Generasi Muda Indonesia Wajib Tahu, Ini Pesan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji untuk Raih Mimpi Besar

Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji berbagi pesan untuk anak muda Indonesia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 Juli 2026, 15:45 WIB
Meet and Greet bersama dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17-6-2026). (Arif Anggara Mulya)"

Bola.com, Jakarta - Kesuksesan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji menembus ajang Grand Prix tidak membuat keduanya lupa berbagi pengalaman kepada sesama generasi muda Indonesia.

Dalam acara Parade sekaligus Meet and Greet yang digelar Pertamina di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17-7-2026), keduanya menyampaikan pesan bagi anak-anak muda yang ingin mengejar impian.

Advertisement

Veda Ega, yang kini masih berusia 17 tahun, menilai setiap kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Menurutnya, perjalanan menuju level tertinggi tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses yang panjang.

"Kalau kalian udah dikasih kesempatan, ya dimaksimalin kesempatannya. Kami juga dulu seperti itu sebelum seperti sekarang (sering ikut balapan)," ujar Veda.


Ajakan Veda Ega

Meet and Greet bersama dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17-6-2026). (Arif Anggara Mulya)

Pembalap bernomor 9 itu juga mengajak generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan terus berlatih.

"Pokoknya latihan terus dan semangat sampai kalian bisa meraih yang kalian inginkan," lanjutnya.

Rider asal Gunung Kidul, DIY, itu juga mengungkapkan bahwa ekspektasi besar dari masyarakat Indonesia tidak menjadi beban baginya.

Sebaliknya, harapan yang diberikan para penggemar justru menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kemampuan di lintasan. 


Harapan Mario Suryo

Sementara itu, Mario Suryo Aji melihat pembinaan pembalap muda perlu terus mendapat perhatian agar makin banyak talenta Indonesia yang mampu menembus ajang Grand Prix.

Menurut Mario, satu di antara hal yang ia rasakan selama berlatih di Eropa adalah tersedianya banyak fasilitas yang mendukung proses pengembangan kemampuan para pembalap sejak usia dini.

"Pembalap yang belum bisa membuktikan bakatnya perlu diberi kesempatan. Kalau dari saya, kami sudah menjalani banyak sekali sesi latihan di Eropa, hampir di setiap kota mereka punya sirkuit atau mereka punya tempat untuk mengembangkan bakat di sesi latihan," tutur pembalap Honda Team Asia itu.

Mario berharap keberadaan Sirkuit Mandalika di NTB dapat menjadi satu di antara faktor yang mendorong lahirnya lebih banyak pembalap Indonesia di level dunia.

"Adanya Mandalika berharap bisa banyak lagi pembalap bertalenta yang bisa menyusul kami di ajang Grand Prix MotoGP," ucap Mario.

 

Penulis: Arif Anggara Mulya

Berita Terkait