Momen Hangat! Usai Kalah dari AC Milan, Pemain MU Bergantian Hampiri Ruben Amorim

Momen hangat terjadi usai laga pramusim MU versus AC Milan, pemain Setan Merah terlihat menghampiri Ruben Amorim.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Agustus 2026, 18:30 WIB
Penyerang Manchester United asal Brasil bernomor punggung 10, Matheus Cunha (kanan), dan gelandang AC Milan asal Italia, Alphadjo Cisse (tengah), berebut bola dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Manchester United dan AC Milan di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada 15 Agustus 2026. (Sergei GAPON/AFP)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah pemain Manchester United menghampiri Ruben Amorim setelah pertandingan pramusim melawan AC Milan di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, Sabtu.

Pertandingan tersebut menjadi pertemuan pertama Amorim dengan mantan klubnya sejak dipecat tujuh bulan sebelumnya.

Advertisement

Milan mengalahkan MU 4-2 sekaligus memberikan kekalahan kedua bagi Setan Merah sepanjang pramusim.

Setelah pertandingan berakhir, sejumlah pemain MU tetap menyempatkan diri menemui Amorim.

Kapten MU, Bruno Fernandes, menjadi pemain pertama yang menghampiri pelatih asal Portugal tersebut.


Pertemuan Singkat

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim memberikan instruksi pada Matheus Cunha di laga melawan Bournemouth, 16 Desember 2025. (AP Photo/Jon Super)

Fernandes terlebih dahulu menyapa staf kepelatihan Amorim yang sebelumnya juga bekerja bersama sang pelatih di MU.

Setelah itu, Fernandes berbincang singkat dengan mantan pelatihnya yang juga kompatriotnya.

Noussair Mazraoui kemudian mendatangi Amorim. Bek MU itu terlihat memeluk Amorim dengan hangat.

Luke Shaw, Joshua Zirkzee, Ayden Heaven, dan Lisandro Martinez juga menghampiri Amorim untuk menyapa. Matheus Cunha menjadi pemain terakhir yang terlihat menemui pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Cunha dan Amorim bahkan terlihat tertawa bersama dalam pertemuan singkat mereka.


Muncul Ketegangan

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (AP Photo/Ian Hodgson)

Amorim meninggalkan Old Trafford setelah dipecat pada Januari lalu. Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Amorim dan jajaran petinggi klub.

Sebelumnya, Amorim secara terbuka mengkritik para pengambil keputusan di MU setelah kekalahan dari Leeds United di Elland Road.

Ia meminta pihak lain di klub fokus pada tanggung jawab masing-masing dan membiarkannya berkonsentrasi menjalankan tugasnya.


Akui Banyak Kesalahan di MU

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim memberikan tepuk tangan setelah timnya kalah dari West Ham United dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Beberapa waktu setelah meninggalkan MU, Amorim mengakui dirinya juga melakukan kesalahan selama menangani klub.

Ketika ditanya mengenai penyebab kegagalannya di Manchester, Amorim mengatakan pengalaman tersebut kini sudah tidak lagi menjadi fokusnya.

"Hal pertama adalah, itu tidak penting lagi. Itulah perasaannya," ujar Amorim.

"Ada sejarah, kemudian sesuatu terjadi, konteks berubah, dan Anda fokus pada tantangan berikutnya. Saya belajar banyak. Akan sulit menunjuk satu hal, tetapi hal penting yang saya tahu dengan jelas adalah saya membuat banyak kesalahan," imbuh pelatih Sporting CP tersebut.


Lakukan Refleksi

Ekspresi Ruben Amorim usai laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Amorim juga menyadari bahwa kegagalan di MU tidak sepenuhnya menjadi kesalahan pihak lain.

"Ketika Anda melakukan refleksi seperti ini dan memahami bahwa itu bukan hanya kesalahan mereka, tetapi juga kesalahan saya, saya pikir Anda bisa menjadi pelatih dan manusia yang lebih baik," katanya.

Selama menangani MU di Premier League, Amorim mencatat sejumlah statistik terburuk dibandingkan seluruh manajer dalam sejarah Setan Merah.

Persentase kemenangannya hanya 32 persen, sementara rasio kebobolan mencapai 1,53 gol per pertandingan dan persentase clean sheet hanya 15 persen.

 

Sumber: Express

Berita Terkait