Gedung Putih Tuding PM Inggris Membahayakan Nyawa di Piala Dunia 2026

Gedung Putih serang PM Inggris, Keir Starmer. Keputusan Starmer soal Piala Dunia 2026 dinilai berbahaya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Juli 2026, 11:00 WIB
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berjalan keluar dari 10 Downing Street, London, Senin, 20 April 2026. (Dok. AP/Alastair Grant, Arsip)

Bola.com, Jakarta - Satu di antara penasihat Presiden Donald Trump menuding Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah "membahayakan nyawa" melalui keputusan yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026.

Tudingan itu muncul ketika Timnas Inggris sedang menikmati laju positif di Piala Dunia 2026.

Advertisement

Tim asuhan Thomas Tuchel itu memastikan lolos ke perempat final setelah mengalahkan Meksiko 3-2 dan mengakhiri rekor sempurna tuan rumah di Stadion Azteca.

Pada perempat final, Inggris akan menghadapi Norwegia, Minggu (12-7-2026) dini hari WIB.

Di sisi lain, Amerika Serikat menjadi tim dengan hasil terburuk pada babak 16 besar setelah kalah telak 1-4 dari Belgia.

Di tengah kritik terhadap campur tangan Gedung Putih dalam pembatalan hukuman kartu merah Folarin Balogun, satu di antara penasihat Trump justru menyoroti keputusan pemerintah Inggris.


Kritik Keputusan Starmer

Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 dan Agen Khusus FBI yang Bertanggung Jawab, Doug Olson, Pejabat Koordinator Senior untuk Piala Dunia 2026, berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan anggota pers di Pusat Kerja Sama Kepolisian Internasional untuk Piala Dunia 2026 di Pusat Konferensi Nasional di Leesburg, Virginia pada 29 Juni 2026. (Kent Nishimura/AFP)

Laga Inggris melawan Meksiko sempat direncanakan dimajukan enam jam lebih awal oleh FIFA karena ancaman badai petir.

Namun, rencana tersebut batal setelah mendapat penolakan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF), serta Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

Menurut Daily Mail, situasi itu memicu kritik dari Gedung Putih.

Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, membandingkan keputusan tersebut dengan intervensi Trump yang sebelumnya meminta FIFA meninjau hukuman kartu merah Folarin Balogun.

"Saya justru ingin menunjuk keputusan yang menurut saya jauh lebih serius dan dibuat beberapa hari lalu. Intervensi Keir Starmer melalui jalur diplomatik yang membuat jadwal pertandingan Meksiko melawan Inggris tidak jadi diubah," ucap Giulani.


Suporter Meninggal

Para penggemar Timnas Meksiko merayakan kemenangan Meksiko atas Ekuador setelah pertandingan Piala Dunia 2026 di monumen Malaikat Kemerdekaan (di Kota Meksiko pada 1 Juli 2026. Setidaknya tiga orang tewas selama perayaan massal di Kota Meksiko untuk menandai kemajuan timnas di Piala Dunia 2026, menurut laporan pemerintah setempat. (Claudia Rosel/AFP)

Giuliani juga menyinggung insiden yang menewaskan tiga warga Meksiko saat perayaan setelah pertandingan babak 32 besar.

"Ada pembahasan untuk memindahkan waktu pertandingan dari malam hari ke siang hari sehingga risiko terhadap keselamatan warga Meksiko bisa lebih kecil. Jika melihat konsekuensi dan potensi dampaknya, keputusan itu jauh lebih serius daripada apa pun yang terjadi di lapangan."

Ia menambahkan bahwa persoalan tersebut menjadi contoh keterlibatan kepala negara dalam hal-hal yang berkaitan dengan pertandingan sepak bola.

Menurut pihak-pihak yang mengetahui proses tersebut, keputusan memajukan jadwal pertandingan hampir disepakati.

Namun, Give Me Sport melaporkan, tiga suporter Meksiko yang meninggal dunia dilaporkan tewas akibat sesak napas ketika merayakan kemenangan 2-0 atas Ekuador pada 1 Juli.

Sejauh ini tidak ada bukti yang tersedia, yang menunjukkan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait