Lebih dari 100 Ribu Orang Adukan Gianni Infantino ke Komite Etik FIFA

Lebih dari 100 ribu orang bersatu gugat Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Bola.com, Jakarta - Lebih dari 100.000 orang telah membubuhkan nama mereka untuk mendukung pengaduan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Pengaduan tersebut menuding Infantino setidaknya telah menyalahgunakan kekuasaan, melanggar kewajiban menjaga netralitas politik, serta melanggar kewajiban loyalitas melalui interaksinya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kampanye "Reboot FIFA" diluncurkan sebelum Piala Dunia dengan tujuan mengajukan "pengaduan terbesar yang pernah diterima FIFA" terkait dugaan kegagalan tata kelola organisasi tersebut.

Seiring berjalannya waktu, cakupan tuduhan dalam kampanye itu meluas, termasuk mengenai pembatalan hukuman Folarin Balogun saat Piala Dunia 2026 serta skema Fifa Forward Enterprise (FFE) yang akhirnya dihentikan.

Pengaduan terbaru tersebut diserahkan kepada komite etik FIFA pada Selasa.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Minta Komite Etik FIFA Bertindak

Dalam surat pendukungnya, kelompok advokasi Fair Square, yang menjadi satu di antara penggagas Reboot FIFA meminta komite etik mengambil tindakan.

Sebelumnya, pengaduan serupa telah diajukan pada Desember tahun lalu, tetapi tidak mendapat tanggapan dari komite etik. Pengaduan itu kemudian memperoleh dukungan dari Federasi Sepak Bola Norwegia dan 50 anggota Parlemen Eropa.

"Fakta bahwa 100.000 orang membubuhkan nama mereka dalam seruan untuk meminta pertanggungjawaban merupakan bukti jelas meningkatnya kekhawatiran publik," tulis Fair Square dalam surat tersebut.

Menurut Fair Square, sebagai badan yudisial independen yang bertugas menjaga integritas dan reputasi sepak bola, komite etik FIFA dinilai harus bertindak dengan cepat, transparan, dan cermat.

Delapan Insiden

Dalam pengaduannya, Reboot FIFA mencantumkan delapan insiden yang menjadi dasar tuduhan terhadap Infantino.

Fair Square menilai rangkaian kejadian tersebut memberikan bukti kuat bahwa Infantino setidaknya telah menyalahgunakan kekuasaan, melanggar kewajiban netralitas politik, dan kewajiban loyalitas dalam upayanya mendekatkan diri dengan Trump.

Satu di antara perkara yang disoroti adalah kasus kartu merah Folarin Balogun. Trump sebelumnya mengakui telah meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima penyerang Timnas Amerika Serikat tersebut.

Skema FFE juga masuk daftar persoalan yang dipermasalahkan.

Selain itu, Fair Square menyinggung keputusan FIFA memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump, keterlibatan Infantino dalam Board of Peace di Timur Tengah yang digagas Trump, serta pernyataannya mengenai keinginannya bekerja sama dengan Trump untuk "membuat bukan hanya Amerika kembali hebat, tetapi juga seluruh dunia".

Fair Square menilai sejumlah tindakan tersebut menunjukkan kegagalan Infantino dalam menjaga netralitas politik.

Tanggapan FIFA

FIFA ketika dimintai tanggapan merujuk pada pernyataan yang pertama kali diterbitkan sebulan lalu.

"Semakin jelas bahwa ada upaya yang terkoordinasi dan berkelanjutan dari sejumlah pihak untuk melemahkan FIFA dan presidennya," demikian pernyataan FIFA.

FIFA juga menyatakan pihak-pihak yang tidak mendapatkan dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, insinuasi, atau informasi yang keliru.

Di tengah polemik tersebut, FIFA pada Minggu mengonfirmasi bahwa Infantino akan mencalonkan diri kembali untuk periode keempat sekaligus terakhir, tahun depan.

Keputusan itu muncul ketika Infantino mendapat tekanan dari UEFA serta kritik dari internal AFC dan Concacaf.

UEFA sebelumnya meminta Infantino mundur dan baru-baru ini menyatakan akan menempuh langkah hukum pidana di Amerika Serikat terkait rencana FFE.

 

Sumber: The Guardian

Video Populer

Foto Populer