Gedung Putih Bela Donald Trump yang Melobi FIFA terkait Kartu Merah Folarin Balogun

Gedung Putih membela langkah Donald Trump melobi FIFA untuk mencabut skorsing Folarin Balogun jelang laga kontra Belgia di 16 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Juli 2026, 09:15 WIB
Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 dan Agen Khusus FBI yang Bertanggung Jawab, Doug Olson, Pejabat Koordinator Senior untuk Piala Dunia 2026, berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan anggota pers di Pusat Kerja Sama Kepolisian Internasional untuk Piala Dunia 2026 di Pusat Konferensi Nasional di Leesburg, Virginia pada 29 Juni 2026. (Kent Nishimura/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kepala Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih (the White House's World Cup taskforce), Andrew Giuliani, membela langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melobi FIFA agar mencabut hukuman skors terhadap pemain Timnas AS, Folarin Balogun, sehingga bisa tampil melawan Belgia pada Senin atau Selasa WIB lalu.

Sebelumnya, Trump menyebut wasit asal Brasil, Raphael Claus, yang mengusir Balogun dengan kartu merah saat laga melawan Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar, sebagai sosok yang sedikit mencurigakan jika melihat rekam jejaknya.

Advertisement

Pernyataan itu merujuk pada penyelidikan Senat Brasil pada 2024 terkait penunjukan wasit dalam pertandingan. Namun, penyelidikan tersebut tidak menuduh Claus melakukan pelanggaran.

The Guardian melaporkan, dalam konferensi pers di Foreign Press Center, Washington DC, Giuliani mengatakan pemerintah AS menilai mencurigakan penunjukan wasit yang pernah dikaitkan dengan penyelidikan dugaan pengaturan pertandingan, termasuk terkait pemberian kartu merah yang disebut tidak wajar.

Giuliani juga menilai prosedur penggunaan VAR pada insiden kartu merah Balogun tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Menurutnya, tayangan gerak lambat digunakan untuk meninjau pelanggaran kontak, sesuatu yang menurutnya tidak semestinya dilakukan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah AS menginginkan prinsip fair play diterapkan, baik dalam pemilu maupun di lapangan olahraga.

 


Dukung USSF

Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan pelanggaran terhadap pemain Bosnia Tarik selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara AS dan Bosnia di Stadion San Francisco Bay Are, Santa Clara, California, Rabu, (01/07/2026). (AFP/ Getty Images/ Michael Steele)

Giuliani mengatakan pihaknya menyambut baik langkah Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) yang mengajukan banding dan menilai hasil akhirnya sudah tepat.

Saat mendapat pertanyaan dari seorang jurnalis Brasil yang menegaskan Claus hanya dimintai keterangan dalam penyelidikan tersebut dan bukan menjadi pihak yang diselidiki, Giuliani mengakui wasit itu tidak pernah dituduh melakukan tindak pidana.

Namun, ia tetap menyatakan Claus pernah dikaitkan dengan penyelidikan tersebut.

Amerika Serikat akhirnya tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah 1-4 dari Belgia. Seusai pertandingan, para pemain Belgia merayakan kemenangan dengan menirukan tarian YMCA ala Trump di ruang ganti.

Sejumlah pengkritik menilai campur tangan Trump justru memotivasi Belgia dan mengurangi citra positif yang diperoleh Amerika Serikat sebagai tuan rumah.

 


Pembelaan FIFA dan CBF

Wasit Raphael Claus dari Brasil memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (Amerika Serikat), kanan, saat pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Di sisi lain, FIFA membela Raphael Claus dengan menyatakan sang wasit selama kariernya selalu menunjukkan profesionalisme dan integritas yang tinggi.

Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) juga menyatakan tidak ada catatan yang meragukan integritas Claus maupun mendukung dugaan adanya pelanggaran.

Dalam kesempatan yang sama, dengan delapan pertandingan tersisa, Giuliani menyebut Piala Dunia kali ini sebagai kesuksesan bersejarah dari sisi ekonomi.

Menurutnya, lebih dari 6,5 juta penonton telah menghadiri pertandingan, melampaui rekor sebelumnya yang mencapai 3,5 juta penonton di Amerika Serikat pada Piala Dunia 1994.

 


Sambut Tamu Internasional

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Giuliani juga mengatakan Trump sempat menyoroti tingginya harga tiket. Namun, FIFA menerima lebih dari 500 juta permintaan untuk sekitar 7 juta tiket yang tersedia. Selain itu, sebanyak 4.547 tiket per pertandingan dialokasikan bagi veteran militer Amerika Serikat.

Ia menambahkan pemerintah berhasil mempercepat proses masuk jutaan pengunjung legal tanpa mengurangi standar keamanan.

Pada paruh pertama tahun fiskal, lebih dari 5 juta permohonan ESTA diproses dari 19 negara peserta program tersebut. Waktu tunggu wawancara visa B-1 dan B-2 juga disebut menurun drastis, termasuk di Buenos Aires dan Brasil.

Giuliani menepis anggapan bahwa Trump tidak menyambut para tamu internasional. Menurutnya, Amerika Serikat merupakan satu di antara tuan rumah paling terbuka bagi penyelenggaraan Piala Dunia.

Ia juga menyebut turnamen kali ini memecahkan rekor siaran sepak bola di Amerika Serikat.

 


Membuktikan Kemampuan

Andrew Giuliani berpose di karpet merah sebelum Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Kevin Dietsch/Getty Images via AFP)

Berdasarkan data FIFA, laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay ditonton sekitar 1,3 miliar pemirsa di seluruh dunia, sedangkan pertandingan Argentina kontra Tanjung Verde disaksikan sekitar 2,7 miliar penonton.

Untuk mendukung penyelenggaraan di 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat, pemerintah federal mengerahkan berbagai instansi.

Sejak Piala Dunia 2026 dimulai, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI telah menyita lebih dari 600 drone. Giuliani menyebut terdapat 1.487 deteksi drone di wilayah pembatasan sementara penerbangan yang berujung pada 646 penyitaan dan 13 penangkapan.

Menjelang berakhirnya Piala Dunia 2926, Giuliani menilai Amerika Serikat telah membuktikan kemampuannya menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala global. Ia juga menyambut optimistis penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles serta Piala Dunia Wanita 2031.

"Sepak bola bukan lagi cerita masa depan Amerika. Itu sedang terjadi sekarang," kata Giuliani.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait