Lionel Messi Terlalu Ikut Campur di Inter Miami? Keputusan Klub Mulai Dipertanyakan

Lionel Messi campur urusan personal dengan bisnis di Inter Miami, kini dinilai mulai jadi bumerang.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Agustus 2026, 15:00 WIB
Lionel Messi dari Inter Miami CF pada laga kontra Philadelphia Union di Subaru Park, 20 Agustus 2026, di Chester, Pennsylvania. (Dok. X @InterMiamiCF)

Bola.com, Jakarta - Bolehkah Inter Miami memiliki "terlalu banyak" Lionel Messi?

Pertanyaan itu mungkin terdengar aneh untuk klub yang memiliki pemain dengan delapan Ballon d'Or. Namun, situasi yang berkembang di Inter Miami membuat pertanyaan tersebut layak diajukan.

Advertisement

Situasi ini lantas diulas Sports Illustrated (SI).

Sejak Messi bergabung, Inter Miami makin membangun klub di sekitar orang-orang yang dipercaya dan membuat sang megabintang merasa nyaman.

Messi seolah menjadi acuan dalam berbagai keputusan klub. Strategi tersebut sempat menghasilkan trofi, tetapi kini hasilnya mulai menurun.

"Di titik ini, kepentingan personal dan urusan bisnis di Inter Miami dinilai makin sulit dipisahkan," tulis SI.

Messi tentu merupakan pemain terbaik Inter Miami. Ia juga menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di MLS.

Selain itu, Messi dilaporkan memiliki kepentingan dalam kesepakatan hak siar MLS dengan Apple TV dan berpotensi menjadi satu di antara pemilik Inter Miami setelah pensiun.

Pengaruhnya pun digunakan untuk membuka jalan bagi sejumlah legenda sepak bola dunia di sekitarnya menuju MLS.

Namun, di level klub, pendekatan tersebut dinilai mulai tidak berjalan dan bahkan berpotensi menghambat Inter Miami berkembang menjadi klub global.


Pergantian Pelatih

Pelatih kepala Union Santa Fe, Kily Gonzalez, tampak mengamati situasi sebelum dimulainya pertandingan Liga Sepak Bola Profesional Argentina 2024 'Cesar Luis Menotti' antara Union Santa Fe dan Velez Sarsfield di Stadion 15 de Abril di Santa Fe, Argentina, pada 7 Desember 2024. (Jose ALMEIDA/AFP)

Pergantian pelatih terbaru menjadi satu di antara contohnya.

Di tengah lima pertandingan tanpa kemenangan, Inter Miami menunjuk Kily Gonzalez untuk menggantikan Guillermo Hoyos.

Gonzalez telah mengenal Messi selama bertahun-tahun. Keduanya berasal dari Rosario, Argentina, dan pernah bermain bersama di Timnas Argentina.

Namun, Gonzalez hanya memiliki persentase kemenangan 32,5 persen dari tiga pekerjaan sebelumnya dan belum pernah memenangkan trofi.

Sebagai perbandingan, Hoyos datang dengan persentase kemenangan 39 persen dan pengalaman yang lebih banyak.

Javier Mascherano, pelatih sebelum Hoyos, bahkan belum pernah menangani tim senior sebelum bergabung dengan Inter Miami.

Mascherano kemudian membawa Inter Miami menjuarai MLS Cup, sembilan bulan lalu.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai keputusan Inter Miami menunjuk Gonzalez.

"Apakah ia akan mampu membawa perubahan atau justru menjadi bagian terbaru dari proyek Inter Miami yang dinilai terlalu berfokus kepada Messi?" tulis SI.


Bikin Messi Nggak Frustrasi

Penyerang Argentina Inter Miami #10, Lionel Messi, menyapa pelatih kepala, Javier Mascherano, selama sesi latihan menjelang pertandingan Grup A Piala Dunia Klub 2025 antara Al-Ahly Mesir dan Inter Miami AS di Pusat Pelatihan Inter Miami CF, Fort Lauderdale, Florida pada 13 Juni 2025. Javier Mascherano dari Argentina telah mengundurkan diri sebagai pelatih Inter Miami karena alasan pribadi, klub MLS itu mengumumkan pada 14 April 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Pada Jumat waktu setempat, Hoyos mengakui ia percaya Messi seharusnya memiliki peran dalam proses perekrutan di klub.

"Kami memiliki tim yang hebat, sejumlah pemain muda yang luar biasa, dan pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Dia adalah pemain terbaik, dan kami harus mendukungnya dengan segala cara agar dia bisa mengekspresikan dirinya karena dia melakukannya dengan cara yang tidak bisa dilakukan siapa pun," ujar Hoyos.

Kini, Gonzalez menghadapi tugas berat. Ia harus membangun tim dengan skuad yang memiliki sejumlah kelemahan sekaligus menjaga agar Messi tidak frustrasi.

Messi telah mencetak 14 gol dan sembilan assist dalam 18 pertandingan musim ini. Namun, catatan itu dinilai belum cukup untuk menyelamatkan Inter Miami yang masih kekurangan sejumlah bagian penting.

Hubungan Messi dengan Mascherano sebelumnya juga dilaporkan retak. Kondisi tersebut disebut menjadi penyebab Mascherano akhirnya meninggalkan klub.


Pembuktian Klub

Gonzalez kemungkinan tidak memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki skuad melalui bursa transfer musim panas yang akan ditutup pada Rabu.

Ia harus bekerja dengan pemain yang tersedia untuk mempertahankan posisi dua besar Wilayah Timur dan mengejar MLS Cup.

"Gonzalez kemungkinan akan menerapkan permainan agresif dan langsung, dengan Casemiro serta Yannick Bright menjadi penggerak di lini tengah," ulas SI.

"Telasco Segovia dapat memberikan energi sebagai gelandang box-to-box, sementara Rodrigo De Paul, Luis Suarez, dan German Berterame perlu meningkatkan tempo permainan," lanjut SI.

Hoyos dinilai pantas meninggalkan Inter Miami melihat kesulitan yang dialami tim. Namun, persoalan yang sama kini berada di tangan Gonzalez.

Inter Miami harus membuktikan bahwa keputusan-keputusan terkait Messi benar-benar dibuat demi kepentingan tim, bukan sekadar untuk menyenangkan sang megabintang.

Jika tidak, Messi bisa menjalani musim tanpa trofi untuk kedua kalinya dalam lebih dari dua dekade.

 

Sumber: SI

Berita Terkait