Gedung Putih Pasang Badan terkait Penanganan Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Gedung Putih tegaskan penanganan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 sudah tepat.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Juli 2026, 13:15 WIB
Ramin Rezaeian #23 dan Mehdi Taremi #9 dari Timnas Iran bereaksi setelah hasil imbang 1-1 selama pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Iran di Stadion Seattle pada 27 Juni 2026 di Seattle, Washington. (Richard Heathcote/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Gedung Putih membela kebijakannya terkait pembatasan visa bagi Timnas Iran selama Piala Dunia 2026.

Dikutip dari Reuters, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih (the White House Task Force for the World Cup), Andrew Giuliani, mengatakan keputusan Iran menjadikan Tijuana di Meksiko sebagai markas tim menggantikan Tucson, merupakan pilihan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Advertisement

Menurut Giuliani, pengaturan perjalanan lintas perbatasan berjalan lancar, meski Iran sempat mengeluhkan pengaturan tersebut pada fase grup maupun setelah tersingkir dari turnamen.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sebelumnya melakukan negosiasi pada saat-saat terakhir untuk memindahkan markas tim dari Arizona ke Meksiko. Satu di antara alasannya adalah ketidakpastian mengenai pemberian visa untuk memasuki Amerika Serikat.

"Penting untuk dijelaskan bahwa Iran yang memilih Tijuana. Kami senang dengan pilihan itu," kata Giuliani kepada wartawan, Rabu waktu setempat.

"Saya rasa pemerintah Meksiko juga senang dengan pilihan tersebut. Dan seperti yang mereka katakan, Iran juga merasa puas dengan keputusan itu."

"Saya pikir yang kami lakukan melalui Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih adalah menerapkan pendekatan yang masuk akal agar para atlet bisa bertanding dengan prinsip fair play," ujar Giulani.


Tim Tertindas

Pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei (C), berbicara kepada para pemainnya selama sesi latihan di markas mereka di Antalya, pada 19 Mei 2026. Timnas Iran tiba di Turki pada 19 Mei 2026 untuk kamp pelatihan dan menyelesaikan aplikasi visa menjelang Piala Dunia 2026, kata koresponden AFP. (Satu SAN/AFP)

Sebelumnya, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengatakan pemerintahnya menyetujui permintaan agar skuad Iran bermarkas di Meksiko selama Piala Dunia. Ia juga menyebut Amerika Serikat tidak ingin menjadi tuan rumah bagi Team Melli.

Giuliani menambahkan keputusan itu juga memastikan tidak ada pihak yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memasuki Amerika Serikat dengan memanfaatkan Piala Dunia.

Amerika Serikat baru menerbitkan visa untuk seluruh pemain Iran sekitar 10 hari sebelum pertandingan pertama mereka.

Namun, menurut FFIRI, beberapa anggota staf pendukung, termasuk personel penting di bidang manajemen dan administrasi, tidak mendapat izin masuk.

Pada awalnya, skuad Iran hanya diizinkan memasuki Amerika Serikat sehari sebelum pertandingan. Situasi tersebut membuat pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai "tim yang paling tertindas" di Piala Dunia.


Pelonggaran Aturan

Foto yang diberikan ini, diambil dan dirilis oleh Kantor Pers Federasi Sepak Bola Iran pada 6 Juni 2026, menunjukkan para pemain Timnas Iran (Dari Kiri) bek Mehdi Torabi, pemain sayap kiri Mehdi Ghayedi, gelandang Amirmohammad Razzaghinia, pemain sayap kiri Mohammad Mohebi, dan kiper Payam Niazmand menaiki pesawat di Bandara Antalya menjelang keberangkatan mereka ke Meksiko untuk turnamen sepak bola Piala Dunia 2026, di Antalya, Turki, pada 6 Juni 2026. Iran mengecam Amerika Serikat pada 6 Juni karena menolak visa kepada beberapa staf pendukung skuad Piala Dunia mereka karena para pemain untuk meninggalkan Turki menuju Meksiko. (Foto: Kantor Pers Federasi Sepak Bola Iran/AFP)

Meski demikian, Giuliani mempertahankan pengaturan perjalanan tersebut. Ia menilai perlakuan yang diberikan tetap setara.

"Untuk pertandingan di Los Angeles, mereka diizinkan masuk sehari lebih awal. Sebagai perbandingan, Timnas Amerika Serikat berada di Orange County dan harus menempuh perjalanan darat dengan bus yang bahkan lebih lama dibanding durasi penerbangan yang dijalani Iran," ujarnya.

Aturan itu kemudian dilonggarkan saat Iran menjalani pertandingan ketiga di Seattle. Iran diizinkan memasuki Amerika Serikat dua hari sebelum laga berlangsung.

"Untuk Seattle, mereka diberi waktu dua hari karena durasi penerbangannya lebih dari tiga jam. Kami ingin memastikan mereka memiliki tambahan waktu agar perlakuannya tetap setara," jelas Giuliani.


Rumah Kedua

Fans menyapa anggota tim Piala Dunia 2026 Iran saat mereka meninggalkan hotel menuju bandara Selasa, 30 Juni 2026, di Tijuana, Meksiko. (Foto AP/Gregory Bull)

Meski begitu, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) tetap mewajibkan Timnas Iran meninggalkan wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama setelah pertandingan berakhir.

Setelah tersingkir pada fase grup, Iran menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tijuana atas sambutan yang diberikan selama Piala Dunia.

Dalam pernyataannya, Iran menyebut Meksiko telah menjadi "rumah kedua dan tim kedua" bagi mereka.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait