Ruben Amorim Diramal Tak Akan Bertahan 6 Bulan di AC Milan

Ruben Amorim Diprediksi Tak Akan Bertahan Lebih dari 6 Bulan di Milan

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Agustus 2026, 13:15 WIB
Pelatih baru Italia AC Milan asal Portugal, Ruben Amorim, melambaikan tangan saat tiba di Bandara Linate di Milan pada 6 Juli 2026. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Ruben Amorim mendapat kritik keras setelah menjalani awal yang sulit bersama AC Milan. Pelatih asal Portugal itu bahkan diprediksi tidak akan bertahan hingga enam bulan di klub Italia tersebut.

Prediksi tersebut disampaikan Alex Crook, koresponden sepak bola talkSPORT sekaligus penggemar Manchester United.

Advertisement

Crook menilai Amorim tidak cukup bagus berdasarkan pengalamannya ketika menangani MU.

Amorim dipecat MU pada Januari lalu setelah menjalani masa kerja selama 14 bulan di Old Trafford.

Delapan bulan setelah pemecatan itu, ia kembali berhadapan dengan mantan klubnya ketika AC Milan menghadapi MU dalam laga uji coba di Wroclaw, Polandia, Sabtu.

AC Milan memenangi pertandingan tersebut dengan skor 4-2. Hasil itu menjadi kemenangan pertama Milan pada pramusim setelah gagal memenangi pertandingan-pertandingan uji coba yang dijalani.


Tak Belajar dari Kesalahan

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

MU membayar 9,2 juta paun untuk menebus Amorim dari Sporting Lisbon ketika menunjuknya pada November 2024. Ekspektasi besar mengiringi kedatangannya ke Old Trafford.

Namun, perjalanan Amorim bersama Setan Merah tidak berlangsung lama. Ia hanya mencatat 24 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi dengan persentase kemenangan 38,1 persen.

Catatan tersebut menjadi yang terburuk di antara manajer MU sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub pada 2013.

Pada musim pertamanya, Amorim membawa MU finis di posisi ke-16 Premier League, posisi terendah dalam sejarah klub di kompetisi tersebut. Setan Merah juga kalah dari Tottenham Hotspur pada final Liga Europa.

Pada paruh pertama musim berikutnya, MU berada di posisi ketujuh ketika Amorim dipecat pada Januari 2026. Setelah itu, Michael Carrick mengambil alih dan membawa MU finis di posisi ketiga.

Catatan tersebut menjadi satu di antara alasan Crook melontarkan kritik kepada Amorim.

Ia menilai pelatih berusia 41 tahun itu belum belajar dari kesalahannya di MU, terutama karena masih mempertahankan sistem tiga bek.

Crook menyoroti keputusan Amorim menggunakan formasi tiga bek saat AC Milan menghadapi Chelsea dalam pertandingan persahabatan di Jakarta, Indonesia.

"Menarik melihat dia memainkan tiga bek dalam laga persahabatan melawan Chelsea. Macan tutul tidak pernah mengubah coraknya," sindir Crook di talkSPORT.


Persoalkan Ucapan Amorim

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, bereaksi di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Rabu (31-12-2025) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Crook juga menyinggung pernyataan Amorim setelah pertandingan tersebut.

Pelatih Milan itu mengatakan timnya sudah mengetahui bahwa mereka harus "menderita", istilah yang juga pernah digunakannya ketika pertama kali menangani MU.

"Dia menggunakan kata itu ketika pertama kali datang ke Manchester United. Dia memperingatkan penggemar Manchester United bahwa mereka harus menderita," kata Crook.

Crook kemudian mengecam perjalanan Amorim di MU dengan menyinggung kekalahan dari Grimsby di Piala Liga serta kekalahan pada final Liga Europa.

"Selamat. Kami memang menderita saat menyaksikan sepak bola buruk kalian. Tersingkir dari Piala Liga oleh Grimsby. Final Liga Europa yang sangat buruk itu," cetusnya.

Crook bahkan memprediksi Amorim tidak akan bertahan lama di AC Milan.

"Dia tidak akan bertahan enam bulan di Milan karena dia tidak cukup bagus," tegas Crook.


Manajer MU Terburuk

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Rekan Crook di talkSPORT, Sam Matterface, memiliki pandangan berbeda. Ia mengingatkan bahwa MU mengumpulkan 71 poin pada musim lalu dan Amorim berkontribusi terhadap 30 poin di antaranya.

Crook langsung membantah argumen tersebut.

"Bagus. Berapa banyak lagi yang sebenarnya bisa mereka dapatkan?" balasnya.

Crook kemudian kembali menyerang Amorim dengan menyebutnya sebagai manajer terburuk Setan Merah sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub.

Ia mencontohkan pertandingan melawan Everton pada November lalu. MU kalah 0-1, meski Everton bermain dengan 10 pemain.

Menurut Crook, Amorim tetap enggan mengubah sistem permainan dalam pertandingan tersebut. Ia juga mengkritik keputusan Amorim memasukkan Mason Mount sebagai wing-back.

"Manchester United sudah memiliki banyak manajer sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub, dan orang ini jauh dan jauh merupakan manajer terburuk yang pernah mereka miliki," ujar Crook.

"Saya mengatakan tentang pertandingan melawan Everton itu. Everton bermain dengan 10 pemain dan memiliki dua penyerang yang tidak pernah mencetak gol, tetapi dia memasukkan Mason Mount sebagai wing-back karena tidak ingin mengubah sistem," lanjutnya.


MU Era Carrick

Mulai Oktober 2022, Michael Carrick menjadi pelatih selama dua setengah tahun di Middlesbrough. Tampak dalam foto, Michael Carrick (kiri) saat masih menjadi pelatih Middlesbrough bersalaman dengan Mauricio Pochettino di akhir pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Piala Liga Inggris antara Middlesbrough dan Chelsea di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 9 Januari 2024. (Oli SCARFF/AFP)

Matterface kemudian membahas perkembangan MU setelah Carrick mengambil alih. Menurutnya, Carrick memahami posisi MU dan tuntutan yang dihadapi klub.

"Dia memahaminya. Dia tahu di mana seharusnya Manchester United berada," kata Matterface.

Matterface juga menilai Carrick memahami MU kemungkinan belum mampu menjuarai liga musim ini. Menurutnya, yang harus dilakukan adalah terus meningkatkan performa tim.

"Anda harus terus berusaha berkembang sepanjang waktu. Itu tentunya juga membawa tekanan. Dia menempatkan dirinya di bawah tekanan karena harus berusaha menyamai atau melampaui apa yang terjadi musim lalu," ujar Matterface.

Crook kemudian membandingkan sikap tersebut dengan Amorim ketika masih menangani MU.

Ia menyindir Amorim seperti orang yang "memenangkan undian" untuk mendapatkan pekerjaan sebagai manajer MU.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait