Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Mandul di 10 Laga Beruntun Turnamen Besar, Terburuk Sepanjang Karier Internasional

Cristiano Ronaldo Mandul di 10 Laga Beruntun Turnamen Besar, Terburuk Sepanjang Karier Internasional

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 18 Juni 2026, 03:07 WIB
Cristiano Ronaldo dan Francisco Conceiciao dari Portugal bereaksi saat menjalani pertandingan Grup K Piala Dunia FIFA 2026 antara Portugal melawan DR Kongo di Houston Stadium, Houston, Texas, pada 17 Juni 2026. (Lars Baron / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Cistiano Ronaldo tengah menghadapi salah satu periode paling sulit dalam kariernya bersama Timnas Portugal.

Setelah gagal mencetak gol saat Portugal ditahan imbang DR Kongo 1-1 pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Houston, Texas, Kamis (18/6/2026), penyerang berusia 41 tahun itu kini telah melewati 10 pertandingan beruntun di turnamen besar tanpa mencetak gol.

Advertisement

Catatan tersebut menjadi rekor terburuk sepanjang karier internasionalnya.

Rentetan negatif itu mencakup pertandingan di Piala Dunia dan Piala Eropa. Ronaldo terakhir kali mencetak gol di turnamen besar pada fase grup Piala Dunia 2022 saat menghadapi Ghana.

Sejak saat itu, ia gagal menjebol gawang lawan dalam sisa laga Piala Dunia 2022, seluruh pertandingan Euro 2024, hingga laga pembuka Piala Dunia 2026.

 


90 Menit yang Gagal

Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo, berebut bola udara dengan bek DR Kongo bernomor 22, Chancel Mbemba, dan bek bernomor 4, Axel Tuanzebe, dalam laga Grup K Piala Dunia FIFA 2026 antara Portugal melawan DR Kongo di Houston Stadium, Houston, Texas, pada 17 Juni 2026. (Lars Baron / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Ironisnya, Ronaldo tetap dipercaya sebagai starter oleh pelatih Roberto Martinez. Saat menghadapi DR Kongo di Houston, sang kapten tampil selama 90 menit namun minim kontribusi di depan gawang.

Portugal memang mendominasi penguasaan bola, tetapi hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan dan harus puas berbagi angka setelah gol Yoane Wissa menyamakan kedudukan atas gol pembuka Joao Neves.

Catatan tersebut memicu kembali perdebatan mengenai peran Ronaldo di skuad Portugal. Meski masih memegang banyak rekor, termasuk menjadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia, efektivitasnya di level tertinggi kini mulai dipertanyakan.


Masih Ada Kesempatan

Meski demikian, Ronaldo masih memiliki kesempatan mengakhiri paceklik golnya pada laga-laga berikutnya di fase grup.

Jika mampu kembali mencetak gol, ia tidak hanya mengakhiri rekor negatif tersebut, tetapi juga membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda bagi Portugal di panggung terbesar sepak bola dunia.

 

Sumber: Squawka


Berita Terkait