Marc Marquez Akui Rivalnya Beri Hadiah Manis dalam Perburuan Gelar MotoGP 2026

Marc Marquez ungkap hadiah manis dari para rival dalam perburuan gelar MotoGP 2026.

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez kini berada di puncak klasemen MotoGP setelah memenangi Grand Prix San Marino di Misano, Minggu (13-8-2026

Pembalap Ducati itu mengakui persaingan perebutan gelar menjadi lebih menguntungkan baginya karena sejumlah rival melakukan kesalahan dalam beberapa balapan terakhir.

Kemenangan di Misano menjadi yang kelima bagi Marquez dalam tujuh seri terakhir.

Hasil tersebut membuat koleksi poinnya menyamai Jorge Martin, tetapi Marquez berhak berada di posisi teratas karena unggul jumlah kemenangan.

Marquez meraih hasil impresif sejak kembali dari cedera pada seri di Mugello, delapan balapan lalu.

Kecepatan, pengalaman, dan pemahamannya terhadap aspek teknis membuat pembalap Spanyol tersebut mampu menunjukkan performa kuat dalam persaingan gelar.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Faktor Keberuntungan

Meski begitu, Marquez tidak menampik adanya faktor keberuntungan. Ia menilai para rivalnya, terutama duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, terlalu sering melakukan kesalahan setelah ia tertinggal 102 poin.

"Saya siap membalap di Mugello. Memang belum 100 persen, tetapi saya juga ingin mempersiapkan diri agar punya peluang memenangi balapan. Saya tidak memikirkan kejuaraan karena saat itu semuanya belum berada di tangan saya," ujar Marquez, dikutip dari Motorsport.

"Memang benar para lawan memberi saya hadiah. Ketika saya mencicipi hadiah itu, rasanya manis. Jadi, saya berusaha mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dari gaya balap saya, motor saya, dan tim saya," lanjutnya.

Perubahan Besar

Situasi Marquez sebelumnya jauh berbeda. Menjelang MotoGP Hungaria pada Juni yang menjadi seri kedelapan musim ini, ia masih berada di posisi kedelapan klasemen.

Saat itu, perolehan poin Marquez bahkan belum mencapai setengah dari milik Bezzecchi.

Pembalap Aprilia tersebut tampil dominan pada tujuh seri pertama dengan meraih empat kemenangan dan memimpin klasemen dengan keunggulan atas Martin.

Namun, persaingan berubah setelah MotoGP Hungaria di Balaton Park. Performa Aprilia dan Ducati kemudian bergerak ke arah yang berbeda pada fase berikutnya.

Ketika Marquez mulai kembali meraih kemenangan, para pembalap Aprilia justru mengalami sejumlah masalah.

Martin terlibat dalam kecelakaan yang melibatkan beberapa pembalap di Balaton Park. Sementara itu, Bezzecchi mendapat larangan tampil pada MotoGP Republik Ceska setelah menabrak seorang marshal dalam balapan sprint.

Masalah cedera yang kembali dialami Bezzecchi serta cedera Trackhouse, Ai Ogura, turut memengaruhi persaingan. Fabio Di Giannantonio dari VR46 juga mengalami penurunan performa.

Rangkaian situasi tersebut membuat Marquez mendapatkan keuntungan besar di pertengahan musim.

Bezzecchi Gagal Melanjutkan Duel

Marquez dan Bezzecchi sebelumnya diperkirakan bakal terlibat duel ketat di Misano. Namun, harapan tersebut berakhir pada lap pertama setelah Bezzecchi terjatuh di Tikungan 13.

Marquez mengakui jalannya balapan akan berbeda jika Bezzecchi mampu bertahan dan terus memberikan tekanan hingga garis finis.

"Pada lap pertama, sulit untuk mengatakan apa yang terjadi. Kami membalap hingga batas maksimal. Di sektor tiga, Marco mampu mencatat keunggulan tiga persepuluh detik sepanjang akhir pekan dan pada lap pertama dia sudah melaju sangat cepat," kata Marquez.

"Memang benar kesalahan Marco sangat membantu. Balapannya menjadi berbeda karena saya yakin dia membalap dengan sangat baik hari ini. Pada lap pertama, dia sudah melaju luar biasa. Namun, kami hanya melakukan yang terbaik," imbuhnya.

 

Sumber: Motorsport

Video Populer

Foto Populer