Jurgen Klopp Akui Masih Sulit Menerima Kepergian Tragis Diogo Jota

Jurgen Klopp masih sulit menerima kepergian selamanya Diogo Jota.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 Oktober 2026, 06:15 WIB
Manajer Liverpool asal Jerman, Jurgen Klopp (tengah), merayakan kemenangan bersama penyerang Liverpool asal Portugal #20, Diogo Jota, setelah peluit akhir dibunyikan dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park di Newcastle-upon-Tyne, Inggris timur laut pada 27 Agustus 2023. (Lindsey Parnaby/AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku masih kesulitan menerima kepergian Diogo Jota.

Dalam biografi terbaru yang mengulas kehidupan mendiang penyerang asal Portugal itu, Klopp mengenang sosok pemain yang pernah menjadi bagian penting dari skuadnya.

Advertisement

Jota meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada musim panas 2025, saat berusia 28 tahun. Adiknya, Andre Silva, turut kehilangan nyawa dalam insiden tersebut.

Tragedi itu terjadi hanya beberapa pekan setelah Jota membantu Liverpool menjuarai Premier League di bawah asuhan Klopp.

Dalam buku Diogo Jota: Forever In Our Hearts terbitan Reach Sport, Klopp turut menceritakan awal mula keinginannya merekrut Jota ketika masih membela Wolverhampton Wanderers.

"Saya sedang menyaksikan pertandingan Wolves. Ketika Diogo bergerak ke sisi kiri, ia menunjukkan kekuatan fisik, teknik yang halus, dan tenaga luar biasa. Saat itu juga saya berpikir, 'Saya menginginkan pemain ini,'" kata Klopp, dikutip dari Mirror.

 

Dapatkan jadwal lengkap Premier League 2026/2027 di sini.


Cerita Jota Gabung Liverpool

Pemain depan Liverpool asal Portugal, Diogo Jota melakukan selebrasi setelah mencetak gol saat pertandingan putaran ketiga Piala Liga Inggris melawan West Ham United di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris pada 25 September 2024. (Paul ELLIS/AFP)

Ketertarikan tersebut muncul berdasarkan naluri Klopp. Ia menilai gerakan dan tindakan seorang pemain di lapangan bisa memberikan gambaran tentang kepribadiannya.

Dalam proses perekrutan Jota, Klopp bahkan mengambil inisiatif sendiri dengan meminta timnya mengumpulkan materi tentang sang pemain.

Biasanya, Klopp bekerja sama dengan pemandu bakat dan direktur olahraga untuk menentukan posisi yang perlu diperkuat, kemudian mempertimbangkan sejumlah kandidat.

Namun, ia secara khusus meminta kesempatan untuk mempelajari kemampuan Jota lebih jauh.

Liverpool membutuhkan pemain serbabisa, sementara Jota mampu bermain di beberapa posisi. Klopp juga menilai sang penyerang memiliki sikap dan mentalitas yang sesuai kebutuhan klub.


Begitu Terpukul

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp berusaha menghibur Diogo Jota yang ditarik keluar akibat cedera saat menghadapi Manchester City pada laga pekan ke-13 Liga Inggris 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Sabtu (25/11/2023). (AP Photo/Rui Vieira)

Di balik kenangan tersebut, Klopp mengakui dirinya masih terpukul oleh kematian Jota.

Ia bahkan tidak mampu berkata-kata ketika pertama kali mendengar kabar kecelakaan yang merenggut nyawa mantan anak asuhnya itu.

"Saya berusia 58 tahun. Saya tahu manusia akan meninggal dan itu merupakan bagian dari kehidupan. Ketika mencapai usia tertentu, kita harus menerima bahwa hal seperti ini bisa terjadi. Namun, saat mendengar kecelakaan yang dialami Diogo, saya sangat terpukul hingga tidak mampu berbicara," ujar Klopp.

"Saya tidak bertanya bagaimana kejadiannya atau di mana itu terjadi. Saya hanya menghentikan apa yang sedang saya kerjakan dan berusaha menerima kenyataan tersebut. Harus saya akui, hingga hari ini saya belum benar-benar mampu melakukannya," tuturnya.


Kehabisan Kata

Istri Diogo Jota, Rute Cardoso (tengah), mengikuti peti jenazah suaminya yang dibawa keluar gereja setelah upacara pemakaman suaminya dan sang adik, Andre Silva, di Gereja Induk Gondomar, di pinggiran Porto, pada 5 Juli 2025. Diogo Jota dan saudaranya meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada 3 Juli 2025, yang memicu kesedihan yang meluas tepat setelah bintang Portugal itu menikah. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Klopp mengatakan dirinya menyetujui ajakan asistennya, Danielle, untuk berbicara tentang Jota dan berkontribusi dalam penulisan buku tersebut.

Ia ingin mengenang sang pemain, tetapi menyadari dirinya belum siap membicarakan kehilangan itu.

"Saya menghabiskan sebagian besar hidup dengan berbicara. Namun, sekarang saya seperti bertahan dengan sisa kekuatan, kehabisan kata-kata. Itu sama sekali bukan hal yang biasa bagi saya. Ini benar-benar gila," tuturnya.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait