Mo Salah Geram Lihat Liverpool Runtuh: Kembalikan Heavy Metal Football!

Mohamed Salah mendesak Liverpool yang sedang 'runtuh' untuk kembali ke sepak bola 'heavy metal'.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Mei 2026, 12:30 WIB
Mohamed Salah merayakan gol kedua Liverpool dalam laga Premier League melawan Fulham, Sabtu (11/4/2026). (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Mohamed Salah melontarkan kritik tajam terhadap penampilan Liverpool setelah kekalahan 2-4 dari Aston Villa di Villa Park, Sabtu (16-5-2026) dini hari WIB.

Penyerang asal Mesir itu menilai Liverpool kehilangan identitas permainan agresif yang selama ini dikenal sebagai "heavy metal football".

Advertisement

Kekalahan tersebut membuat Liverpool tertahan di posisi kelima klasemen Liga Inggris sekaligus gagal memastikan tiket Liga Champions lebih cepat.

Tim asuhan Arne Slot tampil kesulitan menghadapi tekanan Aston Villa, bahkan gol penyeimbang Virgil van Dijk langsung dibalas tuan rumah beberapa saat kemudian.

Salah, yang turun dari bangku cadangan pada pertandingan itu, meluapkan kekecewaannya melalui unggahan di X.

Pernyataannya muncul ketika tekanan terhadap Arne Slot makin besar setelah hasil buruk Liverpool dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya menyaksikan klub ini berubah dari yang diragukan menjadi penuh keyakinan, lalu dari penuh keyakinan menjadi juara. Semua itu terjadi karena kerja keras dan saya selalu melakukan segala yang saya bisa untuk membantu klub mencapai titik itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga daripada hal tersebut," tulis Salah.

Musim Ini Menyakitkan

Striker Liverpool asal Mesir bernomor punggung 11, Mohamed Salah (C), mengontrol bola selama pertandingan Liga Inggris antara Nottingham Forest dan Liverpool di The City Ground di Nottingham, Inggris tengah pada 22 Februari 2026. (Ben STANSALL/AFP)

Menurut Salah, kekalahan demi kekalahan musim ini sangat menyakitkan karena tidak mencerminkan standar Liverpool.

"Melihat kami kembali runtuh dalam kekalahan musim ini terasa sangat menyakitkan dan bukan sesuatu yang pantas diterima para suporter," ucapnya.

Salah juga secara terbuka meminta Liverpool kembali memainkan sepak bola menyerang dengan intensitas tinggi yang selama ini menjadi ciri khas mereka.

"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang bergaya heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi. Itulah sepak bola yang saya pahami dan identitas yang harus dikembalikan serta dipertahankan," ujar mantan pemain AS Roma itu.

"Hal itu tidak bisa ditawar. Siapa pun yang datang ke klub ini harus beradaptasi dengan identitas tersebut," lanjut Salah.


Tak Boleh Mudah Puas

Mohamed Salah fokus menatap bola dalam laga panas di Anfield saat Liverpool menghadapi Paris Saint-Germain pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, 14 April 2026. (AFP/FRANK FIFE)

Ia menegaskan Liverpool tidak boleh puas hanya dengan memenangi beberapa pertandingan tanpa benar-benar bersaing dalam perebutan gelar.

"Memenangi beberapa pertandingan saja bukan standar Liverpool. Semua tim bisa menang pertandingan," katanya.

Kendati dipastikan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim setelah sembilan tahun membela Liverpool, Salah mengaku tetap memiliki ikatan emosional kuat dengan The Reds.

"Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihat klub ini terus sukses bahkan setelah saya pergi," ujar pemain kelahiran Basyoun, Mesir, 33 tahun silam tersebut.

"Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target minimum dan saya akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya," tegas Salah.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait