Bola.com, Jakarta - Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia yang dijadwalkan berlangsung di Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) pagi WIB, terancam mengalami penundaan akibat prakiraan cuaca ekstrem.
Laga yang akan digelar pada Sabtu malam waktu setempat itu diprediksi berlangsung di tengah kondisi langit mendung, hujan deras, dan badai petir yang melanda wilayah Florida.
Situasi itu memunculkan kekhawatiran karena FIFA memiliki aturan ketat terkait keselamatan pertandingan.
Jika terdeteksi sambaran petir dalam radius sekitar 13 kilometer dari stadion, pertandingan wajib ditunda atau dihentikan sementara hingga kondisi kembali dinyatakan aman.
FIFA Terapkan Aturan Ketat demi Keselamatan
Regulasi mengenai ancaman petir diterapkan FIFA untuk melindungi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, ofisial, hingga para penonton.
Apabila petir kembali muncul di sekitar stadion, pertandingan baru dapat dilanjutkan setelah situasi dinyatakan aman sesuai prosedur yang berlaku.
Kondisi ini mengingatkan pada pertandingan babak 16 besar antara Inggris dan Meksiko yang sebelumnya juga sempat mengalami penundaan selama satu jam akibat hujan lebat dan badai petir di Mexico City.
Meski sempat tertunda, Inggris akhirnya meraih kemenangan dramatis 3-2 untuk mengamankan tiket ke babak delapan besar.
Jordan Henderson Dipastikan Absen Hingga Akhir Turnamen
Di tengah persiapan menghadapi Norwegia, Inggris menerima kabar buruk terkait kondisi Jordan Henderson. Gelandang senior tersebut mengalami cedera saat merayakan kemenangan atas Meksiko.
Henderson terjatuh setelah tersandung papan iklan di pinggir lapangan, sehingga lengan kanannya tertekuk dan menyebabkan rasa sakit yang cukup serius.
Henderson kini masih berada di Mexico City untuk menjalani penanganan medis, sementara skuad Inggris telah kembali ke markas mereka di Kansas City.
Menurut laporan jurnalis Mirror Football, John Cross, peluang Henderson untuk kembali tampil pada sisa turnamen sangat kecil.
"Saya rasa Piala Dunia baginya kemungkinan besar sudah berakhir. Cedera di pergelangan tangan atau lengan seperti ini memang biasanya bisa dipasang gips, tetapi awalnya akan sangat sulit baginya. Rasanya ini jadi akhir perjalanan Henderson di Piala Dunia," ujar Cross.
Kehilangan Henderson Jadi Pukulan bagi Inggris
Absennya Henderson dinilai menjadi kerugian besar bagi tim asuhan Thomas Tuchel, bukan hanya karena pengalamannya di lapangan, tetapi juga perannya sebagai pemimpin di ruang ganti.
John Cross menyebut Henderson sebagai sosok berkarakter kuat yang memiliki pengaruh besar terhadap semangat tim.
"Sangat menyedihkan melihat apa yang terjadi kepadanya. Dia adalah pribadi yang luar biasa, pemimpin yang hebat, dan kehilangan dirinya merupakan pukulan telak bagi Inggris," katanya.
Kini, Inggris berharap cuaca di Miami membaik sehingga laga melawan Norwegia dapat berlangsung sesuai jadwal. Pemenang pertandingan tersebut akan melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.
Sumber: Express