Arthur Fery Melesat di Wimbledon, Ternyata Putra Pengusaha Kaya Pemilik Klub Ligue 1

Petenis asal Inggris, Arthur Fery, menjadi kejutan terbesar di Wimbledon 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 Juli 2026, 23:15 WIB
Petenis Inggris, Arthur Fery, bertanding melawan, Flavio Cobolli, pada perempat final Wimbledon 2026, di The All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, Rabu (8/7/2026). (AFP/Henry Nicholls)

Bola.com, Jakarta - Arthur Fery menjadi kejutan terbesar di Wimbledon 2026. Petenis Inggris penerima wild card itu sukses melaju ke semifinal setelah menumbangkan unggulan ke-10 dunia, Flavio Cobolli, di Centre Court, Rabu (8/7/2026). 

Pertandingan-pertandingan menarik di Wimbledon dapat ditonton melalui live streaming di Vidio. 

Advertisement

Fery mencatat sejarah sebagai petenis tunggal putra Inggris keempat yang mampu mencapai semifinal Wimbledon. Pada usia 23 tahun, ia juga menjadi satu-satunya petenis putra Inggris penerima wild card yang pernah menembus perempat final Grand Slam pada era Open.

Di balik penampilan impresifnya di Wimbledon, Fery ternyata berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang olahraga dan bisnis yang kuat. Ayahnya, Loic Fery, merupakan miliuner asal Prancis yang dikenal sebagai pemilik sekaligus presiden klub Ligue 1 yaitu FC Lorient.

Arthur Fery lahir di Sevres, pinggiran Paris, Prancis. Ibunya, Olivia, merupakan mantan petenis profesional yang bahkan pernah mengajak Arthur bermain di lapangan Wimbledon saat masih kecil.

Sementara itu, ayahnya, Loic Fery, adalah pengusaha sekaligus eksekutif olahraga yang sukses di industri keuangan global. Pada 2007 ia mendirikan Chenavari Investment Managers, perusahaan yang bergerak di sektor pasar kredit, private credit, dan pembiayaan terstruktur.

Loic mulai memimpin FC Lorient pada 2009. Meski telah menjual kepemilikan klub kepada Black Knight Football pada awal tahun ini, pria berusia 52 tahun tersebut tetap dipercaya menjabat sebagai presiden klub.

Kekayaan Loic diperkirakan mencapai sekitar 275 juta poundsterling (Rp6,6 triliun). Sementara itu, Arthur juga mulai menikmati hasil dari penampilan impresifnya di Wimbledon setelah dipastikan mengantongi hadiah sebesar 480 ribu poundsterling (Rp11,6 miliar) usai melaju ke perempat final.

 


Tetap Rendah Hati

Ayah petenis Inggris Arthur Fery, Loic, merayakan kemenangan putranya atas petenis Italia Flavio Cobolli, pada perempat final Wimbledon 2026, di The All England Lawn Tennis and Croquet Club in Wimbledon, London, Rabu (8/7/2026). (Henry Nicholls/AFP) AFP

Meski berasal dari keluarga yang sangat kaya, Arthur Fery disebut tidak pernah mendapat perlakuan khusus selama meniti karier di dunia tenis.

Menurut laporan The i Paper, seperti dikutip Give Me Sport, Kamis (9/7/2026), mantan pelatih Fery, Craig Veal, yang membimbingnya sejak usia 10 hingga 18 tahun, mengatakan bahwa anak didiknya menjalani proses pembinaan layaknya pemain muda lainnya.

"Dia tidak pernah mendapatkan perlakuan berbeda dari anak-anak lain. Dia tidak pernah mendapat keistimewaan apa pun. Dia menginap di hotel yang sama seperti pemain lain dan menjalani semuanya dengan cara yang sama," ujar Veal.

 


Membatasi Fasilitas

Petenis Inggris, Arthur Fery, bertanding melawan, Flavio Cobolli, pada perempat final Wimbledon 2026, di The All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, Rabu (8/7/2026). (AFP/Henry Nicholls)

Veal mengungkapkan orang tua Fery justru sengaja membatasi berbagai fasilitas yang sebenarnya bisa dinikmati putranya.

"Kalau pun ada perbedaan, justru orang tuanya lebih menahan diri dibanding keluarga pemain lain. Dia lebih jarang mengikuti turnamen internasional dibandingkan teman-teman seusianya saat berusia 11, 12, atau 13 tahun. Dia selalu memakai ponsel bekas. Tidak ada yang bisa menebak latar belakang keluarganya hanya dengan berbicara dengannya," tambah Veal.

Fery kini dijadwalkan menghadapi petenis peringkat ketiga dunia asal Jerman, Alexander Zverev, pada babak semifinal Wimbledon.

Pada semifinal, Fery akan menghadapi petenis peringkat ketiga dunia asal Jerman, Alexander Zverev. Performa impresifnya di Wimbledon juga membuat petenis berusia 23 tahun itu dipastikan menembus jajaran 40 besar dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Sumber: GIVEMESPORT

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan