Cara Nuno Espirito Santo Menyingkirkan Pemain Bikin Petinggi West Ham Resah

Petinggi West Ham khawatir dengan cara Nuno Espirito Santo memperlakukan pemain.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Mei 2026, 11:30 WIB
Pelatih kepala West Ham United asal Portugal, Nuno Espírito Santo (kiri), dan para pemainnya bereaksi di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara West Ham United dan Leeds United di Stadion London, London timur pada 24 Mei 2026. West Ham memenangkan pertandingan 3-0 tetapi terdegradasi karena Tottenham tidak kalah dari Everton. (Henry NICHOLLS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Musim buruk West Ham United berakhir dengan cara yang paling menyakitkan. Kemenangan 3-0 atas Leeds United pada pekan terakhir Premier League, Minggu (24-5-2026), ternyata tidak cukup menyelamatkan mereka dari degradasi.

West Ham tetap turun ke Championship setelah Tottenham Hotspur berhasil mengalahkan Everton pada hari yang sama.

Advertisement

Nasib The Hammers pun dipastikan tamat di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Kini, West Ham menghadapi musim panas yang penuh tekanan. Menurut The Athletic, klub harus mendapatkan sekitar 150 juta paun dari penjualan pemain demi menutup kerugian besar akibat degradasi.

Beberapa nama seperti Crysencio Summerville, Konstantinos Mavropanos, dan Mateus Fernandes disebut berpotensi dilepas.


Situasi James Ward-Prowse

Gelandang West Ham United, James Ward-Prowse, bertarung dengan bomber Chelsea, Nicolas Jackson, dalam laga pekan ke-36 Premier League di Stamford Bridge, Minggu (5/5/2024). (HENRY NICHOLLS / AFP)

Situasi James Ward-Prowse juga menjadi sorotan. Gelandang berusia 31 tahun itu menghabiskan paruh kedua musim sebagai pemain pinjaman di Burnley, yang sama-sama terdegradasi.

The Athletic mengungkap Ward-Prowse langsung dicoret dari rencana manajer West Ham, Nuno Espirito Santo, sejak hari pertama sang manajer tiba di klub.

Setelah sesi latihan pertamanya, Nuno disebut berbicara secara pribadi kepada Ward-Prowse dan mengatakan bahwa sang pemain tidak masuk rencananya. Ward-Prowse bahkan diminta berlatih terpisah sampai ada transfer yang disepakati.

Keputusan itu disebut membuat petinggi West Ham khawatir karena cara Ward-Prowse dipinggirkan dianggap terlalu ekstrem.

Meski begitu, Dewan Klub merasa harus tetap mendukung keputusan sang pelatih karena mereka sendiri yang menunjuk Nuno.

Ward-Prowse bukan satu-satunya pemain yang berselisih dengan mantan pelatih Wolverhampton Wanderers tersebut.


Konflik dengan Callum Wilson

Gelandang Inggris Newcastle United #03, Lewis Hall (Kiri), berduel dengan striker Inggris West Ham United #09, Callum Wilson (Kanan), selama pertandingan Liga Inggris antara Newcastle United dan West Ham United di St James' Park di Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada 17 Mei 2026. (ANDY BUCHANAN/AFP)

Menjelang kekalahan telak 0-3 dari Wolves pada awal Januari, Nuno juga sempat bertengkar dengan Callum Wilson. Setelah itu, Wilson diberi tahu bahwa dirinya bebas meninggalkan klub.

Ironisnya, Nuno tetap membutuhkan Wilson sebagai ujung tombak dalam laga melawan Wolves dan memainkan Wilson sepanjang pertandingan yang berakhir buruk untuk The Irons.

Wilson kemudian justru menjadi penentu kemenangan saat West Ham mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1 pada akhir Januari lewat gol dramatisnya.

Penampilan itu membuat Dewan Klub menutup kemungkinan melepas Wilson pada bursa transfer Januari. Jika transfer tersebut benar-benar terjadi, situasi degradasi West Ham diyakini bisa lebih parah.


Konflik Lain

Striker Tottenham Hotspur, Dominic Solanke, berebut bola dengan bek West Ham United, Jean-Clair Todibo, pada laga Premier League di Tottenham Hotspur Stadium, pada 19 Oktober 2024. (BENJAMIN CREMEL / AFP)

Konflik lain juga muncul antara Nuno dan bek asal Prancis, Jean-Clair Todibo.

Todibo dikabarkan mengatakan kepada Nuno bahwa dirinya tidak ingin lagi bermain di bawah arahannya setelah ditarik keluar hanya 25 menit saat West Ham kalah 1-3 dari Newcastle United pekan lalu.

Bek Prancis itu disebut kesal karena dikorbankan demi memasukkan Taty Castellanos dalam pertandingan tersebut. Setelah insiden itu, Todibo bahkan tidak masuk skuad saat West Ham mengalahkan Leeds.

West Ham sebelumnya menjadikan Nuno sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi dalam sejarah klub ketika memberinya kontrak tiga tahun.

Namun, kontrak tersebut juga memuat klausul pemotongan gaji besar jika klub terdegradasi, serta opsi untuk memecat Nuno tanpa kompensasi apabila West Ham turun kasta.

Dengan kondisi finansial yang tertekan dan ruang ganti yang disebut penuh ketegangan, West Ham kini menghadapi keputusan besar menjelang musim baru di Championship.

 

Sumber: Sportbible