Gedung Putih Bela Donald Trump yang Melobi FIFA terkait Kartu Merah Folarin Balogun

Gedung Putih membela langkah Donald Trump melobi FIFA untuk mencabut skorsing Folarin Balogun jelang laga kontra Belgia di 16 besar Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Kepala Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih (the White House's World Cup taskforce), Andrew Giuliani, membela langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melobi FIFA agar mencabut hukuman skors terhadap pemain Timnas AS, Folarin Balogun, sehingga bisa tampil melawan Belgia pada Senin atau Selasa WIB lalu.

Sebelumnya, Trump menyebut wasit asal Brasil, Raphael Claus, yang mengusir Balogun dengan kartu merah saat laga melawan Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar, sebagai sosok yang sedikit mencurigakan jika melihat rekam jejaknya.

Pernyataan itu merujuk pada penyelidikan Senat Brasil pada 2024 terkait penunjukan wasit dalam pertandingan. Namun, penyelidikan tersebut tidak menuduh Claus melakukan pelanggaran.

The Guardian melaporkan, dalam konferensi pers di Foreign Press Center, Washington DC, Giuliani mengatakan pemerintah AS menilai mencurigakan penunjukan wasit yang pernah dikaitkan dengan penyelidikan dugaan pengaturan pertandingan, termasuk terkait pemberian kartu merah yang disebut tidak wajar.

Giuliani juga menilai prosedur penggunaan VAR pada insiden kartu merah Balogun tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Menurutnya, tayangan gerak lambat digunakan untuk meninjau pelanggaran kontak, sesuatu yang menurutnya tidak semestinya dilakukan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah AS menginginkan prinsip fair play diterapkan, baik dalam pemilu maupun di lapangan olahraga.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dukung USSF

Giuliani mengatakan pihaknya menyambut baik langkah Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) yang mengajukan banding dan menilai hasil akhirnya sudah tepat.

Saat mendapat pertanyaan dari seorang jurnalis Brasil yang menegaskan Claus hanya dimintai keterangan dalam penyelidikan tersebut dan bukan menjadi pihak yang diselidiki, Giuliani mengakui wasit itu tidak pernah dituduh melakukan tindak pidana.

Namun, ia tetap menyatakan Claus pernah dikaitkan dengan penyelidikan tersebut.

Amerika Serikat akhirnya tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah 1-4 dari Belgia. Seusai pertandingan, para pemain Belgia merayakan kemenangan dengan menirukan tarian YMCA ala Trump di ruang ganti.

Sejumlah pengkritik menilai campur tangan Trump justru memotivasi Belgia dan mengurangi citra positif yang diperoleh Amerika Serikat sebagai tuan rumah.

 

Pembelaan FIFA dan CBF

Di sisi lain, FIFA membela Raphael Claus dengan menyatakan sang wasit selama kariernya selalu menunjukkan profesionalisme dan integritas yang tinggi.

Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) juga menyatakan tidak ada catatan yang meragukan integritas Claus maupun mendukung dugaan adanya pelanggaran.

Dalam kesempatan yang sama, dengan delapan pertandingan tersisa, Giuliani menyebut Piala Dunia kali ini sebagai kesuksesan bersejarah dari sisi ekonomi.

Menurutnya, lebih dari 6,5 juta penonton telah menghadiri pertandingan, melampaui rekor sebelumnya yang mencapai 3,5 juta penonton di Amerika Serikat pada Piala Dunia 1994.

 

Sambut Tamu Internasional

Giuliani juga mengatakan Trump sempat menyoroti tingginya harga tiket. Namun, FIFA menerima lebih dari 500 juta permintaan untuk sekitar 7 juta tiket yang tersedia. Selain itu, sebanyak 4.547 tiket per pertandingan dialokasikan bagi veteran militer Amerika Serikat.

Ia menambahkan pemerintah berhasil mempercepat proses masuk jutaan pengunjung legal tanpa mengurangi standar keamanan.

Pada paruh pertama tahun fiskal, lebih dari 5 juta permohonan ESTA diproses dari 19 negara peserta program tersebut. Waktu tunggu wawancara visa B-1 dan B-2 juga disebut menurun drastis, termasuk di Buenos Aires dan Brasil.

Giuliani menepis anggapan bahwa Trump tidak menyambut para tamu internasional. Menurutnya, Amerika Serikat merupakan satu di antara tuan rumah paling terbuka bagi penyelenggaraan Piala Dunia.

Ia juga menyebut turnamen kali ini memecahkan rekor siaran sepak bola di Amerika Serikat.

 

Membuktikan Kemampuan

Berdasarkan data FIFA, laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay ditonton sekitar 1,3 miliar pemirsa di seluruh dunia, sedangkan pertandingan Argentina kontra Tanjung Verde disaksikan sekitar 2,7 miliar penonton.

Untuk mendukung penyelenggaraan di 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat, pemerintah federal mengerahkan berbagai instansi.

Sejak Piala Dunia 2026 dimulai, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI telah menyita lebih dari 600 drone. Giuliani menyebut terdapat 1.487 deteksi drone di wilayah pembatasan sementara penerbangan yang berujung pada 646 penyitaan dan 13 penangkapan.

Menjelang berakhirnya Piala Dunia 2926, Giuliani menilai Amerika Serikat telah membuktikan kemampuannya menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala global. Ia juga menyambut optimistis penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles serta Piala Dunia Wanita 2031.

"Sepak bola bukan lagi cerita masa depan Amerika. Itu sedang terjadi sekarang," kata Giuliani.

 

Sumber: The Guardian

Video Populer

Foto Populer