Haissem Hassan, Winger 24 Tahun Milik Mesir yang Mencuri Panggung

Haissem Hassan, winger Mesir 24 tahun dari Real Oviedo, hampir memulangkan Messi di 16 besar Piala Dunia 2026 lewat assist dan aksi menonjol vs Argentina.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiperbarui 08 Juli 2026, 22:26 WIB
Pemain Mesir Mohamed Salah dan pemain Argentina Lionel Messi (kiri) bereaksi setelah babak pertama laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026. (AP Photo/Jacob Kupferman)

Bola.com, Jakarta - Haissem Hassan datang ke Piala Dunia 2026 tanpa embel-embel bintang, namun satu malam kontra Argentina cukup mengubah persepsi. Di babak 16 besar, winger Mesir berusia 24 tahun itu tampil berani dan efektif, nyaris membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya angkat koper.

Mesir sempat memegang kendali sebelum keunggulan mereka berbalik menjadi kekalahan. Di tengah dominasi sang juara bertahan, Hassan menghadirkan kecepatan, keberanian, dan kelincahan yang memaksa lini belakang Argentina bekerja ekstra.

Advertisement

Bermain untuk Real Oviedo di kasta kedua Liga Spanyol, namanya sebelumnya kurang terpublikasi. Namun performa di laga tersebut menegaskan bahwa panggung terbesar sepak bola dunia bisa menghadirkan kejutan dari figur yang selama ini berada di bawah radar.


Satu Laga yang Mengubah Pandangan

Pemain Mesir Mostafa Zico (kiri) dan Haissem Hassan (kanan) merayakan gol dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026. (AP Photo/Chris Carlson)

Laga menghadapi Argentina menjadi etalase kualitas terbaik Haissem Hassan. Ia menjadi kreator gol kedua Mesir lewat sebuah assist krusial yang sempat menempatkan timnya di atas angin.

Aksi individunya juga mencuri perhatian. Berawal dari area pertahanan sendiri, Hassan melewati beberapa pemain Argentina dan membawa bola hingga bersarang di gawang, sebelum gol itu dianulir oleh wasit.

Perubahan arah pertandingan mulai terasa ketika Hassan ditarik keluar pada menit ke-73. Intensitas transisi dan serangan balik Mesir menurun, memberi ruang bagi Argentina untuk mengambil alih kontrol hingga akhirnya membalikkan keadaan dan menyingkirkan Mesir dari perempat final.


Dari Kasta Kedua Spanyol ke Panggung Dunia

Sebelum 16 besar, nama Hassan belum banyak dikenal oleh penonton global. Perjalanan kariernya lebih banyak berlangsung jauh dari sorotan karena membela Real Oviedo di divisi dua Spanyol.

Jalur pembentukannya panjang: ia menimba pengalaman di Chateauroux, lalu berproses bersama Villarreal, CD Mirandes, Sporting Gijon, hingga berlabuh di Real Oviedo.

Musim 2025-2026 berjalan cukup sederhana di level klub. Dari 37 penampilan bersama Oviedo, Hassan mencatat tiga assist tanpa statistik lain yang menonjol di atas kertas.


Tim Nasional Mesir, Peran Taktis, dan Arah Karier

Di level internasional, Hassan tergolong pendatang baru untuk tim senior Mesir. Sebelumnya, pemain berkaki kiri ini pernah memperkuat tim nasional Prancis U-17 sebelum memilih membela negara leluhurnya.

Posisinya sebagai winger kanan dengan kaki dominan kiri memberi warna berbeda bagi permainan Mesir. Karakter tersebut dinilai pas untuk bagian dari regenerasi tim saat era Mohamed Salah memasuki fase akhir.

Satu pertandingan memang tidak cukup untuk mengunci masa depan seorang pemain. Namun penampilan Hassan melawan Argentina memperlihatkan kapasitasnya bersaing di level lebih tinggi dan berpotensi menarik minat klub-klub dari Eropa maupun Amerika.

Berita Terkait