Bola.com, Jakarta - Kompetisi antarklub Eropa selalu menjadi panggung wajib bagi tim-tim elite benua biru. Namun, kerasnya persaingan sepak bola modern membuat status "klub besar" tak lagi menjamin tiket ke Liga Champions, Liga Europa, atau bahkan UEFA Conference League.
Musim 2025/2026 menghadirkan sejumlah kejutan besar. Beberapa klub tradisional dari Premier League, Bundesliga, La Liga, Serie A, hingga Eredivisie justru berada di ambang kegagalan tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Bahkan, ada klub yang berstatus pernah menjadi juara di turnamen antarklub Eropa, tetapi terancam absen pada musim depan. Siapa mereka? Berikut enam klub besar Eropa yang nasibnya sedang berada di ujung tanduk.
Lazio
Klub yang dijuluki I Biancocelesti tersebut kembali menjalani musim yang mengecewakan di Serie A. Kekalahan mengejutkan Juventus dari Fiorentina pada akhir pekan kemarin, memang membuka sedikit peluang menuju Liga Champions.
Namun, Lazio justru gagal memanfaatkan situasi tersebut karena takluk dari sang rival sekota, AS Roma, dengan skor 0-2. Akibatnya, mereka dipastikan absen dari kompetisi Eropa untuk musim kedua beruntun.
Padahal, I Biancocelesti hampir selalu hadir di turnamen Eropa dalam dua dekade terakhir. Penunjukan kembali Maurizio Sarri juga gagal memberikan dampak signifikan. Alhasil, Lazio harus menerima kenyataan pahit terdampar di papan tengah Serie A.
Eintracht Frankfurt
Eintracht Frankfurt dipastikan gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan. Klub Bundesliga tersebut hanya finis di posisi kedelapan dan terpaut tiga poin dari zona UEFA Conference League.
Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Frankfurt cukup identik dengan atmosfer kompetisi Eropa. Mereka bahkan sempat menjuarai Liga Europa 2021/2022.
Namun, musim ini semuanya berjalan berantakan. Kehilangan pemain penting seperti Omar Marmoush dan Hugo Ekitike tak mampu ditutupi dengan baik. Performa lini belakang juga sangat rapuh.
Pergantian pelatih dari Dino Toppmoller ke Albert Riera pun gagal menyelamatkan musim mereka.
Sevilla
Sulit dipercaya melihat Sevilla berada dalam situasi seperti sekarang. Klub dengan tujuh gelar Piala UEFA/Liga Europa itu kini lebih sering berkutat di zona bawah klasemen La Liga ketimbang bersaing di papan atas.
Musim depan akan menjadi musim ketiga beruntun Sevilla tanpa kompetisi Eropa, situasi yang terasa asing bagi publik Ramon Sanchez Pizjuan.
Harapan baru muncul setelah legenda klub, Sergio Ramos, dikabarkan segera terlibat dalam kepemilikan klub. Fans berharap langkah tersebut bisa membawa Sevilla kembali ke era kejayaan Eropa.
Yang makin menyakitkan, rival sekota mereka, Real Betis, justru berhasil lolos ke Liga Champions.
Tottenham Hotspur
Tottenham Hotspur mungkin masih sibuk menghindari degradasi, tetapi peluang mereka tampil di Eropa sebenarnya sudah nyaris hilang sejak lama.
Meski sering jadi bahan olok-olok rival, Tottenham sejatinya cukup konsisten tampil di kompetisi UEFA dalam dua dekade terakhir.
Kini, semuanya berubah drastis. Musim buruk Spurs membuat mereka harus menghadapi kenyataan pahit, yakni kemungkinan besar absen total dari kompetisi Eropa musim depan.
Namun, ada yang menilai situasi ini justru bisa menjadi keuntungan bagi pelatih anyar Roberto De Zerbi untuk membangun ulang tim tanpa gangguan jadwal Eropa.
AS Monaco
AS Monaco sempat menjadi salah satu kejutan paling menyenangkan musim ini.
Mereka tampil impresif di Liga Champions dengan merepotkan tim-tim besar seperti Manchester City, Juventus, hingga hampir menyingkirkan Paris Saint-Germain.
Monaco bahkan sempat mencatat tujuh kemenangan beruntun pada awal tahun ini dan berada di jalur aman menuju Liga Champions.
Sayangnya, performa mereka anjlok di akhir musim. Hanya satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir membuat mereka finis di tempat ketujuh klasemen akhir Ligue 1, sekaligus gagal meraih tiket berlaga ke turnamen Eropa musim depan.
Chelsea
Posisi pertama ditempati Chelsea. Musim 2025/2026 bisa dibilang menjadi satu di antara musim paling mengecewakan bagi The Blues dalam satu dekade terakhir.
Peluang lolos ke Liga Champions sudah lama hilang. Harapan tampil di Liga Europa juga mendapat pukulan telak setelah kalah di final Piala FA.
Kini, Chelsea bahkan masih harus berjuang keras sekadar demi meraih tiket kualifikasi UEFA Conference League musim depan. Meski demikian, absennya Chelsea dari kompetisi Eropa justru bisa menjadi keuntungan jangka panjang.
Situasi serupa pernah dialami Liverpool dan Arsenal yang sukses bangkit setelah fokus penuh di kompetisi domestik. Kini, publik Stamford Bridge berharap proyek baru mereka bisa mengikuti jejak tersebut.
Sumber: Planet Football