tim berjuluk The Three Lions itu berambisi mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 1966.

Advertisement

Di bawah arahan Thomas Tuchel, Inggris akan datang ke Amerika Utara dengan status kandidat kuat juara.

Sportsmole kemudian membeberkan lima alasan mengapa Inggris dinilai punya peluang besar mengangkat trofi di final yang akan digelar di New Jersey pada 19 Juli nanti.

Berikut ulasannya. 


1. Pengalaman Thomas Tuchel

Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel menerapkan strategi aneh untuk dua laga FIFA Matchday menjelang Piala Dunia 2026. (AFP/Paul Ellis)

Thomas Tuchel dianggap sebagai satu di antara pelatih terbaik di sepak bola dunia saat ini. Pengalaman dan rekam jejaknya di level elite menjadi satu di antara alasan utama Inggris layak diperhitungkan.

Pelatih asal Jerman itu pernah memenangi DFB-Pokal bersama Borussia Dortmund, meraih sejumlah gelar Liga Prancis dan piala domestik ketika menangani Paris Saint-Germain, hingga membawa Bayern Munchen menjuarai Bundesliga.

Namun, pencapaian yang paling banyak mendapat sorotan datang saat ia membawa Chelsea menjuarai Liga Champions 2020/2021.

Saat itu Chelsea tidak difavoritkan, tetapi mampu menyingkirkan Atletico Madrid dan Real Madrid sebelum mengalahkan Manchester City 1-0 di final.

Pengalaman mengantar tim yang tidak terlalu diunggulkan menuju gelar juara bisa menjadi modal penting bagi Inggris untuk menghadapi tim-tim besar seperti Spanyol dan Prancis yang dianggap memiliki kualitas skuad lebih matang.


2. Rekor Sempurna

(Dari kiri ke kanan) Bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, gelandang Inggris #17 Curtis Jones, gelandang Inggris #10 Jude Bellingham, dan penyerang Inggris #11 Marcus Rashford, (dari kiri ke kanan) gelandang Inggris #04 Declan Rice, penyerang Inggris #09 Harry Kane, bek Inggris #23 Myles Lewis-Skelly, dan gelandang Inggris #07 Phil Foden, berpose untuk foto bersama sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Albania, di stadion Wembley di London, Sabtu dini hari WIB (22-3-2025). (Glyn KIRK/AFP)

Inggris juga datang ke Piala Dunia 2026 dengan catatan kualifikasi yang sangat meyakinkan.

The Three Lions menyapu bersih delapan pertandingan Grup K zona Eropa dengan kemenangan. Albania, Serbia, Latvia, dan Andorra semuanya berhasil dikalahkan, baik kandang maupun tandang.

Yang lebih mencolok, Inggris tidak kebobolan satu gol pun sepanjang fase kualifikasi. Mereka mencetak 22 gol dan selalu mencatat nirbobol dalam delapan laga.

Inggris menjadi satu-satunya tim yang lolos dengan rekor kemenangan sempurna sekaligus tanpa kebobolan. Norwegia memang juga memenangi seluruh pertandingan, tetapi tidak mampu menjaga gawang mereka tetap bersih.

Momentum itu diyakini bisa meningkatkan rasa percaya diri skuad Tuchel menjelang putaran final.


3. Pengalaman Panjang

Para pemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Albania dan Inggris di stadion "Air Albania" di Tirana, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Adnan Beci/AFP)

Inggris memang beberapa kali gagal pada momen penentuan dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka kalah pada dua final Euro secara beruntun dan juga tersingkir di semifinal serta perempat final dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.

Meski menyakitkan, pengalaman tersebut justru dinilai bisa menjadi bekal penting.

Banyak pemain dari skuad terdahulu masih menjadi bagian utama tim saat ini. Mereka sudah terbiasa menghadapi tekanan di fase gugur turnamen besar.

Bahkan pemain muda Inggris juga punya pengalaman serupa di level klub.

Nico O'Reilly, misalnya, memang belum pernah tampil di turnamen besar bersama timnas senior Inggris. Namun, pemain Manchester City itu baru saja membantu timnya menjuarai Piala Liga Inggris dan mencetak dua gol pada final melawan Arsenal.

Situasi tersebut membuat Inggris memiliki skuad yang dipenuhi pemain dengan pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.


4. Kedalaman Skuad yang Merata

Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Bukan hanya berpengalaman, Inggris juga memiliki kualitas pemain yang merata di hampir semua lini.

Nama-nama seperti Harry Kane, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Jude Bellingham sudah lama dianggap sebagai pemain kelas dunia.

Namun, kekuatan Inggris tidak berhenti di sana.

Di lini tengah, Elliot Anderson, Kobbie Mainoo, dan Adam Wharton bersaing memperebutkan tempat utama bersama Rice.

Persaingan serupa juga terjadi di sektor gelandang serang. Tuchel memiliki banyak pilihan mulai dari Phil Foden, Cole Palmer, Morgan Rogers, Morgan Gibbs-White, hingga Jude Bellingham.

Bahkan posisi yang dulu sering menjadi titik lemah, seperti bek kiri, kini dipenuhi banyak opsi berkualitas.

Inggris punya Nico O'Reilly, Lewis Hall, dan Myles Lewis-Skelly. Selain itu, Luke Shaw juga masih dianggap mampu bermain di level tertinggi.

Persaingan internal tersebut bisa menyulitkan Tuchel saat menentukan skuad akhir, tetapi di sisi lain membuat kualitas tim tetap tinggi sepanjang turnamen.


5. Harry Kane

Striker Bayern Munchen, Harry Kane, merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang SV Werder Bremen pada lanjutan Bundesliga 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) malam WIB. (Focke Strangmann / AFP)

Inggris juga akan datang ke Piala Dunia 2026 dengan penyerang yang sedang berada dalam performa terbaik.

Striker Bayern Munchen, Harry Kane, menjalani musim 2025/2026 dengan sangat produktif.

Saat artikel ini ditulis, Kane sudah mengoleksi 58 gol dan delapan assist dari 54 pertandingan di semua kompetisi. Itu menjadi musim paling tajam sepanjang kariernya.

Inggris tentu berharap Kane bisa membawa performa tersebut ke Piala Dunia 2026.

Top scorer sepanjang masa Timnas Inggris itu sebelumnya juga pernah memenangi Golden Boot Piala Dunia 2018 setelah mencetak enam gol.

Kini, Inggris berharap Kane kembali menjadi mesin gol yang mampu membawa mereka menuju gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah.

 

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait