Penjelasan I.League Mengenai Skema Pembagian Hadiah untuk Juara BRI Super League 2025/2026

Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda akan bersaing untuk menjadi juara BRI Super League 2025/2026 sampai pekan terakhir.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 14 Mei 2026, 10:45 WIB
Keberhasilan Persib Bandung menjuarai BRI Liga 1 2023/2024 menjadi gelar ke-8 secara keseluruhan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sekaligus gelar ketiga di era Liga Indonesia. Setelah terakhir kali menjadi juara Liga Indonesia pada 2014, kini Maung Bandung kembali merebutnya setelah satu dekade berlalu. Meraih dua kemenangan atas Madura United dalam dua leg final Championship Series menjadi bukti ketangguhan Maung Bandung musim ini di BRI Liga 1 2023/2024. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - BRI Super League 2025/2026 menyisakan dua pekan lagi. Menariknya sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang bakal keluar sebagai juara di liga sepak bola level teratas di Indonesia itu.

Persib Bandung memang masih memimpin klasemen sementara dengan 75 poin. Namun, tim asuhan Bojan Hodak hanya unggul head to head atas Borneo FC Samarinda di posisi kedua. 

Advertisement

Direktur kompetisi I.League, Asep Saputra berbicara mengenai skema pembagian hadiah di BRI Super League 2025/2026. Menurut Asep, pihaknya memiliki cara tersendiri.

I.League menggunakan perpaduan antara prestasi di klasemen akhir (sporting merit) serta nilai jual klub dalam bentuk rating dan share televisi yang baru akan dihitung pada akhir musim.


Berbeda dengan Championship

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Ferry Paulus (kanan), didampingi Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra, memberikan keterangan setelah menggelar managers meeting BRI Liga 1 2023/2024 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (26/6/2023) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Asep Saputra menjelaskan skema pembagian hadiah di BRI Super League berbeda dengan di Pegadaian Championship. Sebab, pada liga level kedua itu, pihaknya menyebutkan secara jelas berapa nominal hadiah yang diterima para pemenang.

“Dalam beberapa musim terakhir, hadiah uang Championship atau Liga 2 memang kami umumkan,” ujar Asep Saputra dari I.League kepada awak media di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Namun, kalau BRI Super League, sistemnya agak berbeda bahwa setiap bulan kami memberikan fix contribution kepada klub,” ucapnya.


Tergantung Peringkat

Pemain Dewa United, Ivar Jenner, melepaskan tendangan saat melawan Borneo FC dalam pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (22/2/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Asep Saputra kemudian menjelaskan peringkat di klasemen akhir BRI Super League 2025/2026 akan sangat berpengaruh kepada besaran hadiah yang akan diterima para kontestan.

“Berikutnya, ada yang namanya variable contribution. Ini sifatnya sesuai dengan perhitungan tiga aspek. Tim peringkat satu, dua, tiga, sampai ke-15 itu angkanya berbeda secara menurun. Tiga tim terakhir malah tidak terima sama sekali," jelasnya. 

“Karena kontribusi variabel itu kami berikan berdasarkan prestasi. Kata lainnya itu seperti hadiah, tetapi bentuknya bukan prize money seperti di Championship,” jelasnya.


Rating dan Share

Para pemain Persib Bandung merayakan gol Patricio Matricardi ke gawang PSIM Yogyakarta pada pertandingan pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, pada Senin (4/5/2026) sore WIB. (Bola.com/Erwin Snaz)

Satu hal yang tak kalah berpengaruh adalah rating dan share televisi. Mereka yang memiliki penonton terbanyak saat siaran langsung bisa mendapatkan kontribusi hadiah yang besar pula.

“Lalu ada juga perhitungan berdasarkan rating dan share tayangan TV, yang angkanya dilihat di akhir musim. Seberapa besar nilainya, setiap klub berbeda angkanya. Sebetulnya itu adalah bentuk hadiah yang diterima oleh klub,” tandas Asep Saputra


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait