Harry Kane Respons Dingin Klaim Lamine Yamal soal Calon Pemenang Ballon d'Or 2026

Harry Kane memberikan tanggapan tentang klaim Lamine Yamal soal kandidat pemenang Ballon d'Or 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 September 2026, 17:45 WIB
Kemampuan Harry Kane dalam urusan mencetak gol memang tak perlu diragukan lagi. Striker asal Inggris ini tetap menunjukkan kualitasnya di Eropa setelah bergabung dengan Bayern Munchen. Sejauh ini ia telah mengemas 10 gol untuk Die Roten di Liga Champions.

Bola.com, Jakarta - Harry Kane kembali mencatatkan sejarah di Bundesliga. Namun, sorotan terhadap kapten Timnas Inggris itu tak hanya datang karena rekor golnya, melainkan juga responsnya terhadap pernyataan Lamine Yamal mengenai Ballon d'Or 2026.

Kane menjadi pemain tercepat dalam sejarah Bundesliga yang mencapai 100 gol. Striker Bayern Munchen itu menorehkan catatan tersebut hanya dalam 98 penampilan.

Advertisement

Pencapaian tersebut semakin memperkuat kampanye Kane dalam perebutan Ballon d'Or 2026. Dalam waktu sekitar sebulan lagi, para pesepak bola terbaik dunia akan berkumpul di London untuk menghadiri malam penghargaan bergengsi tersebut.

Kane memang menjadi salah satu kandidat kuat setelah menjalani musim 2025/2026 yang luar biasa.

Bersama Bayern Munchen dan Timnas Inggris, Kane mengemas 73 gol dan menyumbangkan delapan assist dalam 65 pertandingan. Artinya, ia rata-rata mencetak satu gol setiap 71 menit.

Produktivitas tersebut membuat Kane meraih European Golden Shoe. Ia juga membantu Bayern Munchen meraih gelar Bundesliga, DFB-Pokal, dan Franz Beckenbauer Supercup.

Sementara bersama Timnas Inggris, Kane turut membawa The Three Lions finis di posisi ketiga Piala Dunia. Itu menjadi pencapaian terbaik Inggris sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966.

 


Tak Mau Banyak Bicara

Penyerang Bayern Munchen, Harry Kane, melakukan selebrasi setelah mencetak gol dalam pertandingan Bundesliga antara Bayern Munchen dan Union Berlin di Munchen, Jerman, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. (Alexandra Beier/AFP)

Performa Kane membuat banyak penggemar dan pengamat menilai sang striker layak menjadi pemenang Ballon d'Or tahun ini.

Namun, pandangan tersebut berbeda dengan Lamine Yamal.

Bintang Barcelona itu sebelumnya menyebut dirinya dan Kylian Mbappe sebagai dua pemain terbaik di dunia. Yamal bahkan secara terang-terangan mengatakan dirinya pantas memenangkan Ballon d'Or 2026.

"Kalau saya harus memilih siapa yang memenangkan Ballon d'Or? Sejujurnya, saya pikir mungkin hanya ada dua pemain yang merupakan pemain terbaik di dunia, tetapi saya pantas mendapatkannya tahun ini," ujar Yamal kepada Movistar.

"Bagi saya, Kylian Mbappe dan saya adalah dua pemain terbaik. Siapa pun yang menyaksikan pertandingan pasti tahu itu."

"Saya merasa pantas mendapatkan Ballon d'Or ini karena gelar-gelar yang saya menangkan dan raih musim lalu. Itu pandangan saya," lanjutnya.

Pernyataan Yamal tersebut langsung memicu perdebatan. Sejumlah pihak menilai pemain berusia 19 tahun itu terlalu percaya diri sekaligus mengabaikan peluang Kane.

Kane kemudian diminta memberikan tanggapan. Namun, striker Bayern itu memilih merespons dengan tenang.

"Saya tidak ingin terlalu banyak berbicara mengenai diri saya sendiri. Saya berbicara di lapangan. Setiap orang berbeda," kata Kane seperti dilansir AZ Strasser, seperti dikutip dari Sportbible, Sabtu (19/9/2026). 

"Lamine Yamal menjalani musim yang hebat, begitu juga Michael Olise. Ballon d'Or bukan berada di tangan saya."

 


Menyindir Lamine Yamal?

Penyerang Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Rayo Vallecano de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Bagi Kane, performa di lapangan jauh lebih penting daripada pernyataan yang muncul di media. Ia menyerahkan keputusan akhir kepada pihak yang menentukan pemenang penghargaan tersebut.

Bos Bayern Munchen Sentil YamalJika Kane memilih bersikap diplomatis, petinggi Bayern Munchen, Max Eberl, memberikan respons yang jauh lebih tajam.

Usai Bayern Munchen menghancurkan Union Berlin 7-0, Eberl menyinggung pernyataan Yamal mengenai Ballon d'Or.

"Harus ada kampanye. Pemain terbaik adalah mereka yang tidak membutuhkan kampanye," ujar Eberl.

Komentar tersebut dianggap sebagai sindiran terhadap Yamal yang sebelumnya secara terbuka menyatakan dirinya layak mendapatkan Ballon d'Or.

Sumber: Sportbible

 

Berita Terkait