Bos Aprilia Ragukan Pembatalan MotoGP Australia 2026 Untungkan Jorge Martin

CEO Aprilia, Massimo Rivola, mempertanyakan anggapan pembatalan balapan MotoGP Australia 2026 memberikan keuntungan besar bagi Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 25 Oktober 2026, 20:30 WIB
Pebalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, bersiap mengikuti sesi latihan bebas MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, Tochigi, Jumat (2/10/2026). (AFP/Toshifumi Kitamura)

Bola.com, Jakarta - CEO Aprilia, Massimo Rivola, mempertanyakan anggapan bahwa pembatalan balapan utama MotoGP Australia 2026 memberikan keuntungan besar bagi Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia.

Balapan utama di Sirkuit Phillip Island yang seharusnya berlangsung pada Minggu (25/10/2026) terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas. Kondisi tersebut membuat penyelenggara tidak bisa menjamin keselamatan untuk melanjutkan balapan.

Advertisement

Pembatalan itu membuat jarak antara Marc Marquez dan Martin di klasemen sementara MotoGP 2026 tetap 10 poin, sesuai hasil sprint race pada Sabtu (24/10/2026).

Martin dipastikan absen dari balapan utama setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan akibat kecelakaan. Situasi tersebut sebelumnya membuka peluang bagi Marquez untuk memperlebar keunggulan di klasemen.

Namun, pembatalan balapan membuat selisih poin keduanya tidak berubah. Meski begitu, Rivola menilai belum tentu situasi tersebut menjadi keuntungan bagi Martin.

 


Hanya Menjalankan Keputusan Otoritas MotoGP

Pembalap Aprilia Racing Team, Jorge Martin, berhasil meraih podium juara di MotoGP Prancis musim ini yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (10/05/2026) malam WIB. (AFP/Loic VENANCE)

Martin kini membidik comeback pada MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang pekan depan. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisinya memungkinkan kembali mengendarai motor.

Di sisi lain, jadwal akhir musim juga masih dibayangi ketidakpastian mengenai MotoGP Qatar, yang rencananya berlangsung setelah seri Malaysia. Situasi tersebut membuat jumlah balapan tersisa pada musim 2026 belum sepenuhnya pasti.

"Kami sebenarnya punya banyak hal untuk disampaikan. Namun, pada akhirnya kami hanya menjalankan apa yang diminta kepada kami," ujar Rivola, seperti dikutip dari Motorsport.

"Kami menjalani pekerjaan ini karena kecintaan terhadap olahraga ini. Jika penyelenggara menyatakan kondisi sudah memenuhi standar keselamatan untuk balapan, kami akan melakukannya."

"Kami tidak berada dalam posisi untuk mengatakan, 'Saya tidak mau pergi'. Sejauh ini, belum ada alasan untuk tidak berangkat. Mungkin besok situasinya berubah, tetapi hari ini belum," lanjutnya.

 


Tak Yakin Jorge Martin Comeback di MotoGP Malaysia

Pembalap Aprilia, Jorge Martin saat tes pramusim MotoGP 2025 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu (05/02/2025). (AFP/ Mohd Rasfan)

Rivola menyebut pihaknya untuk sementara memperkirakan masih ada empat balapan tersisa pada musim ini. Namun, ia belum bisa memastikan apakah pembatalan di Australia akan memberikan dampak positif atau negatif bagi Martin.

"Saat ini, kami memperkirakan masih ada empat balapan. Saya tidak tahu apakah itu menguntungkan atau merugikan Jorge. Jika kondisi fisiknya belum bugar, tentu itu bukan hal yang baik. Namun, keputusan tersebut bukan berada di tangan kami," kata Rivola.

Meski Martin menargetkan kembali tampil pada MotoGP Malaysia, Rivola menilai peluang pembalap Spanyol itu untuk benar-benar mengikuti balapan masih cukup sulit.

Martin memang berencana terbang ke Malaysia untuk mengevaluasi kondisi fisiknya. Namun, Aprilia tidak ingin memaksakan sang pembalap kembali ke lintasan sebelum benar-benar pulih.

"Saya ingin perjalanan kami bersama Jorge berakhir dengan cara terbaik, yakni ketika dia sudah 100 persen bugar secara fisik," ujar Rivola.

Sumber: Motorsport

 

Berita Terkait