FIFA Terapkan Regulasi Baru, Tim Putri Wajib Punya Pelatih Perempuan

FIFA menerapkan aturan baru yang mewajibkan adanya pelatih wanita di turnamen wanita.

Bola.com, Jakarta - FIFA menetapkan aturan baru yang mewajibkan setiap tim peserta turnamen sepak bola putri di bawah yurisdiksinya untuk memiliki pelatih perempuan dalam staf kepelatihannya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan representasi perempuan di dunia kepelatihan.

Aturan tersebut mulai berlaku pada sejumlah ajang tahun ini, termasuk Piala Dunia Putri U-17, U-20, serta Womenss Champions Cup.

Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan FIFA pada Kamis waktu setempat, sekaligus membahas strategi jangka panjang terkait keterlibatan perempuan dalam peran pelatih.

Dalam regulasi terbaru, setiap tim diwajibkan menempatkan setidaknya dua staf perempuan di bangku cadangan saat pertandingan, dengan minimal satu di antaranya menjabat sebagai pelatih kepala atau asisten pelatih.

Aturan ini berlaku untuk seluruh kompetisi, baik level usia muda maupun senior, termasuk turnamen klub dan tim nasional.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Belum Ideal

FIFA menilai jumlah pelatih perempuan saat ini masih jauh dari ideal. Pada Piala Dunia Putri 2023, hanya 12 dari 32 pelatih kepala yang merupakan perempuan, termasuk pelatih Inggris, Sarina Wiegman.

"Jumlah pelatih perempuan saat ini masih sangat kurang. Kita harus melakukan lebih banyak untuk mempercepat perubahan dengan membuka jalur yang lebih jelas, memperluas peluang, dan meningkatkan visibilitas perempuan di pinggir lapangan," kata Jill Ellis, Chief Football Officer FIFA.

Ia menambahkan bahwa regulasi baru ini, bersama dengan program pengembangan yang ditargetkan, merupakan investasi penting bagi generasi pelatih perempuan saat ini maupun di masa depan.

FIFA berharap kebijakan ini dapat mendorong peningkatan signifikan jumlah pelatih perempuan, termasuk pada Piala Dunia Putri 2027 di Brasil.

 

Pelatih Perempuan

Sejumlah nama pelatih perempuan ternama turut disorot, seperti Emma Hayes yang kini menangani Timnas Amerika Serikat bersama asistennya, Denise Reddy.

Hayes sebelumnya menyebut minimnya pelatih perempuan di sepak bola Inggris sebagai masalah besar dan mendorong otoritas sepak bola untuk mencari solusi yang lebih kreatif.

Selain itu, pelatih perempuan asal Inggris lainnya yang aktif di level internasional antara lain Gemma Grainger di Norwegia, Casey Stoney di Kanada, Carla Ward di Republik Irlandia, dan Sarina Wiegman di Inggris.

 

Harapan Wiegman

Wiegman mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa Inggris meraih dua gelar Eropa berturut-turut dan empat kali dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia versi FIFA.

Menariknya, Wiegman menjadi satu-satunya pelatih perempuan yang mencapai babak perempat final Piala Dunia Putri 2023.

Ia pun berharap keseimbangan jumlah pelatih bisa lebih baik di masa depan.

"Tentu kami ingin melihat lebih banyak pelatih perempuan di level tertinggi dan keseimbangannya menjadi lebih baik dari sekarang," kata Wiegman.

"Pelatih laki-laki juga tetap diterima, tetapi jika keseimbangannya lebih baik, semoga itu bisa menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam dunia kepelatihan," imbuhnya.

 

Sumber: BBC

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer