Sukses


Ramai Wacana European Super League, UEFA Umumkan Format Baru Liga Champions

Bola.com, Jakarta - Menyusul pengumuman baru-baru ini seputar pembentukan Liga Super Eropa, dunia sepak bola mendadak gaduh. UEFA sebagai induk organisasi sepak bola Eropa, langsung menyetujui reformasi Liga Champions, di antaranya mengubah format dan menambah jumlah tim.

UEFA adalah satu dari sekian badan pengatur utama dalam sepak bola yang menentang pembentukan Liga Super Eropa. Mereka menyebut turnamen tersebut sebagai perusak sepak bola.

Sebab, Liga Super Eropa akan digelar secara terpisah sehingga akan membentuk lingkaran elitis dan mengubah lanskap olahraga seperti yang kita kenal. Selain itu, liga domestik seperti Liga Inggris dan La Liga sama-sama telah merilis pernyataan resmi yang mengutuk pembentukan turnamen semacam itu.

Dilansir dari DW Sports, UEFA mengumumkan persetujuan untuk perubahan yang diusulkan pada format Liga Champions saat ini. Pengaturan baru tersebut di antaranya peningkatan jumlah tim dan format kompetisi.

Ini dimaksudkan agar '12 tim pendiri', termasuk Manchester United dan Real Madrid, mengurungkan niatnya menggelar Liga Super Eropa. Atau mungkin, sengaja dilakukan agar Liga Champions bisa bersaing. 

2 dari 3 halaman

Pernyataan Presiden UEFA

Liga Champions sekarang akan diikuti 36 tim, bukan 32, dengan masing-masing tim memainkan minimal sepuluh pertandingan penyisihan grup melawan sepuluh lawan berbeda dalam apa yang disebut 'sistem Swiss'.

"Komite Eksekutif UEFA hari ini menyetujui format baru untuk kompetisi klub pada musim 2024/2025. Kami menerima dukungan bulat dari Dewan Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan Komite Kompetisi Klub UEFA (terdiri dari mayoritas perwakilan klub) Jumat lalu."

"Perubahan yang dibuat dirancang untuk mengamankan masa depan positif sepak bola Eropa di setiap level dan memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan yang terus berkembang."

"Dengan tegas menyatakan komitmen bersama terhadap prinsip kompetisi terbuka dan prestasi olahraga di seluruh benua, juga untuk mempertahankan liga domestik."

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjelaskan tentang perubahan format Liga Champions, sekaligus menyindir 12 tim yang mendaftar ke Liga Super Eropa.

"Format baru ini mendukung status dan masa depan permainan domestik di seluruh Eropa juga. Ini mempertahankan prinsip bahwa kinerja domestik harus menjadi kunci kualifikasi dan menegaskan kembali prinsip-prinsip solidaritas melalui permainan dan persaingan terbuka.

"Sepak bola adalah harta sosial dan budaya, diperkaya dengan nilai-nilai, tradisi, dan emosi yang dimiliki bersama di seluruh benua kami."

"Sebagai badan pengatur dan pengurus pertandingan Eropa yang bertanggung jawab, adalah peran UEFA untuk menjaga warisan ini sambil memimpin perkembangan positif sepak bola di masa depan di Eropa untuk asosiasi nasional, liga, klub, pemain, dan penggemar di setiap level," katanya lagi.

Sumber: Berbagai sumber

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Video Populer

Foto Populer