Jamie Carragher Mulai Khawatir dengan Strategi Transfer Liverpool, Justru Puji MU

Jamie Carragher khawatir dengan strategi transfer Liverpool.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Agustus 2026, 08:45 WIB
Ilustrasi Liverpool. (Bola,com/AI)

Bola.com, Jakarta - Jamie Carragher mengaku mulai merasa khawatir dengan pendekatan Liverpool di bursa transfer musim panas ini. Legenda The Reds tersebut menilai klub lamanya kini mulai mengubah strategi dalam mendatangkan pemain.

Liverpool memang belum terlalu aktif pada musim panas ini. Namun, aktivitas mereka mulai meningkat seiring upaya mendatangkan target utama, Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain (PSG)

Advertisement

Liverpool saat ini sedang bernegosiasi dengan PSG untuk transfer Barcola. Klub Prancis tersebut dikabarkan mematok harga 145 juta paun untuk pemain berusia 23 tahun itu.

Carragher tidak sepenuhnya yakin mengejar Barcola merupakan langkah yang tepat. Sebelumnya, ia juga pernah menilai Barcola bukan pengganti yang benar-benar sepadan untuk Mohamed Salah, yang telah meninggalkan Liverpool.


Perubahan Pendekatan

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Menurut Carragher, ketertarikan Liverpool terhadap Barcola menunjukkan adanya perubahan pendekatan di Anfield. Ia kemudian membandingkannya dengan kebijakan transfer Manchester United pada musim panas ini.

"Hal yang mungkin saya sukai dari United musim panas ini adalah, mereka tidak terlihat terobsesi dengan nama besar seperti yang terjadi selama bertahun-tahun. Saya justru sedikit khawatir dengan klub saya sendiri mengenai hal itu," ujar Carragher dalam podcast "Football Ramble".

Carragher kemudian mengingat kembali aktivitas transfer Liverpool pada musim panas sebelumnya, yang menurutnya lebih banyak berfokus pada pemain-pemain dengan nama besar.

"Apa yang kami lakukan musim panas lalu, dan saya sudah mengatakan ini, sebenarnya tidak terlalu saya sukai. Rasanya seperti musim panas ala Real Madrid," katanya.


Contoh

Penyerang Liverpool asal Swedia #09, Alexander Isak, berebut bola dengan bek Manchester United asal Inggris #23, Luke Shaw (kanan), dan gelandang Manchester United asal Uruguay #25, Manuel Ugarte (kiri), dalam pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 19 Oktober 2025. (PETER POWELL/AFP)

Ia menyebut Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike sebagai contoh. Menurut Carragher, Liverpool pada periode tersebut berupaya mendatangkan pemain dengan nilai transfer besar.

"Musim panas ini semuanya tentang Barcola. Saya berpikir, bagaimana dengan masa-masa ketika kami membangun tim di bawah Jurgen Klopp, ketika kami mendatangkan pemain yang belum tentu diyakini banyak orang dan mendapatkan nilai yang bagus? Saya justru ingin kembali ke pendekatan seperti itu," lanjutnya.


Soroti Pendekatan MU

Tambahan tiga poin membuat Manchester United kembali ke peringkat keempat dengan raihan 48 poin. Tampak dalam foto, pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Carragher kemudian menilai MU mengambil pendekatan yang berbeda pada bursa transfer musim panas ini. Menurutnya, MU tidak terlihat sedang berambisi mendatangkan satu nama besar.

"Kalau melihat United, musim panas ini mereka tidak terlihat sedang menjalankan misi untuk mendapatkan nama besar. Andrey Santos, siapa yang tahu bagaimana dia akan tampil? Youri Tielemans. Ini seperti sesuatu yang mungkin membuat orang berpikir, 'cerdas, orang-orang tidak menyangka, sesuatu yang sedikit berbeda'," ulas Carragher.

Carragher menilai pendekatan tersebut tidak seharusnya berpusat pada seberapa besar nama seorang pemain, melainkan apakah pemain itu sesuai dengan kebutuhan tim dan klub.

"Ini bukan soal nama, tetapi soal apa yang tepat untuk tim dan klub, dan rasanya United sedang menuju ke arah tersebut, yang menurut saya mungkin merupakan sesuatu yang sehat," tuturnya.

 

Sumber: Express

Berita Terkait