Marc Marquez Beri Penghormatan untuk Pecco Bagnaia, Akui Banyak Dibantu di Ducati

Jelang perpisahan, Marc Marquez akui jasa Pecco Bagnaia dalam adaptasinya di Ducati.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Juli 2026, 16:15 WIB
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia dan Marc Marquez (c) Ducati Corse

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez menyampaikan penghormatan kepada Francesco Bagnaia di tengah musim terakhir pembalap Italia itu bersama Ducati.

Marquez mengaku Bagnaia menjadi sosok yang membantunya beradaptasi sejak bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikan Marquez saat World Ducati Week di Sirkuit Misano. Momen tersebut juga menjadi penampilan terakhir Bagnaia dalam ajang tahunan Ducati sebagai pembalap pabrikan, sebelum resmi hengkang pada akhir musim 2026.

Marquez dan Bagnaia mulai menjadi rekan setim di Ducati Lenovo Team pada musim 2025 setelah Marquez dipromosikan dari Gresini Racing.

Kendati sempat diprediksi akan menjalani rivalitas sengit menyusul beberapa insiden pada musim sebelumnya, termasuk senggolan di GP Portugal 2024, keduanya justru mampu menjaga hubungan yang harmonis di dalam garasi Ducati.


Bagnaia Bantu Marquez Beradaptasi

Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia (c) AP Photo/Kittinun Rodsupan

Dalam sesi di atas panggung, Bagnaia mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para penggemar Ducati yang datang dari berbagai negara.

Menurutnya, besarnya dukungan tersebut menunjukkan kuatnya komunitas Ducati, sesuatu yang dinilai sulit ditandingi pabrikan lain.

Marquez kemudian mengungkapkan bahwa Bagnaia menjadi sosok penting dalam proses adaptasinya bersama Ducati. Menurutnya, Bagnaia memperlihatkan bagaimana bekerja di lingkungan tim pabrikan dan membantunya memahami karakter tim sejak hari pertama.

"Pecco menunjukkan kepada saya bagaimana menghadapi Ducati. Ketika saya masuk ke garasi, saya menemukan tim yang sangat bagus dan motor yang sangat bagus," ungkap Marquez, dikutip dari Crash.

Marquez menilai satu di antara kekuatan utama Ducati adalah persatuan di dalam tim, sesuatu yang menurutnya menjadi pembeda dibanding pabrikan besar lainnya.

"Namun, saya menemukan rekan setim yang bahkan lebih hebat. Apa yang dimiliki Ducati dibandingkan pabrikan besar lainnya adalah persatuan. Persatuan adalah kekuatan, dan dengan persatuan Anda bisa melakukan apa saja," imbuh pembalap asal Spanyol itu.


Musim Terakhir Bagnaia Bersama Ducati

Tim Ducati Tim Lenovo, Marc Marquez (kanan), bersaing untuk memenangkan Grand Prix MotoGP Ceko di Brno, Republik Ceko, di depan Francesco Bagnaia dari Tim Ducati Lenovo (kiri, posisi ketiga), pada 21 Juni 2026. (Michal Cizek/AFP)

Bagnaia akan mengakhiri kiprahnya bersama Ducati setelah seri penutup MotoGP 2026. Juara dunia dua kali itu selanjutnya akan bergabung dengan tim pabrikan Aprilia mulai musim depan setelah meneken kontrak berdurasi empat tahun.

Kepergian Bagnaia akan membuat Ducati mengandalkan duet baru pada musim depan. Kursinya di tim pabrikan akan ditempati Pedro Acosta, yang didatangkan dari KTM.

Di lintasan, persaingan perebutan gelar masih berlangsung ketat. Memasuki jeda musim panas, Marquez berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan selisih 18 poin dari pemuncak klasemen setelah memangkas defisit 102 poin sejak GP Italia.

Sementara itu, Bagnaia berada di posisi kedelapan dengan selisih 65 poin dari pemimpin klasemen dan masih berada dalam persaingan perebutan gelar.

 

Sumber: Crash

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait