Bola.com, Jakarta - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyoroti sejumlah insiden yang melibatkan suporter sepak bola dalam beberapa waktu terakhir. Dia menegaskan bahwa peningkatan kualitas kompetisi harus diimbangi dengan upaya menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.
Menurut Asep, perkembangan kompetisi tidak hanya dapat dilihat dari persaingan antarklub, tetapi juga dari nilai kompetisi yang terus meningkat. Karena itu, seluruh elemen sepak bola perlu bersama-sama menjaga ekosistem agar kemajuan tersebut dapat berlanjut.
Asep mengaku menyayangkan sejumlah kejadian yang muncul, terutama selama satu bulan terakhir. PSSI juga terus mendorong I.League untuk memperkuat komunikasi dan merumuskan langkah-langkah guna mengurangi risiko terjadinya insiden serupa.
Persiapan keamanan sebenarnya telah menjadi bagian dari koordinasi sebelum kompetisi dimulai. I.League dan klub berkomunikasi dengan kepolisian, baik mengenai perizinan maupun pengelolaan keamanan selama pertandingan berlangsung.
Asep menjelaskan bahwa pengamanan perlu memperhatikan dua area berbeda, yakni lingkungan di dalam stadion dan ruang publik di luar stadion. Keduanya membutuhkan penanganan yang sesuai agar keamanan tidak hanya terjaga selama pertandingan, tetapi juga sebelum dan sesudah laga.
"Kami berharap semua pihak, pertama dari kami sendiri sebagai penyelenggara, klub, dan juga para penyelenggara pertandingan, tentu ingin memperkuat komunikasi dan memastikan apa yang sudah kita siapkan. Kami juga sebenarnya sudah punya rancangan pengaturan keamanan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," ujar Asep setelah konferensi pers Media Cup 2026 di GBK Arena, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Koordinasi Kepolisian
Asep menambahkan, terciptanya ekosistem sepak bola yang sehat membutuhkan stabilitas serta situasi yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan operator kompetisi, tetapi juga klub, panitia pelaksana, suporter, dan aparat keamanan.
Asep memandang bahwa persaingan antarsuporter harus tetap berada dalam batas sportivitas dan semangat fair play.
Untuk memperkuat upaya tersebut, I.League memiliki General Security Officer dan program fan engagement. Pihaknya juga berencana meningkatkan komunikasi dengan Spectator Liaison Officer yang menjadi perwakilan masing-masing klub.
Koordinasi dengan kepolisian turut dilakukan secara berkala, baik di tingkat pusat maupun daerah. I.League berkomunikasi dengan jajaran Mabes Polri, sedangkan klub menjalin koordinasi dengan kepolisian di wilayah masing-masing.
Terkait evaluasi keamanan, Asep mengatakan bahwa penanganan tidak selalu dilakukan melalui satu mekanisme formal yang seragam. I.League menerapkan pendekatan berdasarkan kasus, sehingga langkah yang diambil dapat disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat risiko setiap kejadian.
"Jadi, bentuk evaluasi itu belum bersifat seremonial. Kami menggunakan pendekatan berdasarkan kasus. Contohnya, ketika ada kejadian di suatu tempat tertentu, tentu penanganannya berbeda dengan situasi yang sudah kami anggap berada pada tingkat yang lebih aman," kata Asep.
Terbaru, seorang suporter Persib, Bobotoh, meninggal dunia setelah menyaksikan timnya melawan Garudayaksa FC dalam pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10/2026). Dia tewas diduga dibacok ketika dalam perjalanan pulang.
Menjaga Keberlangsungan Kompetisi
Asep menegaskan bahwa konsistensi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan kompetisi. Dia berharap peningkatan kualitas pertandingan dapat berjalan beriringan dengan situasi yang kondusif di lingkungan sepak bola Indonesia.
Dia juga menyinggung pencapaian klub-klub Indonesia di turnamen antarklub Asia, termasuk Persib Bandung dan Borneo FC. Menurutnya, prestasi tersebut patut diapresiasi dan perlu didukung oleh kondisi sepak bola nasional yang aman serta kondusif.
"Bahkan juga kalau kita lihat dari nilai koefisien di tahun ini, kita juga termasuk dalam sepuluh besar. Saya pikir ini sebuah apresiasi yang luar biasa dan didukung juga butuh satu kondusivitas yang memang lebih menyeluruh untuk semua yang terlibat di stakeholder sepak bola Indonesia," papar Asep.