Xavi Akui Salah Taktik saat Belanda Kandas 0-2 dari Yunani

Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez, mengakui kesalahan teknik setelah timnya tampik buruk pada babak pertama kontra Yunani.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 18:00 WIB
Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez, memberikan gestur saat laga UEFA Nations League melawan Jerman di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam, 24 September 2026. (NICOLAS TUCAT / AFP)

Bola.com, Jakarta - Xavi Hernandez mengakui dirinya menjadi penyebab buruknya penampilan Timnas Belanda pada babak pertama saat menghadapi Yunani dalam UEFA Nations League, Kamis (1/10/2026).

Belanda tertinggal dua gol pada babak pertama melalui Fotis Ioannidis dan Georgios Masouras. Situasi tersebut membuat Xavi melakukan tiga pergantian pemain saat memasuki babak kedua.

Advertisement

Perubahan tersebut membuat permainan Belanda membaik. Virgil van Dijk memperkecil ketertinggalan sebelum Tijjani Reijnders mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.

Hasil imbang 2-2 tersebut membuat Belanda mempertahankan catatan tidak terkalahkan sejak Xavi menangani tim nasional. Namun, pelatih asal Spanyol itu tetap mengakui penampilan babak pertama berada di bawah standar.


Xavi Akui Kesalahan pada Babak Pertama

Barcelona memastikan Xavi Hernandez akan meninggalkan posisi pelatih usai laga terakhir LaLiga 2023/2024 melawan Sevilla, Senin (27/5/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Xavi tidak berusaha menghindari tanggung jawab atas permainan buruk Belanda sebelum turun minum. Ia menilai perubahan yang terlalu banyak justru membuat para pemain kesulitan menjalankan rencana permainan.

“Saya tidak pernah senang dengan hasil imbang. Namun, babak pertama sangat buruk. Itu kesalahan saya sebagai pelatih. Mungkin saya membuat para pemain bingung karena melakukan terlalu banyak perubahan,” ujar Xavi seperti dikutip Reuters.

Belanda memang kesulitan mengembangkan permainan sejak awal pertandingan. Yunani memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak dua gol dan mengontrol perbandingan hingga turun minum.

Xavi kemudian memutuskan melakukan tiga pergantian pemain pada awal babak kedua. Ryan Gravenberch, Noa Lang, Tijjani Reijnders masuk untuk mengubah permainan Belanda.


Xavi Minta Maaf kepada Pemain

Pelatih kepala baru Timnas Belanda, Xavi Hernandez, berpose saat diperkenalkan di markas Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) di Zeist, Belanda, pada 25 Agustus 2026. (Koen van Weel / ANP / AFP)

Xavi mengungkapkan dirinya juga langsung meminta maaf kepada para pemain Belanda saat berada di ruang ganti.

Pelatih berusia 46 tahun itu memilih melakukan evaluasi ketimbang menyalahkan pemain atas penampilan buruk pada babak pertama.

“Saya hanya berusaha jujur karena memang seperti itulah saya. Saat jeda, saya mengatakan hal yang sama kepada para pemain, maaf karena saya pikir ini kesalahan saya,” kata Xavi.

Ia kemudian meminta para pemain melupakan penampilan pada 45 menit pertama dan fokus memperbaiki permainan setelah jeda.

“Lupakan babak pertama, sekarang kami akan menyusun kembali semuanya pada babak kedua,” ujar mantan pemain Barcelona tersebut.


Perubahan Formasi Bikin Belanda Bangkit

Bek Timnas Belanda, Virgil van Dijk dan Jan Paul van Hecke, melakukan aplaus kepada suporter setelah pertandingan melawan Serbia di UEFA Nations League yang berlangsung di Rajko Mitic stadium, Minggu (27/9/2026) malam WIB. (Pedja Milosavljevic / AFP)

Belanda tampil lebih agresif setelah Xavi mengubah pendekatan permainan. Tim orange mulai lebih sering menguasai bola dan menciptakan peluang di area pertahanan Yunani.

Xavi menjelaskan perubahan sistem menjadi salah satu faktor penting di balik kebangkitan timnya. Belanda menggunakan formasi berlian di lini tengah setelah jeda.

“Menurut saya, yang paling penting adalah sistemnya berbeda. Kami bermain dengan berlian di lini tengah dan itu menciptakan lebih banyak peluang,” jelas Xavi.

Menurutnya, perubahan tersebut membuat permainan menjadi lebih terbuka dan memberikan ruang bagi para pemain Belanda untuk bergerak lebih cepat ketika menguasai bola.

Virgil van Dijk membuka peluang Belanda untuk menyamakan kedudukan setelah mencetak gol sebelum satu jam pertandingan berjalan.

Belanda kemudian terus memberikan tekanan kepada Yunani hingga akhirnya Reijnders mencetak gol penyeimbang satu menit sebelum pertandingan berakhir.

Hasil 2-2 membuat Belanda terhindar dari kekalahan setelah sebelumnya tertinggal dua gol. Reijnders menjadi penyelamat setelah memanfaatkan momentum serangan Belanda pada akhir pertandingan.

Selanjutnya, Belanda akan menghadapi Serbia di Eindhoven pada Minggu (4/10/2026) dalam pertandingan terakhir mereka pada jeda internasional kali ini.

Sumber: Reuters, https://www.sportbible.com/football/la-liga/real-madrid/real-madrid-has-requested-that-barcelona-be-stripped-of-nine-titles-113482-20261001

Berita Terkait