Bola.com, Jakarta - Mauro Zijlstra akhirnya kembali merasakan sebagai starter. Pemain berusia 21 tahun itu dimainkan sejak menit pertama saat Persija Jakarta bertandnag ke markas Persik Kediri dalam laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Pertandingan melawan Persik menjadi momen emosional bagi Zijlstra setelah harus menanti lebih dari dua bulan untuk kembali berjuang bersama rekan-rekannya. Sebelum dibekap cedera, penyerang berusia 21 tahun itu terakhir kali tampil saat Persija menjamu PSM Makassar pada 20 Februari 2026.
Dalam laga tersebut, Zijlstra masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-85. Namun, dua pekan berselang, tepatnya saat sesi official training jelang pertandingan kontra Borneo FC pada 2 Maret 2026, ia mengalami cedera hamstring.
Proses pemulihannya sempat menunjukkan perkembangan positif ketika bergabung bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Bahkan, ia berhasil mencetak satu gol ke gawang St. Kitts and Nevis. Sayangnya, setelah pertandingan tersebut, cedera kembali menghantuinya.
Penantian Panjang
Mauro Zijlstra mengaku sangat bersyukur bisa kembali merasakan atmosfer pertandingan bersama Macan Kemayoran. Apalagi eks pemain FC Volendam itu sempat absen lama.
“Senang bisa bermain untuk Persija lagi setelah tiga bulan dan kembali meraih tiga poin,” ujar Zijlstra.
Di sisi lain, pelatih Mauricio Souza menilai kondisi Zijlstra belum sepenuhnya mencapai level terbaiknya. Menurut pelatih asal Brasil itu, sang striker masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kebugaran sekaligus mengembalikan ritme permainan setelah menjalani masa pemulihan yang cukup panjang.
“Sayangnya, ia mengalami cedera sebelum bergabung dengan tim nasional, lalu kembali cedera saat bersama tim nasional. Jadi, ia praktis baru menjalani latihan penuh selama sekitar satu setengah hingga dua minggu,” kata Mauricio.
Percaya Kualitas
Meski demikian, Mauricio Souza tetap optimistis terhadap potensi yang dimiliki Mauro Zijlstra. Ia menilai striker muda tersebut memiliki insting tajam serta kemampuan membaca ruang di area penalti lawan.
“Jadi, ia memang belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, ia adalah pemain yang cerdas dan punya kehadiran kuat di dalam kotak penalti. Jika kondisi fisiknya terus meningkat dan kebugarannya kembali maksimal, saya yakin ia bisa menjadi pemain hebat,” tutur Mauricio Souza.